Menyelisik Flora Endemis nan Eksotis

Tumbuhan liar dengan aneka rupa, aroma, dan rasa membuatnya terpukau. Ia pun lantas melestarikannya.

ARIES MUNANDAR

SEPASANG biji kering tergeletak di meja ruang tamu di kediaman Laurensius Tatang, 45. Satu di antara biji tersebut dibelah melintang sehingga terlihat jelas rongga bersekat tiga di dalamnya.

“Isinya sudah saya keluarkan. Bentuknya seperti serbuk dan berwarna putih,” kata Tatang, Sabtu (28/7).

Biji tersebut berasal dari pohon bangiratn atau balangiran. Tatang memperolehnya saat berkunjung ke Kampung Bangiratn di Kabupaten Landak,Kalimantan Barat, beberapa hari sebelumnya.

Pohon bangiratn berduri dan mirip rengas. Bentuk buahnya menyerupai kakao dan berwarna cokelat sawo. Tinggi pohon itu bisa mencapai 20 meter.

Pohon tersebut tumbuh liar di hutan Kampung Bangiratn. Warga setempat biasa memanfaatkan isi atau bagian dalam biji pohon itu sebagai pengganti santan kelapa.

Tumbuhan yang diabadikan menjadi nama kampung itu termasuk jenis flora langka. “Hanya tersisa lima pohon bangiratn di kampung yang berada di Desa Kumpang Tengah, Kecamatan Sebangki,” ujar Tatang.

Hutan yang semakin tergerus dan tumbuhan yang belum dibudidayakan menjadi penyebab kelangkaan. Selain itu, masa dormansi benih yang mencapai tiga tahun menghambat perbanyakan alami tumbuhan itu.

“Masa dormansi bisa dipersingkat dengan mengikis permukaan bijian,” ujar Tatang, yang berencana memperbanyak bangiratn.

Buah eksotis
Bergelut dengan flora langka bukan pengalaman baru bagi Tatang. Sebelumnya, ia juga meneliti dan mengonservasi beraneka tumbuhan endemis di Kalimantan Barat. Aktivitas itu dilakukannya sejak 17 tahun lalu.

Tatang kerap keluar-masuk kampung untuk menginventarisasi dan mengidentifikasi tumbuhan langka. Banyak pengalaman dan pengetahuan baru yang diperoleh alumnus Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura tersebut selama meneliti.

“Beberapa tumbuhan dan buah yang saya jumpai sangat eksotis; warna, aroma, rasa maupun bentuknya,” ungkap bapak beranak dua itu.

Ia mencontohkan kelawit, yakni satu di antara jenis durian yang tumbuh di kawasan timur dan selatan Kalimantan Barat. Kelawit beraroma lebih wangi daripada kebanyakan durian.

Jenis durian lainnya yaitu durian kura-kura. Dinamakan demikian karena buahnya yang gugur menjadi santapan kura-kura. Setiap dahannya dipenuhi deretan buah.

“Durian ini cocok untuk tanaman hias, atau mungkin bisa dijadikan batang bawah untuk okulasi,” jelas suami Cesellina itu.

Beberapa jenis durian yang dijumpai Tatang di hutan juga memiliki tekstur dan warna daging buah beragam. Dari bertekstur lunak dan legit hingga berwarna kuning dan merah menyala. Keanekaragaman serupa juga terdapat pada rambutan.

Hutan di Kalimantan Barat juga ditumbuhi matoa atau biasa disebut kase. Matoa selama ini dikenal sebagai tanaman yang berasal dari pedalaman Papua.

Sumber pangan
Selain buah-buahan, hutan di Kalimantan Barat kaya tumbuhan yang berpotensi sebagai pengobatan dan tanaman pangan.

Salah satu tumbuhan obat itu adalah bengkong panjok yang berguna mengobati disentri dan serami untuk batu ginjal. Kemudian, adapula bemban untuk sakit mata dan gelinggang untuk penyakit kulit dan selulit.

Sementara untuk tanaman pangan terdapat senduwa, yakni jenis padi yang dapat hidup di lahan kering maupun basah. Senduwa di panen saat berusia tiga bulan.

Sekitar 40 jenis tumbuhan lokal yang terancam punah tersebut ditangkar di kebun pembibitan di Kecamatan Mandor, Kabupaten Landak. Kebun itu milik Pancur Kasih, perkumpulan yang menaungi lembaga tempat Tatang bekerja.

Kegiatan serupa juga dilakukan Tatang di lahan miliknya di Kecamatan Balai Bekuak, Kabupaten Ketapang, dan di pekarangan rumah di Pontianak.

“Tanaman di rumah tinggal sedikit karena banyak diminta dan dibagi ke orang,” ujarnya sembari tersenyum.

Penelitian mengenai tumbuhan lokal yang dilakukan Tatang telah dipublikasikan dalam Kalimantan: Bumi yang Kaya Makanan. Buku itu diterbitkan Institut Dayakologi pada 2000.

Buku itu memuat penelitian Tatang bersama enam peneliti lainnya. Mereka mengidentifikasi tumbuhan lokal di Desa Raba dan Desa Nangka di Kabupaten Landak, serta Desa Tanggerang di Ketapang. Diketahui ada 398 jenis tumbuhan lokal yang dapat dikonsumsi. Di antaranya 201 jenis buah, 132 jenis sayuran, 24 jenis umbi-umbian, dan 29 jenis jamur.

Sekitar separuh atau 219 dari 398 jenis tumbuhan itu belum dibudidayakan atau tumbuh liar di berbagai vegetasi. Selain itu, 183 jenis buah, 112 jenis sayuran, dan 7 jenis jamur merupakan spesies endemis.


Biodata

Nama: Laurensius Tatang
Tempat, Tanggal Lahir: Pahauman, Kabupaten Landak, 2 Maret 1967
Profesi: Pekerja LSM/peneliti
Pendidikan: S-1 Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura, Pontianak
Istri: Cesellina
Anak: 1. Juliany Wella Prastika
          2. Agustinus Bryan Oneal Depaba

Karier:
1. Pemberdayaan Pengelolaan Sumber Daya Alam Kerakyatan (2005-sekarang)
2. Pendidikan Kritis (2003-2005)
3. Gerakan Pemberdayaan Pancur Kasih (2003)
4. Program Pemberdayaan Sistem Hutan Kerakyatan (2002-2003)
5. Pengembangan Ekonomi Kerakyatan (2001-2002)
6. Etno Agro Forest (1999-2001)
7. Institut Dayakologi (1995-1999)

Organisasi:
1. Sawit Watch
2. Kelompok Kerja Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Kalimantan Barat
3. Koalisi Masyarakat Sipil untuk Tata Ruang yang Adil dan Berkelanjutan Kalimantan Barat

Publikasi:
1. Perkawinan Dayak Mualang, 1999
2. Kalimantan: Bumi yang Kaya Makanan, 2000
3. Kearifan Masyarakat Adat Suku Barai dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam, 2009
4. Kearifan Masyarakat Adat Kanayatn Kampung Angkabakng Sekitar Bukit Samahung dan Pengelolaan Sumber Daya Alamnya (belum diterbitkan)

COMMENTS

Name

Beranda Negeri,34,Edukasi,12,Ekologi,55,Ekonomika,45,Inspirasi,34,Jelajah,20,Realitas,16,Riwayat,12,Tekno,11,Tradisi,58,
ltr
item
PeladangKata: Menyelisik Flora Endemis nan Eksotis
Menyelisik Flora Endemis nan Eksotis
https://1.bp.blogspot.com/-DKS8xP7M53M/WJB6crILgvI/AAAAAAAACZw/5NMxC5M3vQ8mn2BpqM9wl8s60yxRgSW1wCLcB/s200/Tatang%2BI.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-DKS8xP7M53M/WJB6crILgvI/AAAAAAAACZw/5NMxC5M3vQ8mn2BpqM9wl8s60yxRgSW1wCLcB/s72-c/Tatang%2BI.jpg
PeladangKata
http://www.peladangkata.com/2012/08/menyelisik-flora-endemis-nan-eksotis.html
http://www.peladangkata.com/
http://www.peladangkata.com/
http://www.peladangkata.com/2012/08/menyelisik-flora-endemis-nan-eksotis.html
true
1600297275400218305
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy