Selamatkan Mangrove dengan Kearifan Lokal

Kawasan Mangrove Batuampar
JAJARAN pepohonan seakan berbaris rapi di sepanjang perairan Batu Ampar, Kabupaten Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar). Sejauh mata memandang, yang tampaknya hanyalah rimbunan pepohonan yang berdaun mengkilap dan berakar kokoh.

Di antara kerimbunan itu, beberapa ekor burung asyik bercengkrama dan mencari makan. Sementara di sudut lain, terlihat seekor buaya sedang berjemur di pantai sungai yang landai, seakan tidak menghiraukan deburan gelombang dari speedboat yang melintas di depannya.

Burung-burung dan buaya tersebut hanyalah sebagian kecil dari satwa yang terdapat di hutan mangrove Batu Ampar. Kelestariannya yang masih relatif terjaga membuat kawasan tersebut kaya akan keragaman hayati, baik flora maupun faunanya.

Data Lembaga Pengkajian dan Pengembangan (LPP) Mangrove Indonesia menyebutkan, di kawasan ini terdapat sedikitnya 40 jenis spesies mangrove, 46 jenis burung, enam jenis reptil dan 11 spesies mamalia. 

Dari 11 spesies mamalia itu tercatat tiga diantaranya ialah jenis endemik (khas) Pulau Kalimantan, yakni Bekantan (Nasalis larvatus), Pesut (Orcaela brevirostria) dan Brecet Kalimantan (Ptilocichla leucogrammica).

Berbagai daya tarik inilah yang membuat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalbar bertekad untuk tetap menjaga kelestarian hutan pantai tersebut dan akan menjadikannya sebagai Pusat Mangrove Indonesia, yakni sebuah pusat informasi, penelitian dan pengembangan mangrove di tanah air.

Berbekal dana sebesar US$ 370 ribu atau sekitar Rp3,7 miliar, bantuan dari program lingkungan hidup internasional (UNEP), Pemprov Kalbar sejak Januari 2007 mulai merintis proyek percontohan bagi pengembangan dan pengelolaan hutan mangrove secara lestari di areal seluas 65 ribu hektare (Ha) di kawasan tersebut.

Untuk melaksanakan program yang merupakan bagian dari proyek pengelolaan Laut China Selatan ini pemprov Kalbar bekerjasama dengan LPP Mangrove Indonesia, Bogor, Jawa Barat.

“Proyek ini dilaksanakan di tujuh negara di sekitar Laut China Selatan, yakni Indonesia, Filipina, Kamboja, Malaysia, Thailand, Vietnam dan China. Khusus untuk pengembangan Mangrove, Batu Ampar ialah satu-satunya daerah di Indonesia yang ditunjuk untuk melaksanakan program tersebut,” kata Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) Kalbar Tri Budiarto, pekan lalu.

Menurut Tri, tujuan utama dari program yang dilaksanakan selama dua tahun ini ialah memadukan seluruh potensi ekonomi dengan kegiatan konservasi, sehingga pemanfaatan mangrove tidak hanya diartikan sebagai kegiatan penebangan.

“Kita juga merehabilitasi dan menanaman kembali areal mangrove yang telah rusak” ujarnya.

Dia menambahkan jika dikelola dengan baik, keberadaan hutan pantai ini akan mendatangkan keuntungan yang jauh lebih besar, baik dari segi ekonomi maupun ekologi. Mengingat Mangrove merupakan sebuah ekosistem dari berbagai biota perairan yang selama ini menjadi salah satu sumber pendapatan masyarakat setempat.

“Mangrove menjadi tempat hidup dan berkembang biaknya berbagai biota laut. Jika kelestariannnya terjaga berarti akan semakin banyak potensi ekonomi yang dapat digarap. Selain itu, juga bisa menjadi pusat informasi dan penelitian serta objek wisata,” jelasnya.

Untuk mewujudkan obsesi itu, pihak pelaksana proyek mengembangkan konsep kearifan lokal yang selama ini telah dilakukan masyarakat setempat dalam menjaga kelestarian mangrove. Diantaranya, penerapan tebang pilih untuk kayu bakau yang akan dijadikan arang dan berbagai aturan lain yang sudah berlaku sejak ratusan tahun lalu.

“Misalnya penebangan hanya boleh dilakukan secara manual, yakni menggunakan kapak,” kata Sekretaris Pusat Informasi Mangrove Batu Ampar Odang Prasetyo.

Program-program penguatan kapasitas dan kelembagaan masyarakat tersebut lanjutnya, merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kepedulian dan partisipasi warga. Sebab diakuinya, masih terdapat beberapa warga yang belum memahami manfaat dari pengelolaan mangrove secara lestari.

“Mereka beranggapan mangrove ialah kayu. Kayu ialah duit,” ujarnya.

Menurut Odang, pelestarian mangrove di Batu Ampar merupakan sebuah upaya untuk menjaga dan menyelamatkan kekayaan alam dan paru-paru dunia dari kerusakan, akibat berbagai kegiatan eksploitasi.

Data LPP Mangrove Indonesia menyebutkan sebanyak 57% dari sembilan juta hektare lebih hutan mangrove di Indonesia, berada dalam kondisi rusak parah. Sementara di Kalbar tingkat kerusakannya diperkirakan mencapai 40%.

Saat ini, luas hutan mangrove di Kalbar sekitar 455.513 Ha. Tersebar di tiga kabupaten, yakni Sambas sekitar 183.777 Ha (40%), Pontianak 161.992 Ha (36%) dan Ketapang 109.742 Ha (24%). (Aries Munandar)

COMMENTS

Name

Beranda Negeri,34,Edukasi,12,Ekologi,55,Ekonomika,45,Inspirasi,34,Jelajah,20,Realitas,16,Riwayat,12,Tekno,11,Tradisi,58,
ltr
item
PeladangKata: Selamatkan Mangrove dengan Kearifan Lokal
Selamatkan Mangrove dengan Kearifan Lokal
https://2.bp.blogspot.com/-Y7OqsywyH6U/WJ9KSvKDYZI/AAAAAAAACys/FlIL-0_DleIam_L-NmoUBMbtA-yyo5B6ACLcB/s200/Ekologi_Jajaran%2BMangrove.jpg
https://2.bp.blogspot.com/-Y7OqsywyH6U/WJ9KSvKDYZI/AAAAAAAACys/FlIL-0_DleIam_L-NmoUBMbtA-yyo5B6ACLcB/s72-c/Ekologi_Jajaran%2BMangrove.jpg
PeladangKata
http://www.peladangkata.com/2007/07/selamatkan-mangrove-dengan-kearifan.html
http://www.peladangkata.com/
http://www.peladangkata.com/
http://www.peladangkata.com/2007/07/selamatkan-mangrove-dengan-kearifan.html
true
1600297275400218305
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy