Camar Bulan Mencari Induknya

Sengketa Tapal Batas
Wilayah Camar Bulan seharusnya menjadi bagian teritorial Indonesia. Namun, atas kebaikan Indonesia, kini wilayah itu dibagi dengan Malaysia.

ARIES MUNANDAR

SUATU pagi di Dusun Camar Bulan, sebuah keriuhan terjadi di warung minuman di sudut perkampungan. Para pengunjung terlibat diskusi serius tapi santai. Mereka membicarakan isu pencaplokan wilayah dusun mereka oleh Malaysia.

‘’Warung ini menjadi semacam pusat informasi. Warga saban pagi dan sore selalu berkumpul di sini,’’ kata Asman, 39, pemilik warung yang juga menyediakan kebutuhan pokok itu.

Suasana serupa juga terlihat di warung minuman di samping warung milik Asman. Kedua warung itu hanya dipisahkan oleh jalan perkampungan selebar 2 meter. Sambil menyeruput minuman dan mencomot penganan, pengunjung pun asyik membincangkan dusun mereka.

Dusun yang berada di Desa Temajuk, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, tersebut belakangan ini mendadak populer. Cerita mengenai dusun berpenduduk 176 keluarga itu kerap menghiasi pemberitaan di media massa. Terdapat 1.499 hektare kawasan di Camar Bulan dicaplok Malaysia, begitu berita yang dirilis di sejumlah media massa.

Pemberitaan itu pun tidak luput dari pengamatan warga setempat. Mereka menyaksikannya melalui siaran televisi nasional, yang intens mengabarkan perkembangan terbaru mengenai Camar Bulan.

Sinetron menjadi tayangan favorit warga. Namun, sejak isu Camar Bulan menghangat, warga pun mengalihkan perhatian mereka ke program pemberitaan.

‘’Saat sinetron menayangkan iklan, tontonan dialihkan ke berita. Jadi, selang-seling,’’ kata Hamadi, 39, salah seorang warga, sambil menyeruput kopi.

Warga biasanya beramai-ramai menyaksikan acara televisi di warung atau di rumah tetangga. Sebab, tidak semua warga memiliki pesawat televisi.

Pencaplokan
Dugaan pencaplokan wilayah Camar Bulan oleh Malaysia pertama kali dihembuskan Gubernur Kalimantan Barat Cornelis sekitar awal Oktober. Ia berang karena kawasan seluas 1.499 ha di Camar Bulan masuk peta teritorial Malaysia dan dianggap sebagai wilayah Kampung Telok Serabang, Serawak.

Isu itu terus bergulir hingga ke Jakarta. Adalah TB Hasanuddin, anggota DPR yang pertama kali dan getol mempersoalkan masalah itu. Anggota Komisi I dari Fraksi PDIP itu mencibir pemerintah karena dianggap tidak mampu menjaga wilayah kedaulatan Indonesia. (BACA: Menuntut Ilmu di Sekolah Reyot

Kawasan yang diklaim Malaysia itu berada di sepanjang patok tipe D bernomor A.88 hingga A.156. Patok itu diduga bergeser sejauh 3,3 kilometer ke arah wilayah Indonesia. Akibatnya, kawasan seluas 1.499 ha yang semula masuk wilayah Indonesia akhirnya menjadi wilayah Malaysia.

Tidak hanya itu, pergeseran patok batas juga mengakibatkan Indonesia harus kehilangan wilayah seluas 8 ha di Tanjung Datu.

‘’Patok sebenarnya berada 3,3 kilometer dari patok saat ini. Tetapi, Pangdam Tanjungpura bilang itu bukan patok, melainkan adukan (bongkahan) semen sisa pembuatan patok,’’ jelas Kepala Desa Temajuk Mulyadi.

Isu pencaplokan wilayah kontan membuat para petinggi, baik di pusat maupun di daerah, kelabakan. Pejabat militer dan sipil pun silih berganti mengunjungi Camar Bulan untuk memastikan kebenaran berita itu. (BACA: Jalur Maut di Kawasan Pendaratan Penyu)

‘’Setelah diukur ulang, titik koordinat sesungguhnya berada di patok yang ada saat ini. Tidak ada yang bergeser,’’ tegas Wakil Ketua Komisi II Hakam Naja, seusai meninjau patok A.104, Sabtu (15/10).

Setelah ditelusuri, polemik batas wilayah itu ternyata bermuara pada hasil pertemuan di Kinabalu, Malaysia, pada 1975 dan di Semarang, Jawa Tengah, pada 1978.

Pemerintah Indonesia dan Malaysia dalam pertemuan itu menyepakati penentuan koordinat batas wilayah di Camar Bulan tidak menggunakan metode divide watershed. Alasannya, wilayah tersebut bertopografi landai atau datar.

Divide watershed merupakan metode penentuan titik koordinat berdasarkan pemisah air. Metode itu jamak digunakan dalam penentuan batas wilayah daratan antara Indonesia dan Malaysia.

Berdasarkan ketentuan itu, seluruh wilayah Camar Bulan seharusnya masuk ke wilayah Indonesia, seperti tertuang dalam Traktat London pada 1824 dan peta buatan Belanda pada 1891.

Namun, penggunaan metode divide watershed dianulir sehingga kawasan seluas 1.499 ha di Camar Bulan, yang semula menjadi wilayah Indonesia, akhirnya masuk bagian teritorial Malaysia.

‘’Wilayah Camar Bulan bukan dicaplok Malaysia, melainkan diserahkan secara sukarela oleh pemerintah Indonesia,’’ sindir Cornelis saat dalam perjalanan menuju Camar Bulan bersama-sama dengan anggota DPR RI.

Dari perjanjian itulah para anggota DPR menilai peristiwa di Kinabalu dan Semarang sangat merugikan Indonesia sehingga perlu ditinjau ulang. Mereka meminta agar tapal batas kedua negara dikembalikan seperti hasil Traktat London dan peta zaman Belanda.

Polemik penentuan tapal batas itu membingungkan warga setempat. Mereka tidak paham dengan penentuan koordinat yang merupakan titik maya atau semu tersebut.

‘’Dahulu kami disuruh pemerintah mengolah lahan agar tidak dicaplok Malaysia. Ternyata kawasan itu sekarang dianggap sebagai wilayah Malaysia. Mana yang benar?’’ keluh Asman.   LANJUT KE: Tetap Bersaudara di Tengah Konflik Tapal Batas

COMMENTS

Name

Beranda Negeri,34,Edukasi,12,Ekologi,55,Ekonomika,45,Inspirasi,34,Jelajah,20,Realitas,16,Riwayat,12,Tekno,11,Tradisi,58,
ltr
item
PeladangKata: Camar Bulan Mencari Induknya
Camar Bulan Mencari Induknya
https://2.bp.blogspot.com/-1gvtdqTf2aM/WMmjrUyFhqI/AAAAAAAADHI/-MqJRuV3UEU0I3bPKoGvoMQd_mTQZyl-wCLcB/s200/Beranda%2BNegeri_Penyeberangan%2BTemajuk.JPG
https://2.bp.blogspot.com/-1gvtdqTf2aM/WMmjrUyFhqI/AAAAAAAADHI/-MqJRuV3UEU0I3bPKoGvoMQd_mTQZyl-wCLcB/s72-c/Beranda%2BNegeri_Penyeberangan%2BTemajuk.JPG
PeladangKata
http://www.peladangkata.com/2011/11/camar-bulan-mencari-induknya.html
http://www.peladangkata.com/
http://www.peladangkata.com/
http://www.peladangkata.com/2011/11/camar-bulan-mencari-induknya.html
true
1600297275400218305
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy