Kepak Burung Sakti Nyaris Terhenti

Enggang menempati urutan pertama di antara sembilan burung yang dianggap sakti oleh etnik Dayak di Kalimantan.

Aries Munandar

SEPASANG enggang beterbangan dan menabrakkan tubuh mereka ke kawat besi yang menjadi dinding kandang seluas 3 meter persegi. Keriuhan yang muncul siang itu membuat satwa ini tidak nyaman dan ketakutan.

Adapun Renny Anggraini, 23, hanya bisa menatap sambil mengabadikan suasana dan gerak-gerik peliharaannya melalui kamera telepon seluler.

”Saya pikir alam bebas adalah tempat terbaik buat mereka, bukan di kandang ini,” ujar mahasiswi Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak itu.

Hari pertama di awal Februari itu adalah perjumpaan terakhir Renny dengan burung kesayangannya, sebelum sepasang enggang itu dibawa petugas ke pusat konservasi satwa di Singkawang, Kalimantan Barat.

Enggang peliharaan Renny merupakan jenis kangkareng hitam (Anthracoceros malayanus). Ia membelinya dari teman di Singkawang seharga Rp350 ribu sepasang. Burung ini kemudian ditempatkan Renny di sebuah kandang di belakang rumah kakeknya, Jl Merdeka Barat, Pontianak. 

Setelah sekitar tiga bulan mendekam dalam kandang tersebut, sepasang satwa itu diserahkan Renny ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalbar.

“Tindakan seperti ini yang kami harapkan dari setiap pemilik satwa langka dan dilindungi, yakni menyerahkannya kepada petugas BKSDA setempat,” kata Kepala Seksi Wilayah III BKSDA Kalbar Junaidi.

Burung berbulu hitam mengilap itu selanjutnya dikarantina dan dirawat di Pusat Konservasi Satwa Singka Zoo di Singkawang, sebelum dilepasliarkan kehabitat alamnya di Kawasan Taman Nasional Danau Sentarum, Kabupaten Kapuas Hulu.

“Burung ini dikhawatirkan akan mati jika langsung dilepasliarkan, karena tidak mampu beradaptasi akibat terlalu lama dipelihara manusia,” ujar Junaidi.

Masa orientasi ini tergantung pada kondisi dan lamanya burung dipelihara manusia. Semakin lama mereka menjadi burung peliharaan, semakin lama pula masa orientasi atau karantinanya.

Terancam punah
Kangkareng hitam ialah satu dari tujuh jenis enggang atau rangkong yang hidup di belantara Kalimantan. Populasi ketujuh jenis enggang itu di habitat alam semakin terancam akibat eksploitasi hutan yang tidak terkendali.

Dari ketujuh spesies itu, enggang badak (Buceros rhinoceros) dan enggang gading (Buceros vigil) adalah spesies yang paling terkenal dan fenomenal karena memiliki bentuk fisik dan warna bulu menawan. 

Enggang badak bahkan dijadikan sebagai maskot Negara Bagian Serawak, Malaysia. Sementara itu, enggang gading menjadi maskot Kalbar. Enggang gading, spesies paling terancam populasinya di antara spesies enggang di Kalbar, kini masuk kategori Apendiks I atau satwa yang sangat dilindungi karena terancam punah.

Penelitian mengenai sebaran populasi spesies ini di habitat alam belum ada. Namun, jika melihat laju kerusakan hutan primer di Kalbar--mencapai enam kali luas lapangan sepak bola setiap jam--dipastikan populasinya berada dalam bahaya besar.

“Burung ini hidupnya arboreal atau selalu hinggap di tajuk pohon, sehingga populasinya sangat tergantung pada sebaran pohon di hutan primer,” kata Koordinator Biologi Konservasi WWF-Indonesia Program Kalbar Albertus Tjiu.

Ancaman terhadap populasi enggang gading semakin diperparah aktivitas perburuan dan perdagangan gelap. Burung ini diburu untuk diambil bulu ekor dan jambulnya sebagai aksesori. Tidak jarang pula dijadikan santapan oleh para penebang kayu di hutan. Padahal, regenerasi enggang gading sangat lamban. Kemampuan bertelurnya maksimal hanya dua butir dalam satu siklus reproduksi.

“Peran enggang sangat penting dalam ekosistem, yakni sebagai predator alami serangga dan penyebar biji tumbuhan hutan yang paling efektif karena daya jelajahnya tinggi,” jelas Albertus.

Burung suci penganut monogami
Enggang, khususnya jenis enggang gading dan enggang badak, memiliki arti bagi warga Kalbar. Dalam mitologi masyarakat adat Dayak burung ini diyakini sebagai burung sakti titisan dewa dari kayangan.

“Enggang itu burung sakti, keramat, dan bertuah. Mereka menempati urutan pertama di antara sembilan burung yang dianggap sakti menurut orang Dayak,” kata budayawan Dayak Kalbar Massuka Baroamas Janting Balunus.

Kesaktian atau tuah yang dimiliki satwa ini kerap digunakan warga sebagai perantara untuk berhubungan dengan alam gaib. Mereka memanggil roh yang bersemayam di tubuh enggang guna memohon bantuan kekuatan dalam menghadapi musuh atau peristiwa penting. Ritual itu disertai sesajen utama berupa lemang dan tuak ketan yang ditempatkan dalam sebilah bambu.

”Lemang dan tuak itu harus ada karena makanan atau minuman dari ketan dipercaya sebagai makanan para penghuni kayangan,” jelas Baroamas. 

Kehadiran dan perilaku enggang juga kerap dihubungkan dengan sebuah pertanda, pesan atau firasat. Warga biasanya menghentikan pekerjaannya, jika enggang yang melintas atau hinggap di sekitar mereka bertingkah laku tertentu yang menunjukkan firasat tidak baik.

Oleh karena itu, memburu atau membunuh apalagi mengonsumsi satwa ini dianggap tabu bagi etnik Dayak. Upacara dan ritual adat pun harus digelar jika pantangan dilanggar agar terhindar dari malapetaka.

Bagian kepala dan bulu ekor, yang sering digunakan sebagai perhiasan pada mahkota panglima atau ketua adat Dayak berasal dari enggang yang sudah mati.

”Bulu ekor biasanya juga didapat dengan menangkap enggang melalui perangkap. Namun, setelah itu burung tersebut dilepaskan kembali ke alam,” ujar Baroamas.

Selain diyakini sebagai burung suci dan dikeramatkan, enggang juga dianggap burung yang setia pada pasangannya. Seekor jantan hanya mengawini seekor betina sepanjang hidupnya. Mereka tidak pernah mencari pengganti jika pasangannya mati.

”Enggang jantan juga telaten dan rajin mencari makanan serta menyuapi betina selama pasangannya itu mengerami telur hingga menetas,” kata Albertus. 

Enggang/Rangkong

Klasifikasi ilmiah
Kerajaan : Animalia
Filum       : Chordata
Kelas       : Aves
Ordo        : Bucerotiformes
Famili       : Bucerotidae
Marga       : Anorrhinus, aceros, anthracoceros, dan buceros

Sebaran di dunia
Asia Tenggara, Papua Nugini, dan Afrika
Sebaran diIndonesia
Sumatra, Kalimantan, dan Jawa
Status
Apendiks II (dalam pengawasan), kecuali enggang gading yang masuk Apendiks I (dilindungi dan terancam punah)
Habitat
Hutan rawa primer hingga dataran tinggi (2.000 mdpl)

Ciri-ciri umum
  • Memiliki paruh besar dan panjang serta berjambul atau semacam tanduk.
  • Tinggi tubuh rata-rata 45 cm-120 cm dan berat mencapai 3 kg.
  • Warna bulu dominan hitam atau variasi hitam-putih.
  • Pola hidup arboreal dan berkelompok 5- 15 ekor, kecuali marga buceros yang soliter atau berpasangan.
  • Pakan utamanya bijibijian, buah, dan serangga hutan.
  • Kemampuan bertelur 1-5 butir per siklus reproduksi.

Ancaman Populasi
  • Eksploitasi hutan, perburuan, dan perdagangan gelap.
  • Harga di pasar gelap (dari pemburu): Rp50 ribu-Rp200 ribu per ekor.

(Sumber: WWF)

COMMENTS

Name

Beranda Negeri,34,Edukasi,12,Ekologi,55,Ekonomika,45,Inspirasi,34,Jelajah,20,Realitas,16,Riwayat,12,Tekno,11,Tradisi,58,
ltr
item
PeladangKata: Kepak Burung Sakti Nyaris Terhenti
Kepak Burung Sakti Nyaris Terhenti
https://4.bp.blogspot.com/-J8Xp3QaZKt4/WJRzRlNBpUI/AAAAAAAACg0/IP3rvBgen8ovSoaib2ee7CdBXsxkE2l_gCLcB/s200/Ekologi_Kengkareng%2BHitam.jpg
https://4.bp.blogspot.com/-J8Xp3QaZKt4/WJRzRlNBpUI/AAAAAAAACg0/IP3rvBgen8ovSoaib2ee7CdBXsxkE2l_gCLcB/s72-c/Ekologi_Kengkareng%2BHitam.jpg
PeladangKata
http://www.peladangkata.com/2010/02/kepak-burung-sakti-nyaris-terhenti.html
http://www.peladangkata.com/
http://www.peladangkata.com/
http://www.peladangkata.com/2010/02/kepak-burung-sakti-nyaris-terhenti.html
true
1600297275400218305
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy