Kesetaraan Gender ala Petani Rasau Jaya

Srkolah Lapang Petani
SECARA fisik, tidak ada yang istimewa dengan pondok di tengah ladang itu. Ukurannya cuma sekitar 15 meter persegi (M3), tak berdinding dan beralaskan terpal. Sementara atapnya yang terbuat dari daun nipah penuh lubang di sana-sini. Namun, siapa yang menyangka dari di sinilah muncul kesadaran betapa pentingnya kesetaraan gender bagi warga Desa Rasau Jaya III, Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar).

Pondok tersebut merupakan tempat yang digunakan oleh Kelompok Tani Sangkar Mas, Desa Rasau Jaya III untuk berdiskusi dan mendengarkan penyuluhan dari petugas penyuluh lapangan (PPL) setempat. Mereka menyebut pertemuan yang digelar setiap Sabtu pagi itu sebagai ‘Sekolah Lapangan’.

Selayaknya sebuah ‘Sekolah’, materi yang diberikan tidak hanya berupa teori tetapi juga praktik. Karena itu, usai berdiskusi mereka kerap mempraktikan langsung teori-teori yang didapat dari PPL tersebut di lapangan. Bak seorang peneliti, berbagai eksprimen pun seringkali dilakukan, guna mencari formulasi yang tepat dan praktis untuk diterapkan di lahan mereka.

Uniknya, peserta sekolah lapangan ini didominasi oleh kaum hawa. Hal ini bukan tanpa disengaja, karena peranan perempuan dianggap sangat menentukan keberhasilan keluarga petani dalam mengolah lahan pertanian mereka. Apalagi sebagian besar kegiatan usaha tani di desa ini dilakukan oleh perempuan, sehingga mereka lebih banyak mengetahui tentang kondisi tanaman.

“Keterlibatan bapak-bapak hanya pada saat persiapan lahan, setelah itu mereka mengerjakan pekerjaan sampingan lainnya. Jadi yang menyiang tanaman, memupuk hingga mengamati serangan hama itu, ya ibu-ibu,” kata PPL Desa Rasau Jaya III Rosiantoro.

Untuk mendorong keterlibatan perempuan, para anggota kelompok tani ini sepakat menerapkan kuota 30% untuk perempuan dalam setiap kali pertemuan. Hasilnya, kegiatan sekolah lapangan ini pun selalu dipenuhi para ibu tani.

“Meski kegiatan itu tetap akan dilanjutkan walaupun jumlah perempuannya sedikit. Namun kami selalu berupaya agar kuota itu bisa terpenuhi. Dan sejauh ini, peserta sekolah lapangan selalu didominasi oleh ibu-ibu,” ujar Rosiantoro.

Menurutnya, kehadiran para ibu tani dalam kegiatan tersebut memiliki andil besar dalam meningkatkan efektivitas dan keberhasilan penyuluhan yang dia lakukan.

“Kalau yang hadir cuma para bapak belum tentu informasinya sampai ke ibu-ibu. Padahal yang mengurus dan merawat tanaman itukan justru ibu-ibu,” jelasnya.

Keterlibatan perempuan dalam sekolah lapangan ini tidak hanya sebatas duduk, diam, dan mendengarkan. Mereka aktif berdiskusi dan bertanya kepada PPL. Bahkan celutukan dan canda sesekali terlontar dari mulut mereka, sekadar mencairkan suasana.

“Ya, menjaga burung itu memang tugasnya ibu-ibu,” seloroh Ety,32, mengomentari keluhan rekannya tentang keberadaan burung-burung liar yang kerap memakan padi mereka.

Meski kerap melontarkan guyonan namun wanita asal Tegal, Jawa Tengah ini selalu tekun menyimak berbagai informasi yang disampaikan oleh PPL. Bagi Ety, sekolah lapangan merupakan kesempatan untuk menambah pengetahuan tentang cara bercocok tanam yang baik. Karena itu, sejak diadakannya kegiatan ini sebulan lalu tidak pernah sekalipun dia absen.

“Dulu dalam menentukan jenis obat (herbisida) yang akan digunakan saya cuma ikut-ikutan, karena belum ada ilmunya (belum mengerti). Tapi sekarang saya sudah paham mana jenis yang untuk (gulma) berdaun lebar dan yang untuk berdaun sempit,” katanya.

Berdirinya sekolah lapangan ini berawal dari inisiatif Yayasan Dian Tama Pontianak, yakni sebuah lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang konsen terhadap masalah pertanian organik. Yayasan ini kemudian merangkul PPL dan kelompok tani setempat.

“Secara berlahan, kami juga akan memperkenalkan sistem pertanian organik yang ramah lingkungan,” ujar Susandi salah seorang Fasilitator dari Yayasan Dian Tama.

Materi yang disampaikan dalam pendidikan nonformal ini tidak hanya sebatas pada pengenalan dan pelatihan teknik budidaya tanaman pangan, tetapi juga masalah pemberdayaan masyarakat lainnya. Seperti pada Sabtu (21/7), beberapa Fasilitator dari Yayasan Dian Tama memperkenalkan cara pembuatan dan penggunaan tungku dari tanah liat yang berbahan bakar arang kayu. Pengunaan teknologi sederhana ini diharapkan mampu menjadi sumber bahan bakar dan energi alternatif bagi warga.

Selain itu, para peserta juga dibekali dengan ilmu mengenai pencegahan dan penanggulangan kebakaran lahan. Selama ini, Kecamatan Rasau Jaya dan sekitarnya merupakan salah satu kawasan yang rawan terhadap kebakaran dan pembakaran lahan di Kalbar.

“Pemanfaatan dan pengolahan lahan juga diharapkan dapat mencegah terjadinya kebakaran. Karena lahan yang bersemak (tak terawat) sangat rentan terhadap kebakaran. Baik karena faktor alam maupun akibat dari kelalaian manusia,” kata Susandi. (Aries Munandar)

COMMENTS

Name

Beranda Negeri,34,Edukasi,12,Ekologi,55,Ekonomika,45,Inspirasi,34,Jelajah,20,Realitas,16,Riwayat,12,Tekno,11,Tradisi,58,
ltr
item
PeladangKata: Kesetaraan Gender ala Petani Rasau Jaya
Kesetaraan Gender ala Petani Rasau Jaya
https://3.bp.blogspot.com/-V2HUgGVNY9w/WarHDofO_EI/AAAAAAAADjg/fQ2uR-E_YqQRbAeDgM6nxiLRI54ncHZuACLcBGAs/s200/Ekonomika_Kelompok%2BTani%2BRasau.JPG
https://3.bp.blogspot.com/-V2HUgGVNY9w/WarHDofO_EI/AAAAAAAADjg/fQ2uR-E_YqQRbAeDgM6nxiLRI54ncHZuACLcBGAs/s72-c/Ekonomika_Kelompok%2BTani%2BRasau.JPG
PeladangKata
http://www.peladangkata.com/2007/08/kesetaraan-gender-ala-petani-rasau-jaya.html
http://www.peladangkata.com/
http://www.peladangkata.com/
http://www.peladangkata.com/2007/08/kesetaraan-gender-ala-petani-rasau-jaya.html
true
1600297275400218305
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy