Sekuntum Anggrek Mengusik Nasionalisme

Chairani Siregar
Upaya menyelamatkan anggrek alam Kalimantan dari ancaman kepunahan kerap mengusik rasa kebangsaannya.

ARIES MUNANDAR

BULBOPHYLLUM medusae baru saja mengakhiri masa berbunga. Kuntum putih dengan rumbai rambut halus berwarna senada dan menjuntai dari ujung mahkota terlihat layu.

Bulbophyllum medusae biasa disebut anggrek medusa atau anggrek rumbai itu merupakan salah satu spesies anggrek endemik Kalimantan dan terancam punah. Tanaman ini banyak diburu kolektor dan penggemar anggrek karena bentuk dan warnanya eksotik.

Anggrek medusa hanya berbunga selama satu hari dan biasanya berlangsung di awal musim penghujan.

“Tanaman ini juga punya nama lain, yakni anggrek rambut ratu ular. Itu mungkin karena bagian bunganya mirip (helaian) rambut manusia,” kata Chairani Siregar.

Medusa salah satu anggrek langka koleksi kesayangan Chairani. Ia yang dikenal sebagai peneliti anggrek mendapatkan induk tanaman itu di Kecamatan Mempawah Hulu, Kabupaten Landak. Anggrek itu kemudian ia kembang biakkan hingga beranak-pinak dan ditempatkan di beberapa pot plastik.

Chairani cukup lama bergelut dengan dunia peranggrekan. Hobi itu semakin ditekuni sejak ia menjadi Ketua Bidang Penelitian Pengembangan dan Konservasi di Perhimpunan Anggrek Indonesia (PAI) Kalimantan Barat pada 2000. Hampir sebagian besar habitat anggrek alam di Kalimantan Barat telah dijelajahi wanita kelahiran Gunungtua, Tapanuli Selatan, Sumatra Utara, ini.

“Sebelumnya, saya hanya berkutat di laboratorium kultur jaringan, mengembangkan berbagai jenis anggrek hibrida,” kata dosen Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura, Pontianak, ini.

Kawasan hutan cagar alam Mandor di Kabupaten Landak menjadi lokasi pertama yang dijelajahi Chairani saat merintis karier sebagai peneliti anggrek endemik Kalimantan. Di lokasi yang berjarak sekitar 80 kilometer dari Pontianak itu, ia menemukan beragam jenis anggrek liar dari kelompok anggrek hitam, dan Dendrobium singkawangense.

Tiga serangkai
Petualangan Chairani mempelajari keanekaragaman anggrek alam tidak hanya berhenti sampai di situ. Ibu dua anak ini juga menjelajahi berbagai belantara di Kalimantan Barat hingga ke perbatasan Malaysia.

Jalanan terjal dan mendaki ia tempuh untuk sampai ke lokasi. Bergonta-ganti kendaraan serta berjalan kaki puluhan kilometer kerap ia lakoni.

Itu pun masih belum cukup karena Chairani harus bergerak cepat saat menelusuri dan menyelamatkan anggrek dari ancaman kepunahan.

“Di Mandor, kami harus berkejaran dengan penambang emas. Mereka membabat pepohonan yang menjadi tempat hidup anggrek. Jadi kami jangan sampai kalah cepat,” kenangnya.

Seluruh hasil perburuan Chairani kemudian diinventarisasi, didokumentasikan, dan dikembangkan di Pontianak. Ada sekitar 300 anggrek spesies yang dikembangkan dan dikoleksi Chairani.

Sebagian besar koleksi tanam an itu dibiarkan tumbuh liar dan menempel di pepohonan di pekarangan rumah. Perlakuan itu sengaja diterapkan agar anggrek alam itu mudah beradaptasi dengan lingkungan sekitar.

“Suasananya harus dikondisikan semirip mungkin dengan habitat alamnya, yakni teduh dan hidup menempel di pohon besar,” jelas penyandang gelar master hortikultura ini.

Ia sering meneliti dan mengembangkan anggrek alam bersama Agustina Listiawati dan Purwaningsih. Kedua peneliti itu adalah mantan mahasiswa Chairani dan kini menjadi rekan sejawatnya di Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura.

Bahkan karena keseriusan mereka terhadap anggrek, Chairani, Agustina, dan Purwaningsih dikenal sebagai tiga serangkai peneliti anggrek spesies Kalimantan Barat. Penelitian bersama mereka kemudian diterbitkan dalam sebuah buku berjudul Anggrek Spesies Kalimantan Barat Volume I.

Buku setebal 284 halaman dan terbitan 2005 itu mengulas 193 spesies anggrek. Buku itu menjadi referensi terlengkap yang membahas keberadaan anggrek alam di Kalimantan Barat. “Buku volume II yang membahas sekitar 300 spesies anggrek lainnya siap diluncurkan. Namun, penertibannya terkendala pendanaan.”

Terusik
Aktivitas Chairani sebagai kolektor dan peneliti anggrek ditunjang posisinya sebagai Kepala Laboratorium Kultur Jaringan di Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura.

Sejumlah proyek penelitian dan pengembangan anggrek alam dikerjakan Chairani beserta timnya di laboratorium tersebut. Seperti saat ini, misalnya, mereka tengah mengembangbiakkan anggrek ekor tikus (Paraphalaenopsis serpentilingua) melalui metode kultur jaringan.

Mengoleksi dan meneliti keanekaragaman anggrek alam memperkaya pengalaman dan wawasan Chairani. Ternyata banyak hikmah serta pengetahuan baru yang didapat selama menggeluti aktivitas peranggrekan. “Pucuk anggrek tebu itu ternyata menjadi pakan orang utan. Jadi, melestarikan anggrek di habitat alam berarti juga menjaga keseimbangan ekosistem,” ujarnya.

Nasionalisme lulusan University of Kentucky, Amerika Serikat, ini, juga kerap terusik ketika menyaksikan praktik penyelundupan anggrek ke Malaysia. Praktik itu tentu saja akan semakin mempercepat kepunahan anggrek alam di Kalimantan Barat. Apalagi spesies langka ini dihargai sangat murah dan tidak sebanding dengan nilai konservasi.

“Ada yang cuma dihargai Rp2.000 per tanaman. Padahal, di Kuching (Malaysia) harganya bisa sampai RM175 (sekitar Rp490 ribu) per tanaman,” ungkap Chairani.

Kegeraman Chairani semakin memuncak saat mengetahui beberapa hasil curian itu dibiakkan di Malaysia dan diekspor ke mancanegara. Malaysia mengklaim anggrek alam tersebut berasal dari kekayaan alam mereka.

Berangkat dari fakta itu, ia pun bertekad akan terus melestarikan dan mengembangkan anggrek alam Kalimantan walaupun telah pensiun sebagai dosen. Tujuannya, agar kekayaan alam ini tidak tergerus zaman dan bisa menjadi warisan dunia. “Anggrek alam di Kalimantan Barat diperkirakan mencapai 2.500-3.000 spesies, sedangkan yang berhasil kami identifikasi baru sekitar 400 spesies,” pungkasnya. 


BIODATA

Tempat Tanggal Lahir: Gunungtua, 8 Februari 1949
Suami: Marzuki Pasaribu
Anak: Salara Devi, dan Khalil Gibran
Pekerjaan: Dosen/peneliti anggrek
Jabatan: Kepala Laboratorium Kultur Jaringan Fakultas Pertanian, Untan

Pendidikan :
  • S-1 Fakultas Pertanian Untan
  • S-2 Horticulture, University of Kentucky, Amerika Serikat

Karier :
  • Dosen Fakultas Pertanian Untan (1977-sekarang)
  • Pembantu Dekan Bidang Akademik Fakultas Pertanian Untan (1990-1994)
  • Kepala Laboratorium Kultur Jaringan Fakultas Pertanian Untan (1990- sekarang)
  • Instruktur Pusat Peningkatan dan Pengembangan Aktivitas Instruksional (PPPAI) Untan

Pengalaman Organisasi:
Ketua Litbang dan Konservasi Perhimpunan Anggrek Indonesia (PAI) Kalimantan Barat

Karya:
  • Anggrek Spesies Kalimantan Barat Volume 1 (2005)
  • Usaha Konservasi Anggrek Ekor Tikus (Paraphalaenopsis sp) asal Kalimantan Barat melalui Teknik Invitro (artikel ilmiah, 2005)
  • Pelestarian Anggrek Hitam (Coelogyne pandurata) secara ex-situ dengan Budi Daya Jaringan (artikel ilmiah, 2006)
  • Entuyut (Nepenthes) asal Kalimantan Barat (2008)
  • Exploration and Inventory of Native Orchid Germplasm in West Borneo Indonesia (artikel ilmiah, 2008)
  • Anggrek Spesies Kalimantan Barat Volume 2 (belum diterbitkan)

COMMENTS

Name

Beranda Negeri,34,Edukasi,12,Ekologi,55,Ekonomika,45,Inspirasi,34,Jelajah,20,Realitas,16,Riwayat,12,Tekno,11,Tradisi,58,
ltr
item
PeladangKata: Sekuntum Anggrek Mengusik Nasionalisme
Sekuntum Anggrek Mengusik Nasionalisme
https://1.bp.blogspot.com/-g6tvne7QiPU/Waq8eplrSUI/AAAAAAAADig/fntgQPA641YL6T4ENY7_ZQJzwneUR6z8ACLcBGAs/s200/Inspirasi_Chairani.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-g6tvne7QiPU/Waq8eplrSUI/AAAAAAAADig/fntgQPA641YL6T4ENY7_ZQJzwneUR6z8ACLcBGAs/s72-c/Inspirasi_Chairani.jpg
PeladangKata
http://www.peladangkata.com/2011/03/sekuntum-anggrek-mengusik-nasionalisme.html
http://www.peladangkata.com/
http://www.peladangkata.com/
http://www.peladangkata.com/2011/03/sekuntum-anggrek-mengusik-nasionalisme.html
true
1600297275400218305
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy