Masa Suram Madu Danau Sentarum

Kelangsungan usaha madu hutan masyarakat Danau Sentarum kini terancam akibat kebakaran hutan dan anomali cuaca.

 ARIES MUNANDAR

API yang berulang kali membara di Danau Sentarum membawa keresahan ganda pada Ade Jumhur. Bukan saja miris melihat sekitar 200 hektare hutan di Taman Nasional di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, itu hangus, Kepala Desa Semalah, Kecamatan Selimbau, ini risau memikirkan kelanjutan produksi madu hutan masyarakatnya.

Kecamatan Selimbau merupakan salah satu daerah Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS) yang ikut dilanda tiga kebakaran besar pada Juni hingga Juli 2012. "Lebah hutan sangat sensitif terhadap asap sehingga mereka lari," ujar Ade, beberapa waktu lalu.

TNDS yang mencapai luas 132 ribu hektare serta beberapa wilayah di sekitarnya dikenal sebagai penghasil madu. Usaha tersebut dilakukan turun-temurun sejak zaman kerajaan dan menjadi mata pencaharian sampingan selain menangkap ikan di Danau Sentarum.

Kini terdapat sekitar 273 pengumpul madu di TNDS. Mereka terdiri dari 16 kelompok, yang disebut periau. Total produksi yang mereka hasilkan saat panen raya mencapai 20-30 ton per tahun.

Bukan saja produksi yang cukup berlimpah, kualitas madu pun diakui ahli lebah dunia. Ade menuturkan, saat ahli lebah Stephen Peterson datang ke TNDS, pria asal Amerika Serikat itu menyebut madu wilayah itu sebagai yang terbaik di dunia.

Pengelolaan lestari
Tidak berhenti di situ, madu TNDS juga unggul karena produk yang organik dan pengelolaan yang lestari. Keunggulan itu terutama dimiliki madu produksi Asosiasi Periau Danau Sentarum (APDS).

Dibentuk pada 21 Juli 2006, asosiasi yang terdiri dari beberapa periau itu menjadi yang pertama di Indonesia yang mampu mengantongi Sertifikat Organik untuk madu hutan dari BIOCert. Lembaga sertifikasi dan inspeksi produk organik dan ekososial tersebut berafiliasi dengan Organisasi Pertanian Organik Internasional (IFOAM).

Madu yang diolah periau bebas dari pestisida atau zat kimia lain karena lebah penghasil madu hanya memakan sari bunga dari tumbuhan liar di hutan.

Tumbuhan yang menjadi sumber pakan lebah tersebut, antara lain masung (Syzygium clauviflora), putat (Barringtonia acutangula), kawi (Shorea belangeran), dan akar libang (Monocarpus sp).

Dalam soal konservasi, keunggulan APDS diganjar penghargaan dari konferensi Madhu Duniya, di Araku, India, pada 2007. APDS dinilai sebagai pionir dalam usaha pengembangan lebah hutan dan konservasi.

Kelestarian produksi madu hutan oleh APDS juga diakui Aliansi Organis Indonesia (AOI) yang mengampanyekan produk organik di daerah tersebut. "Setiap anggota periau berkewajiban menjaga kelestarian hutan sebagai tempat hidup dan sumber pakan lebah," kata anggota luar biasa AOI Lorens.

Proses pengumpulan madu hutan dimulai dengan pembuatan sarang lebah hutan (Apis dorsata) dari dahan pohon tembesu yang sudah mati. Sarang lebah tersebut dinamakan tikung.

Panen madu dilakukan setelah koloni lebah berkumpul di tikung dan menyerupai piramida terbalik. Pengelolaan yang lestari dilakukan dengan hanya mengambil bagian kepala madu yang terdapat di tikung. Anak madu yang menjadi sarang anak lebah dibiarkan sehingga populasi lebah setelah madu dipanen tetap terjaga.

Kelangsungan populasi lebah sangat penting karena mereka berfungsi sebagai penjaga ekosistem hutan. "Tumbuhan dapat berkembang biak karena penyerbukan bunga oleh lebah," tukas Lorens.

Pasrah
Ironisnya, kini usaha yang telah mendapat pengakuan hijau dari dunia internasional itu di ambang kebangkrutan. Ade menuturkan produksi madu terus menyusut hingga 90% dalam tiga tahun terakhir. Jika dahulu tiap pengumpul dapat meraih 100 kg madu per panen, kini tiap orang rata-rata hanya 10 kg madu per panen.

Penurunan produksi itu dirasakan akibat perubahan cuaca yang membuat siklus hidup tumbuhan di hutan juga bergeser. Sumber pakan para lebah berbunga di luar musim.

"Saat musim bunga, lebahnya tidak ada. Sebaliknya, saat musim lebah, bunganya yang tidak ada," ujar Ade yang juga aktivis lingkungan Yayasan Kaban.

Kepala Subtata Usaha Balai TNDS Budi Suryansyah menjelaskan, lebah di TNDS memang merupakan populasi yang bermigrasi dari Thailand. Migrasi yang terjadi setiap tahun itu untuk mencari pakan saat musim berbunga.

"Mereka bermigrasi saat bunga-bunga di hutan TNDS mekar. Setelah itu, mereka kembali lagi ke Thailand saat hutan di sana memasuki musim berbunga," jelas Budi. Sayang, kedatangan lebah di TNDS kini tidak lagi disambut bunga-bunga yang bermekaran.

Meski masyarakat bersikap pasrah terhadap ancaman kebangkrutan, Lorens berpendapat ada cara-cara yang bisa dilakukan untuk menyelamatkan perekonomian masyarakat lokal tersebut. Menurutnya, pengembangan alternatif sumber pakan alami lebah hutan dapat dilakukan sehingga produksi madu di TNDS tetap berjalan.

Namun, tentunya pengembangan pakan baru itu membutuhkan dukungan pemerintah, baik Unit Pelaksana Teknis TNDS maupun Badan Litbang dari Kementerian Kehutanan.

COMMENTS

Name

Beranda Negeri,34,Edukasi,12,Ekologi,55,Ekonomika,45,Inspirasi,34,Jelajah,20,Realitas,16,Riwayat,12,Tekno,11,Tradisi,58,
ltr
item
PeladangKata: Masa Suram Madu Danau Sentarum
Masa Suram Madu Danau Sentarum
https://3.bp.blogspot.com/-MPvICvwH2pE/WI9Y5kM0RFI/AAAAAAAACTk/ClQDRsWGxgEPpxcvDIXJmbOlcM32Pb1ywCLcB/s200/Lebah.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-MPvICvwH2pE/WI9Y5kM0RFI/AAAAAAAACTk/ClQDRsWGxgEPpxcvDIXJmbOlcM32Pb1ywCLcB/s72-c/Lebah.jpg
PeladangKata
http://www.peladangkata.com/2012/08/masa-suram-madu-danau-sentarum.html
http://www.peladangkata.com/
http://www.peladangkata.com/
http://www.peladangkata.com/2012/08/masa-suram-madu-danau-sentarum.html
true
1600297275400218305
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy