Ajak Warga Kembali lagi ke Desa

Muda Mahendrawan Kubu Raya
Pembangunan pertanian dijadikan solusi untuk mengatasi persoalan urbanisasi di Kubu Raya mengingat pengembangan potensi lokal itu memiliki daya ungkit ekonomi dan padat karya.

ARIES MUNANDAR

URBANISASI menjadi persoalan klasik yang dihadapi berbagai daerah di Indonesia. Itu termasuk daerah yang baru berkembang, seperti Kabupaten Kubu Raya di Kalimantan Barat.

Kesenjangan pembangunan membuat banyak orang menetap atau berpindah dari desa ke kota. Persoalan sosial muncul ketika kota semakin padat dan kumuh. Kriminalitas dan pengangguran merupakan contoh kecil dampak sosial akibat urbanisasi yang tidak terkendali.

Kondisi itu disadari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kubu Raya. Terlebih wilayah itu berbatasan dengan kota besar, Pontianak, yang juga ibu kota Kalimantan Barat. Letak geografis tersebut tentu saja memicu laju arus urbanisasi. (BACA: Mengubah Wacana Menjadi Karya)

Migrasi penduduk dari desa ke kota juga berdampak pada daerah asal. Desa akan mengalami krisis sumber daya manusia. Akibatnya, lahan pertanian pun banyak terbengkalai dan menyempit karena tidak ada lagi penggarapnya. Begitu pula pengelolaan sumber daya alam lainnya.

“Kita harus menciptakan titik-titik baru pertumbuhan ekonomi. Cara ini bisa meminimalisasi urbanisasi,” kata Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan, beberapa waktu lalu.

Pembangunan pertanian dijadikan solusi untuk mengatasi persoalan urbanisasi di Kubu Raya mengingat pengembangan potensi lokal itu memiliki daya ungkit ekonomi dan padat karya.

Pembangunan pertanian di wilayah pemekaran Kabupaten Pontianak itu dikemas melalui konsep ketahanan pangan. Konsep tersebut sekaligus merespons isu global tentang ancaman krisis pangan dunia.

“Ketahanan pangan merupakan peradaban komunal. Permasalahan sosial kerap dipicu oleh persoalan perut (pangan),” ungkap Muda.

Sawah abadi
Lahan seluas 30 ribu hektare (ha) dicadangkan untuk pencetakan sawah baru di Kubu Raya. Lokasinya tersebar di enam dari sembilan kecamatan di kabupaten termuda di Kalimantan Barat itu.

Pencetakan sawah dimulai sejak 2009 dan berlanjut setiap tahun. Terdapat sekitar 2.800 ha persawahan baru yang dicetak dalam kurun waktu tersebut. Sawah baru itu melengkapi 54 ribu ha persawahan yang ada sebelumnya. 

“Program ini didanai sepenuhnya oleh APBN. Daerah hanya menyiapkan lokasinya,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kubu Raya Suharjo, belum lama ini.

Perluasan areal persawahan menjadi pembuka jalan untuk mewujudkan ketahanan pangan. Oleh karena itu, pemerintah setempat menyiapkan perangkat hukum untuk melindungi keberadaan lahan produktif tersebut.

“Area itu ditetapkan sebagai persawahan abadi. Peraturan desanya akan dibuat dan disusul dengan peraturan daerah,” ujar Muda.

Penetapan kawasan sawah abadi bertujuan mengantisipasi penggusuran lahan produktif berkedok konversi atau alih fungsi lahan. Maklum, lahan produktif di Kubu Raya kerap menjadi incaran para investor untuk dijadikan perkebunan kelapa sawit, selain dijadikan kawasan perumahan dan industri.

Pemkab Kubu Raya juga mencanangkan program transmigrasi lokal berbasis pertanian tanaman pangan. Program itu diprioritaskan kepada warga perkotaan yang berasal dari lokasi setempat. Setiap transmigran akan mendapat 2 ha lahan garapan.

“Jadi, kami tidak hanya mencegah urbanisasi, tetapi juga mengajak mereka yang di kota kembali ke desa,” ujar Muda.

Program perluasan area pertanian atau ekstensifikasi dilaksanakan bersamaan dengan intensifikasi. Upaya itu bertujuan mendongkrak produktivitas lahan yang baru mencapai 3,4 ton/ha.

“Saat ini masih terdapat sekitar 60% sawah yang ditanam setahun sekali. Itu juga akan diintensifkan sehingga menjadi setahun dua kali,” ungkap Suharjo.

Pembenahan sarana dan prasarana dilakukan untuk menuju kemandirian pangan tersebut. Beberapa kawasan perdesaan dikembangkan sebagai sentra agroindustri pangan terpadu (food estate). Luas keseluruhannya sekitar 26 ribu ha.   LANJUT KE: Anggaran untuk Rakyat

COMMENTS

Name

Beranda Negeri,34,Edukasi,12,Ekologi,55,Ekonomika,45,Inspirasi,34,Jelajah,20,Realitas,16,Riwayat,12,Tekno,11,Tradisi,58,
ltr
item
PeladangKata: Ajak Warga Kembali lagi ke Desa
Ajak Warga Kembali lagi ke Desa
https://3.bp.blogspot.com/-z5BV2f6gIAc/WbBMZCkYytI/AAAAAAAADlg/fJR0nTPYTB4SPUtKhQ1Jznt5UIhlTGTpwCLcBGAs/s200/Ekonomika_Kembali%2Bke%2BDesa.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-z5BV2f6gIAc/WbBMZCkYytI/AAAAAAAADlg/fJR0nTPYTB4SPUtKhQ1Jznt5UIhlTGTpwCLcBGAs/s72-c/Ekonomika_Kembali%2Bke%2BDesa.jpg
PeladangKata
http://www.peladangkata.com/2013/01/ajak-warga-kembali-lagi-ke-desa.html
http://www.peladangkata.com/
http://www.peladangkata.com/
http://www.peladangkata.com/2013/01/ajak-warga-kembali-lagi-ke-desa.html
true
1600297275400218305
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy