Budayawan Penyaksi Sejarah

Pendapat dan keilmuannya menjadi rujukan penelitian serta penulisan tentang Tionghoa di Kalimantan Barat.

ARIES MUNANDAR

USIANYA sudah tidak muda lagi, tapi ia tetap energik dan berstamina prima. Saat ditemui beberapa waktu lalu, kakek 11 cucu itu  baru pulang dari lawatan ke Eropa.

Tidak tampak gurat kelelahan di wajahnya atau keluhan lelah setelah menempuh perjalanan jauh tersebut. Kunjungan ke Eropa itu justru membangkitkan kembali semangat kerja lelaki 80 tahun ini.

Keseharian Xaverius Fuad Asali, yang karib disapa XF Asali, selalu disibukkan dengan urusan bisnis. Ia adalah pemilik sekaligus pemimpin distributor sarana produksi pertanian di Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar).

Di sela kesibukannya, Asali selalu menyempatkan diri untuk bergiat di bidang sosial dan budaya. Pengetahuan dan dedikasinya terhadap pelestarian budaya Tionghoa di Kalbar diakui banyak kalangan.

“Hari ini saya ada janji dengan peneliti dari Singapura. Ia tengah meneliti peranan warga Tionghoa dalam politik,” katanya.

Asali sering didatangi para peneliti dan jurnalis sebagai rujukan tentang komunitas Tionghoa di Kalbar. Pengetahuannya dan upaya melestarikan budaya Tionghoa itu mengantarkannya pada penobatan budayawan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalbar, Januari lalu. 

“Budayawan itu hanya anggapan orang. Saya sendiri tidak pernah merasa sebagai budayawan,” ucapnya merendah.

Nilai luhur
Asali bernama asli Lie Sau Fat alias A Fat. Ia berganti nama sejak 1968 menyusul larangan penggunaan nama China oleh pemerintah Orde Baru. Bapak lima anak ini baru sekali menginjakkan kaki ke negeri leluhurnya, tahun lalu, bertepatan dengan peringatan seabad revolusi China.

Kendati demikian, Asali memahami berbagai legenda, sejarah, dan tradisi leluhurnya. Termasuk tradisi China yang berkembang di Nusantara, khususnya di Kalbar. Semua itu ia pelajari dari literatur, pengalaman, dan cerita secara turun-temurun.

Literatur yang dimilikinya banyak berbahasa Belanda dan Mandarin. Buku-buku itu diperolehnya saat berpergian ke luar negeri dan kiriman koleganya.

Tidak sulit bagi Asali memahami literatur tersebut. Sebab, pengagum Abdurahman Wahid alias Gus Dur ini mengenyam pendidikan berbahasa pengantar Mandarin dan Belanda.

Kontribusi Asali dalam pelestarian budaya Tionghoa berangkat dari sebuah keprihatinan. Ia prihatin akan banyak generasi penerusnya yang tidak lagi mengenal kebudayaan leluhur mereka.

“Kalau pun menjalankannya (tradisi), mereka hanya ikut-ikutan. Tidak tahu makna dan nilai-nilainya,” ungkap pemimpin lembaga sosial Yayasan Asali ini.

Keinginan Asali mengangkat budaya Tionghoa bukan untuk menghidupkan primordialisme atau sektarianisme. Ia hanya ingin nilai-nilai luhur tersebut bisa diwariskan ke generasi penerus. Apalagi, tradisi Tionghoa di Tanah Air sempat dilarang.

“Bagaimana (adab) terhadap orang tua atau yang dituakan. Begitu pula dengan yang muda, bahkan leluhur, serta alam sekitar. Itu ada tradisinya,” jelas Asali.

Saksi sejarah
Pengetahuannya terhadap perjalanan budaya Tionghoa di Indonesia tidak lepas dari pengalaman hidupnya. Ia merasakan pahit getirnya perjalanan sejarah Indonesia. Bahkan keluarganya nyaris menjadi korban pergolakan politik.

Lie Shien Yew, ayah Asali, ialah seorang lothay atau kepala kampung di Kota Pemangkat, Kabupaten Sambas. Lie diincar tentara Jepang karena dianggap kaki tangan pemerintah kolonial Belanda.

Maka itu, Lie memboyong keluarganya kabur ke Singkawang. Menurut Asali, Kota Pemangkat merupakan wilayah pertama di Kalbar yang diduduki Tentara Jepang, yakni pada 27 Januari 1942. Tentara tersebut berenang ke pantai dengan berpelampungkan drum.

“Kapal mereka tidak bisa merapat ke pantai karena air sedang surut,” ujarnya.

Insiden yang nyaris merenggut nyawa kembali terjadi pada 1965. Massa melabrak kantor Asali di Jl Sultan Muhammad, Pontianak. Mereka ingin mengganyang setiap warga Tionghoa karena dianggap antek komunis.

Kondisi saat itu begitu mencekam. Demonstrasi berujung tindakan anarkistis merebak di Kota Pontianak. Asali pun tersekap di loteng kantor sebelum akhirnya bersembunyi di rumah warga di sebelah tempatnya bekerja.

“Warga Tionghoa distigma sebagai China Komunis. Sebelumnya, kami selalu dimintai sumbangan oleh sukarelawan saat konfrontasi dengan Malaysia,” kenang tokoh Tionghoa Kalbar itu.

Setiap rangkaian kisah bersejarah tersebut tidak lupa ditulis dan diceritakan kembali oleh Asali melalui artikelnya. Tulisan itu biasanya terbit di media massa pada saat peringatan peristiwa tersebut.

“Supaya orang tahu. Terutama orang muda, yang tidak mengalami (peristiwa) seperti saya,” ucap Asali, yang memiliki dokumentasi peristiwa 1965 di Pontianak.


Biodata:

Nama: Xaverius Fuad Asali/ Lie Sau Fat
Lahir: Desa Koelor, Singkawang, 18 Juni 1932
Agama: Katolik
Istri: Tresia Raijanti/Lay Sui Lui, 77
Pendidikan: Vier Jarige Richting Handelsschool (1951-1954)
Pekerjaan: Wiraswasta

Organisasi:
  1. Dewan Kehormatan Majelis Adat Budaya Tionghoa (MABT) Kalbar
  2. Dewan Penasihat Yayasan Bhakti Suci (YBS) Pontianak
  3. Ketua Yayasan Asali Pontianak

Penghargaan:
  1. Pluralisme Award dari Pemprov Kalbar, 2010
  2. Tokoh Budaya dari Pemprov Kalbar, 2012

Karya:
Aneka Budaya Tionghoa Kalimantan Barat, 2008

COMMENTS

Name

Beranda Negeri,34,Edukasi,12,Ekologi,55,Ekonomika,45,Inspirasi,34,Jelajah,20,Realitas,16,Riwayat,12,Tekno,11,Tradisi,58,
ltr
item
PeladangKata: Budayawan Penyaksi Sejarah
Budayawan Penyaksi Sejarah
https://4.bp.blogspot.com/-Zk2-XihFjY0/WJB9G4Gu6xI/AAAAAAAACas/_jw0PjRt0rQRGxo6lO8dn4WeX3ltuisuQCLcB/s200/XF%2BAsali%2BII.jpg
https://4.bp.blogspot.com/-Zk2-XihFjY0/WJB9G4Gu6xI/AAAAAAAACas/_jw0PjRt0rQRGxo6lO8dn4WeX3ltuisuQCLcB/s72-c/XF%2BAsali%2BII.jpg
PeladangKata
http://www.peladangkata.com/2012/11/budayawan-penyaksi-sejarah.html
http://www.peladangkata.com/
http://www.peladangkata.com/
http://www.peladangkata.com/2012/11/budayawan-penyaksi-sejarah.html
true
1600297275400218305
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy