Penyu Enggan Mampir lagi di Sambas

Pelestarian Penyu di Paloh
Pemburu tidak sabar menungu telur keluar, mereka lantas membunuh dan membedah induk penyu untuk mendapatkan telurnya

Aries Munandar

MALAM sepi yang menyelimuti Pantai Tanjung Sungaibelacan, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat (Kalbar), membuat kawasan itu seperti tidak berpenghuni.

Hanya Laut Natuna dengan gelombang gemuruh yang tak kunjung putus menyusup di tengah remang cahaya bulan. Bertambah kencang hempasan, bertambah jelas pula sosok seekor penyu hijau yang merayap ke bibir pantai. Ia menyeret tubuh tambunnya dan terseok-terseok menuju pinggiran sejauh 50 meter dari pesisir.

Sampai di lokasi tujuan, satwa yang dilindungi ini mulai menggali pasir dan memulai ritual malamnya. Bertelur. Satu malam, ada sekitar 50 penyu betina mendarat di pantai tersebut. Setiap induk biasanya mengeluarkan 114 butir sekali bertelur. “Mei-Juli merupakan puncak musim penyu bertelur,” jelas staf pemantau habitat penyu WWF Indonesia Kalbar Dwi Suprapti, dua pekan lalu.

Selama periode tersebut, penyu-penyu itu mampu bertelur 7-8 kali dengan interval waktu setiap dua minggu sekali. Selanjutnya 3-5 tahun kemudian mereka akan kembali untuk melakukan siklus peneluran yang sama.

Dua jam berlalu, namun peneluran belum berakhir. Sejurus kemudian, beberapa personel WWF dan aparat keamanan dengan sigap menggali kembali sarang untuk memindahkan telur penyu ke lokasi yang aman.

Mereka harus bergerak cepat dan tepat karena berkejaran waktu dengan para pencuri telur yang mengintai dari kejauhan.

“Harapan hidup penyu di alam bebas sangat rendah, yakni satu berbanding 1.000 tetasan. Ancaman terbesarnya berasal dari hewan predator, faktor lingkungan, dan aktivitas perburuan oleh manusia,” kata Dwi.

Oknum BKSDA
Tanjung Sungaibelacan merupakan salah satu wilayah pantai di Kecamatan Paloh yang menjadi habitat alam penyu hijau (Chelonia mydas) dan penyu sisik (Eretmochelys imbricate) di Kalbar.

Pantai di sepanjang kecamatan itu landai dan berombak relatif tenang. Kondisi tersebut menjadikannya surga bagi perkembangbiakan satwa langka tersebut.

Namun, kian hari keberadaan penyu laut semakin tergusur dan terancam karena kerakusan manusia. Dari sekitar 63 km panjang garis pantai di Paloh, hanya sekitar 5,9 km yang kini masih banyak dijumpai penyu.

“Dahulu kalau sekadar 20-30 sarang (telur) penyu pasti ada. Tapi sejak 5-6 tahun terakhir untuk mendapatkan satu sarang pun susah,” kata Sekretaris Desa Temajuk, Kecamatan Paloh, Asman.

Perburuan telur yang semakin marak dalam satu dasawarsa terakhir menjadi penyebab utama berkurangnya populasi penyu di sepanjang Pantai Paloh. Sebab, untuk mendapatkan telur-telur itu para pemburu tidak segan-segan membantai induk penyu.

Berdasarkan penelusuran di Desa Temajuk, didapati satu induk penyu berusia sekitar 30 tahun yang mati mengenaskan akibat pembantaian. Perbuatan sadis itu diduga kuat bukan baru sekali terjadi, tetapi telah berlangsung bertahun-tahun.

“Mereka (pemburu) tidak sabar menunggu telur keluar, lantas membunuh dan membedah induk penyu untuk mendapatkan telurnya,” kata Kepala Desa Temajuk Mulyadi.

Telur-telur penyu dari Paloh itu dijual dan diselundupkan ke Distrik Sematan, Malaysia, melalui pintu perbatasan di Temajuk-Telok Melano yang hanya berjarak 3 km atau sekitar 30 menit perjalanan darat menggunakan sepeda motor dari Desa Temajuk.

Para penyelundup bisa leluasa membawa dagangan mereka karena minimnya penjagaan. Di pintu perlintasan tradisional itu hanya terdapat satu pos polisi Malaysia, sedangkan di sisi Indonesia tidak ada penjagaan sama sekali.

Berbekal hubungan kekerabatan dan saling mengenal satu sama lain, warga kedua wilayah yang berbeda negara itu bebas keluar-masuk melalui pintu perlintasan tersebut setiap hari. Tidak terkecuali para penyelundup telur penyu.

“Pemeriksaan ketat hanya diberlakukan jika membawa barang-barang dari Malaysia, tapi kalau memasukkan barang dari wilayah kita, tidak terlalu ketat,” ujar Asman.

Perburuan dan penyelundupan telur penyu di Paloh berlangsung secara sistematis dan terorganisasi karena dilakukan sebuah sindikat yang melibatkan aparat balai konservasi dan sumber daya alam (BKSDA) setempat, seorang petugas pengawas yang seharusnya menjaga dan melindungi habitat penyu dari kepunahan.

“Pencurian dan penjualan telur penyu di sini dilakukan orang-orangnya Latief. Mereka itu bukannya mengawasi dan menyelamatkan penyu, melainkan justru menjarah telur-telurnya. Penangkaran yang mereka buat juga hanya kamuflase karena telurnya banyak yang dijual,” ungkap Trino Junaidi, 34, warga Desa Sebubus, Kecamatan Paloh.

Tertuduh Latief tidak menampik tudingan mantan pemburu telur penyu itu. Ia beralasan penjualan telur tersebut untuk menggaji lima relawan yang direkrutnya sebagai petugas pengawas.

“Sebagian telur memang ada yang dijual guna membayar gaji mereka, Rp300 untuk setiap butir telur yang akan ditangkarkan,” kata petugas honorer BKSDA tersebut. (Aries Munandar)   LANJUT KE: Bersiap Hengkang ke Tanah Seberang

COMMENTS

Name

Beranda Negeri,34,Edukasi,12,Ekologi,55,Ekonomika,45,Inspirasi,34,Jelajah,20,Realitas,16,Riwayat,12,Tekno,11,Tradisi,58,
ltr
item
PeladangKata: Penyu Enggan Mampir lagi di Sambas
Penyu Enggan Mampir lagi di Sambas
https://3.bp.blogspot.com/-kqYt3iTboyY/WJ9F4CW3TdI/AAAAAAAACyI/0pSRTFn7j4U669MZczUvmboD4mOOWFYWgCLcB/s200/Ekologi_Penyu%2BPaloh_1.JPG
https://3.bp.blogspot.com/-kqYt3iTboyY/WJ9F4CW3TdI/AAAAAAAACyI/0pSRTFn7j4U669MZczUvmboD4mOOWFYWgCLcB/s72-c/Ekologi_Penyu%2BPaloh_1.JPG
PeladangKata
http://www.peladangkata.com/2009/08/penyu-enggan-mampir-lagi-di-sambas.html
http://www.peladangkata.com/
http://www.peladangkata.com/
http://www.peladangkata.com/2009/08/penyu-enggan-mampir-lagi-di-sambas.html
true
1600297275400218305
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy