Setetes Harapan dari Balik Perbukitan

Fasilitas Air Bersih
Selain jalan yang masih dalam tahap pengerasan dan problem transportasi, warga Dusun Keranji harus dibebani dengan permasalahan listrik dan air bersih.

Aries Munandar

HUJAN masih menyisakan bulir air di dedaunan ketika dua mobil bergardan ganda menerobos jalanan berlumpur Dusun Keranji, Desa Karya Bhakti, Kecamatan Sungaibetung, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat.

Mobil berkecepatan sedang itu beberapa kali harus memperlambat laju dan berhenti di beberapa ruas jalan karena licin. Jerit histeris sesekali terdengar dari bak belakang yang di jejali penumpang, saat mobil menapaki turunan dan tanjakan serta mengarungi sebuah sungai berarus deras.

Sesampai di tujuan, ratusan warga tanpa alas kaki menyambut rombongan tamu dari Jakarta itu dengan semringah. Kedatangan rombongan penyantun dari Wahana Visi Indonesia (WVI) di akhir pekan pada penghujung Mei tersebut memang dinanti warga.

“Ini adalah mobil pertama dan satu-satunya yang pernah singgah ke kampung kami,” kata Andi, 52, salah seorang warga.

Rombongan WVI terpaksa harus mengganti kendaraan dan berjejal di bak belakang. Pasalnya, mobil yang mereka tumpangi sebelumnya tidak mampu melanjutkan perjalanan dari Kota Singkawang menuju Dusun Keranji karena kondisi medan yang berat. Mobil itu hanya sampai di sebuah lokasi yang berjarak tempuh sekitar 1 jam perjalanan dari lokasi.

“Kondisi medannya benar-benar menantang, seperti rute off-road (jelajah mobil),” kata David Kurnia, anggota rombongan.

Dusun Keranji, Desa Karya Bhakti, Kecamatan Sungaibetung, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat.

Miskin dan terisolasi
Wilayah Dusun Keranji dikelilingi perbukitan dan sangat terisolasi. Kendati hanya berjarak sekitar 7 kilometer dari ibu kota Kecamatan Sungaibetung, jarak tempuh tersebut bisa memakan waktu 30 menit hingga 1 jam dengan mengendarai sepeda motor.

Jarak tempuh sangat tergantung cuaca. Jika hujan deras, jarak tempuh menjadi lebih lama. Bahkan, akses jalan menuju dusun ini sering kali terputus akibat banjir tahunan.

“Ketika banjir datang, otomatis perekonomian warga menjadi lumpuh karena mereka tidak bisa berladang dan berkebun karet atau ke luar dusun,” kata Kepala Desa Karya Bhakti Renadus.

Sepeda motor menjadi satu-satunya moda transportasi andalan warga. Termasuk untuk mengangkut hasil pertanian dan kebutuhan pokok. Sebab, kondisi jalan sempit yang licin dan terjal tidak mungkin bisa dilalui kendaraan roda empat. Terkecuali, mobil gardan ganda.

Ketiadaan sarana transportasi umum yang memadai ini mengakibatkan arus barang dari dan menuju dusun tersebut tersendat karena mahalnya ongkos angkut. Penyedia jasa angkutan sepeda motor mengenakan tarif Rp500 per kilogram barang yang diangkut.

“Sepeda motor itu bisa mengangkut karet hingga 200 kilogram per sekali jalan. Jadi, tinggal dikalikan saja besarnya biaya angkutan yang dikenakan,” kata Gumpeng, 42, pemilik toko kebutuhan pokok dan penampung karet.

Ongkos yang dikenakan itu belum termasuk uang bensin, makan, dan rokok untuk pengojek selama di perjalanan. Sebuah akumulasi biaya yang sangat tinggi untuk ukuran warga setempat, mengingat hampir 89% atau sebanyak 399 dari 446 keluarga di desa itu hidup di bawah garis kemiskinan.

PAUD Mekar Jaya Monterado

Air bersih
Selain jalan yang masih dalam tahap pengerasan dan problem transportasi, warga Dusun Keranji juga harus dibebani dengan permasalahan listrik dan air bersih. Sudah sebulan ini sebagian besar wilayah dusun gelap gulita akibat mesin pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH) rusak.

“Gulungan baja di dinamo pada turbin pembangkit terputus sehingga mesin pembangkit tidak bisa dioperasikan,” jelas Renadus.

Adapun untuk kebutuhan air bersih baru sekitar dua bulan belakang ini bisa dinikmati, yakni sejak beroperasinya fasilitas air bersih dari program pemipaan yang dibiayai dan difasilitasi WVI.

Air bersih ini bersumber dari mata air di Bukit Bandan yang berjarak sekitar 3 kilometer dari permukiman warga. Sumber air itu dianggap masih murni dan bersih karena terletak di kawasan yang kondisi lingkungannya alami dan kelestariannya terjaga.

Sebelumnya, warga mengandalkan sungai di sekitar tempat tinggal mereka sebagai sumber air bersih. Sungai tersebut sekaligus menjadi tempat untuk mandi, cuci, dan kakus (MCK).

“Air sungai juga semakin tercemar akibat (limbah) pupuk dan pestisida dari lahan pertanian warga,” kata Tobing K, petugas pengelola air bersih Dusun Keranji.

Fasilitas air bersih senilai ratusan juta rupiah ini melayani 50 dari 53 rumah warga. Setiap rumah dikenai iuran Rp3.000 per bulan untuk biaya operasional dan perawatan jaringan pipa.

“Ada tiga rumah yang tidak dilayani air bersih karena (penghuninya) tidak ikut bergotong royong saat mengerjakan jaring an pipa,” ujar Tobing.

Layanan air bersih ini diharapkan mampu meningkatkan derajat kesehatan dan mendorong warga untuk membangun MCK yang sehat dan bersih. Sebab, sarana MCK di Dusun Keranji masih merupakan barang mewah dan langka.

“Di RT tempat saya tinggal hanya ada satu (dari 53) rumah warga yang memiliki jamban keluarga. Itu pun baru dibangun setelah ada program pemipaan,” ungkap Renadus.

Kunjungan WVI ke Dusun Keranji bagian dari kegiatan muhibah mereka ke sejumlah lokasi binaan lembaga swadaya masyarakat tersebut. Di setiap lokasi binaan yang berada di Kota Singkawang dan Kabupaten Bengkayang itu mereka meninjau sejumlah fasilitas kesehatan, pendidikan anak usia dini, dan perpustakaan yang pembangunannya dibiayai donasi para penyantun WVI.

Mereka juga memanfaatkan kunjungan ini sebagai ajang pertemuan dengan anak asuhnya. Suasana haru bercampur gembira mewarnai setiap acara perjumpaan tersebut karena baru pertama kali ini mereka di pertemukan dengan anak asuhnya. Jalinan komunikasi antara orang tua dan anak asuh selama ini hanya melalui korespondensi yang difasilitasi WVI setempat.

“Saya senang karena melihat anak-anak kami ternyata sehat-sehat dan mempunyai semangat tinggi,” kata Dewi Makes, 45, dan Mila Verani, 41, yang mempunyai anak asuh di Dusun Keranji.

COMMENTS

Name

Beranda Negeri,34,Edukasi,12,Ekologi,55,Ekonomika,45,Inspirasi,34,Jelajah,20,Realitas,16,Riwayat,12,Tekno,11,Tradisi,58,
ltr
item
PeladangKata: Setetes Harapan dari Balik Perbukitan
Setetes Harapan dari Balik Perbukitan
https://4.bp.blogspot.com/-I1yiaUjZwT4/Waq9NamsXjI/AAAAAAAADio/QiRpt7u9-M8cDgmTcjB_bGF8Fnor5fzogCLcBGAs/s200/Ekonomika_Setetes%2BHarapan_1.jpg
https://4.bp.blogspot.com/-I1yiaUjZwT4/Waq9NamsXjI/AAAAAAAADio/QiRpt7u9-M8cDgmTcjB_bGF8Fnor5fzogCLcBGAs/s72-c/Ekonomika_Setetes%2BHarapan_1.jpg
PeladangKata
http://www.peladangkata.com/2010/06/setetes-harapan-dari-balik-perbukitan.html
http://www.peladangkata.com/
http://www.peladangkata.com/
http://www.peladangkata.com/2010/06/setetes-harapan-dari-balik-perbukitan.html
true
1600297275400218305
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy