Ketika Solar Datang Dua Minggu Sekali

Amin Ben-Gas
Tanpa gembar-gembor, konversi solar ke gas sudah mulai dilakukan nelayan dan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya. Itu bermula dari inovasi perahu milik seorang warga.

ARIES MUNANDAR

SEBUAH perahu motor melesat di muara Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Panjang kendaraan itu 6 meter dengan lebar sekitar 1,5 meter.

Angin yang berhembus kencang, sore dua pekan lalu itu, membuat perahu tradisional tersebut meliuk-liuk dipermainkan gelombang. Namun, dua penumpang dan seorang juru mudi tetap tenang melajukannya.

Kecepatan perahu konstan saat menyusuri perairan di perkampungan nelayan. Selintas tidak ada yang aneh dengan perahu milik Amin, 42. Bentuk, kecepatan, dan fungsinya sama persis dengan perahu kebanyakan.

Yang membuatnya berbeda ialah bahan bakar penggerak motor perahu. Bukan solar atau premium yang dipakai. Amin merekayasa mesinnya sehingga bisa digerakkan dengan bahan bakar gas alias elpiji.

Tanpa bermaksud jemawa, sang penemu mengklaim perahunya merupakan yang pertama di Indonesia yang digerakkan dengan elpiji. “Saya sudah mencari di internet dan belum pernah ada perahu motor berbahan bakar elpiji di Indonesia,” kata Amin.

Perahu motor itu telah dua kali diuji coba. Pertama dilakukan di Sungai Kapuas pada pertengahan Maret, dan terakhir di muara Sungai Kakap. 

Dua kali uji coba, perahu dikemudikan Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan. “Saya mengemudikannya hanya sebentar, sekitar 30 menit. Hanya untuk memastikan perahu ini layak dan aman digunakan,” kata Muda.

Sebelum dijajal sang bupati, Amin sudah meluncurkan perahu motor itu ke rute Sungai Raya-Sungai kakap selama 2,5 jam.

Tujuannya untuk menguji kemampuan dan ketahanan mesin. Hasilnya, mesin perahu mampu beroperasi normal selayaknya mesin berbahan bakar minyak.

Menurut Amin, serangkaian uji coba dilakukan untuk menyempurnakan fungsi mesin. Selain itu, ia juga ingin memastikan eksperimen tersebut bisa diterapkan pada mesin berkapasitas lebih besar.

“Pada uji coba pertama digunakan mesin berkapasitas 160 CC, dan uji coba kedua 200 CC,” ujarnya.

Lebih hemat
Tidak banyak perubahan atau modifi kasi yang dilakukan Amin pada mesin temuannya. Ia hanya menambahkan satu komponen khusus berupa mixer pada mesin asalnya. 

Komponen itu berfungsi sebagai pencampur gas dan udara untuk menggerakkan mesin. Onderdil dibuat dari kuningan, besi, atau aluminium.

Berdasarkan pertimbangan ekonomis dan keamanan, Amin memilih aluminium sebagai bahan baku komponen. Alasannya, bahan tersebut tahan terhadap korosi. Selain itu, tidak berpotensi menimbulkan percikan api yang bisa mengakibatkan kebakaran pada mesin.

Modifikasi lain dilakukan dengan menempatkan dua tabung elpiji 3 kilogram, lengkap dengan slang dan regulator. Itu berfungsi menyuplai gas sebagai bahan bakar.

Penempatan dua tabung bertujuan agar bahan bakar bisa dipasok secara bergantian. “Kalau waktu tempuhnya hanya 1-5 jam, cukup menggunakan satu tabung,” jelas pria kelahiran Pontianak itu.

Sebagai cadangan, mesin modifikasi ini tetap menggunakan tangki minyak dan karburator. Saat motor kehabisan atau kesulitan pasokan elpiji, perahu dapat dioperasikan dengan menggunakan BBM. Karena itu, mesin juga dilengkapi katup pengatur aliran bahan bakar.

Perahu motor elpiji lebih ra-mah lingkungan. Tidak banyak gas buang yang dihasilkan. Selain itu, penggunaan elpiji juga lebih hemat dari segi biaya.

Karena hemat energi, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya berencana memproduksi perahu motor itu secara massal.

“Ini sebuah iktikad baik. Memberikan solusi untuk meringankan beban masyarakat, terutama golongan ekonomi lemah,” tegas Bupati.

Sebagai langkah awal, pemkab akan membagikan secara gratis dua perahu motor ke setiap desa. Untuk membiasakan warga menggunakan elpiji.

Program tersebut diyakini memiliki daya ungkit untuk menggerakkan perekonomian warga. Maklum, sebagian besar wilayah Kubu Raya dikelilingi perairan sehingga moda transportasi air masih menjadi andalan warga saat bepergian atau beraktivitas lain.

Muda menambahkan, pihaknya juga tengah mengkaji kemungkinan konversi BBM ke elpiji untuk kapal nelayan tradisional. Prioritas utama ialah kapal berukuran kecil di bawah 30 gross ton.

Program itu mendesak untuk segera digulirkan karena selama ini nelayan selalu kesulitan mendapatkan solar bersubsidi. Padahal, kuota solar untuk nelayan di Kubu Raya telah ditambah sebesar 500 kiloliter sejak tahun lalu.

COMMENTS

Name

Beranda Negeri,34,Edukasi,12,Ekologi,55,Ekonomika,45,Inspirasi,34,Jelajah,20,Realitas,16,Riwayat,12,Tekno,11,Tradisi,58,
ltr
item
PeladangKata: Ketika Solar Datang Dua Minggu Sekali
Ketika Solar Datang Dua Minggu Sekali
https://3.bp.blogspot.com/-v44s-lL2R0k/WJ8rh2gRFvI/AAAAAAAACv0/FpxETgShIygDLLgl8Naz-z-Vc1xmNrHWACLcB/s200/Tekno_ABG.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-v44s-lL2R0k/WJ8rh2gRFvI/AAAAAAAACv0/FpxETgShIygDLLgl8Naz-z-Vc1xmNrHWACLcB/s72-c/Tekno_ABG.jpg
PeladangKata
http://www.peladangkata.com/2012/04/ketika-solar-datang-dua-minggu-sekali.html
http://www.peladangkata.com/
http://www.peladangkata.com/
http://www.peladangkata.com/2012/04/ketika-solar-datang-dua-minggu-sekali.html
true
1600297275400218305
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy