Sajian untuk Dewa Tungku

Kue keranjang terbuat dari bahan yang sangat sederhana. Namun, pengerjaannya membutuhkan waktu lama dan sarat dengan berbagai pantangan.

Aries Munandar

HAMPIR sebulan ini keluarga Tan Ngen Cuan, 82, sibuk menjalani bisnis musiman. Pesanan dari berbagai daerah terus berdatangan sehingga mereka nyaris tidak sanggup memenuhinya.

"Tadi ada yang datang dan langsung mau membeli tapi kami tolak. Sebab, kami  mendahulukan pesanan orang," kata Acai,52, putera Tan Ngen Cuan, Selasa (17/1).

Tan Ngen Cuan alias Acuan adalah salah seorang perajin kue keranjang di Pontianak, Kalimantan Barat. Usaha rumahan ini sudah ditekuninya lebih dari 40 tahun. Ia memperoleh keterampilan membuat kue keranjang dari neneknya.

Acuan dibantu oleh lima anggota keluarganya. Mereka memanfaatkan dapur dan pelataran samping rumah Acuan di Gang Syukur III sebagai tempat memproduksi kue keranjang. Selain ke berbagai daerah di Kalimantan Barat, produk mereka dipasarkan hingga ke Jakarta.

Usaha pembuatan kue keranjang tersebut hanya beroperasi setahun sekali, yakni menjelang perayaan Imlek. Setiap tahun keluarga Acuan selalu tidak sanggup memenuhi permintaan pelanggan. Hingga sepekan menjelang Imlek tahun ini masih terdapat 40 pesanan yang harus dikerjakan.

Puluhan lembar nota pesanan tersebut digantung pada bentangan tali di salah satu sudut dapur. Nota yang ditulis dengan huruf kanji itu berisikan nama pemesan dan waktu pengambilan pesanan.

"Sampai saat ini sudah hampir 3 ton kue keranjang yang kami buat. Meningkat sedikit daripada tahun lalu yang sekitar 2 ton," ungkap Acai yang biasanya berjualan nasi kuning.

Sekitar 3 ton ketan dan 1 ton gula pasir mereka habiskan untuk memproduksi 3 ton kue keranjang tersebut. Kebutuhan bahan itu diperkirakan masih terus bertambah karena Acuan baru akan menutup usahanya pada tiga hari sebelum perayaan Imlek.

Pantangan
Kue keranjang berbentuk bulat memanjang dengan diamater 8-9 sentimeter dan tinggi 5-7 sentimeter serta berat sekitar 0,5 kilogram. Pembuatan kue ini dahulu menggunakan keranjang bambu sebagai cetakan sehingga dinamakan kue keranjang. 

Bahan dasar pembuatan kue keranjang sangat sederhana, yakni berupa campuran tepung ketan dan gula pasir. Namun, proses pengerjaannya sangat lama sehingga pembuatnya harus sabar dan telaten. 

Adapun proses pembuatan kue keranjang, yakni pertama, campuran tepung ketan dan gula pasir dimasak serta diaduk hingga mengental dan menjadi adonan. Proses ini biasanya memakan waktu 3-4 jam. 

Setelah itu, adonan dimasukan satu per satu ke cetakan untuk dikukus hingga matang selama 10-12 jam. Setelah matang, kue didinginkan secara alami selama 1-2 jam sebelum dikeluarkan dari cetakan.

Acuan menggunakan tepung ketan hasil gilingan sendiri. Ini untuk menjaga kualitas dan cita rasa kue keranjang bikinannya. Ia juga tidak mengunakan pewarna buatan dan pengawet. Kendati demikian kue tersebut mampu bertahan hingga berminggu-minggu. 

"Kehalusan gilingan (ketan) bisa diatur. Kalau diupahkan atau menyuruh orang lain, bisa sembarangan," ujar kakek 40 cucu itu.  

Acuan memproduksi dua jenis kue keranjang, yakni kue keranjang yang terbuat dari ketan hitam dan ketan putih. Kue keranjang dari ketan hitam baru dipasarkan sejak tiga tahun lalu dengan harga Rp25 ribu per kilogram, sedangkan dari ketan putih Rp19 ribu per kilogram.

"Supaya ada pilihan (rasa). Tapi, pembeli tetap lebih suka yang ketan putih. Mungkin karena sudah terbiasa memakannya," jelas Acai.

Berdasarkan tradisi warga Tionghoa di Kalimantan Barat, pembuatan kue keranjang sarat dengan berbagai pantangan. Di antaranya, proses pembuatan tidak boleh dilihat atau dikunjungi oleh pembeli yang habis melayat orang meninggal dunia. Begitupula, wanita sedang datang bulan, dilarang mengunjungi tempat pembuatan. Apalagi ikut membantu proses pembuatan kue.

Selain itu, perlengkapannya pun hanya boleh digunakan setahun sekali dan khusus untuk membuat kue keranjang. Berbagai pantangan tersebut hingga kini masih ditaati para perajin. "Kalau (pantangan) dilanggar, kuenya tidak akan pernah jadi. Tidak bisa mengeras atau warnanya tetap putih," ungkap Acuan.

Dewa Tungku 
Kue keranjang selain dikonsumsi, juga menjadi bahan perlengkapan sembahyang warga Tionghoa saat imlek. XF Asali dalam buku Aneka Budaya Tionghoa Kalimantan Barat menyebut tradisi membuat kue keranjang berkaitan dengan legenda Dewa Tungku. Legenda tersebut berkembang di daratan Tiongkok dan menyebar hingga ke Indonesia. 

Asali mengisahkan masyarakat Tiongkok saat itu meyakini setiap anglo atau tungku yang menjadi tempat mereka memasak sehari-hari di dapur dijaga seorang dewa.

Dewa tungku ini merupakan utusan tuhan atau raja surga. Ia ditugasi mengawas aktivitas manusia di dapur setiap hari. Pengawasan tersebut akan dilaporkan ke raja surga setiap menjelang akhir tahun berdasarkan penanggalan imlek. 

Supaya Dewa Tungku tidak melaporkan berita buruk kepada raja surga, seluruh warga  bersepakat menyajikan kue keranjang. Kue ini dipilih karena bertekstur kenyal dan lengket saat dimakan, sehingga dewa tersebut diharapkan tidak akan banyak berbicara saat menghadap raja surga.

'Saat melapor, ia akan teringat dengan kue keranjang yang berasa manis itu sehingga laporannya pun berisikan (berita) yang manis-manis,' tulis sesepuh warga Tionghoa Kalimantan Barat tersebut.   lihat juga di sini

COMMENTS

Name

Beranda Negeri,34,Edukasi,12,Ekologi,55,Ekonomika,45,Inspirasi,34,Jelajah,20,Realitas,16,Riwayat,12,Tekno,11,Tradisi,58,
ltr
item
PeladangKata: Sajian untuk Dewa Tungku
Sajian untuk Dewa Tungku
https://2.bp.blogspot.com/-mWZgmA2fiQE/WJB4fi17DKI/AAAAAAAACZI/I44FQZcIURg9HmlyUnvIjjEqNB2OE-V_QCLcB/s200/Proses%2Bpelabelan%2Bkue%2Bkeranjang%2B%2528foto%2B3%2Bdari%2B5%2Bfoto%2529.jpg
https://2.bp.blogspot.com/-mWZgmA2fiQE/WJB4fi17DKI/AAAAAAAACZI/I44FQZcIURg9HmlyUnvIjjEqNB2OE-V_QCLcB/s72-c/Proses%2Bpelabelan%2Bkue%2Bkeranjang%2B%2528foto%2B3%2Bdari%2B5%2Bfoto%2529.jpg
PeladangKata
http://www.peladangkata.com/2012/01/sajian-untuk-dewa-tungku.html
http://www.peladangkata.com/
http://www.peladangkata.com/
http://www.peladangkata.com/2012/01/sajian-untuk-dewa-tungku.html
true
1600297275400218305
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy