Mengetuk Pintu Penyadaran


WAKTU menunjukkan pukul 08.00 WIB. Sumardiono, 49, pun bergegas meninggalkan ruang kerjanya. Kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 3 Paloh itu kemudian menuju sebuah rumah berdinding papan dan beratap seng.

Rumah sederhana tersebut terletak persis di seberang SMP Negeri 3 Paloh. Kedua bangunan ini hanya dipisahkan jalan desa yang lebarnya sekira2,5 meter dan pekarangan rumah yang tidak seberapa luas.

Sumardiono langsung mengetuk pintu setiba di rumah yang seolah tidak berpenghuni tersebut. Setelah beberapa kali diketuk, pintu itu pun akhirnya dibuka. Seraut wajah kusut yang baru bangun tidur muncul dari balik daun pintu.

Alumnus Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Semarang ini tanpa basa-basi menyuruh Firdus, 13, bergegas mandi dan berbenah. Dengan mata yang masih mengantuk, si pembuka pintu itu pun melaksanakan permintaan Sumardiono agar segera bersiap ke sekolah.

"Dia (Firdus) sering ditinggal kedua orang tuanya berkebun, sehingga kurang pengawasan," kata Sumardiono.

Ia bukan baru kali ini saja menyambangi kediaman siswa kelas I SMP Negeri 3 Paloh tersebut. Saking seringnya, membangunkan Firdus untuk bersekolah seakan menjadi tugas tambahan bagi Sumardiono. Sebab, muridnya itu sering terlambat bahkan tidak bersekolah jika tidak dibangunkan.

"Persoalan ini akhirnya saya bicarakan dengan orang tuanya. Mereka mendukung tindakan yang saya lakukan," ungkap lelaki kelahiran Purwerojo, Jawa Tengah itu.

Pengalaman Sumardiono ini terjadi sekitar tiga tahun lalu. Ketika itu Firdus masih duduk di kelas 7 dan 8. Namun, kejadian tersebut masih membekas di ingatannya, dan menjadi kenangan tersendiri selama dua tahun memimpin SMP Negeri 3 Paloh.

Niat baik dan upaya keras Sumardiono tidak sia-sia. Kebiasaan Firdus yang kerap telat bahkan mangkir bersekolah perlahan hilang sejak ia duduk di kelas 9. Bocah lelaki itu pun akhirnya lulus sekolah dengan prestasi yang cukup membanggakan.

"Firdus sebenarnya anak cerdas dan berprestasi. Nilai (pelajaran) Bahasa Inggrisnya tertinggi di sekolah," kenang Sumardiono.

Sepeda rusak
SMP Negeri 3 Paloh terletak di Desa Sebubus, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Wilayah ini berada di kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia.

Kisah siswa terlambat dan mangkir di sekolah ini juga dialami beberapa rekan Firdus dari Dusun Ceremai. Mereka harus antre menyeberangi Sungai Paloh sehingga kesiangan datang ke sekolah.

"Menyeberang dari Ceremai ke dermaga Sungaisumpit sebenarnya tidak lama, yakni sekitar 10 menit," kata Darmawan, 36, warga Sebubus.

Pihak sekolah kemudian mendekati para penambang perahu yang melayani jasa penyeberangan tradisional tersebut. Permintaan pihak sekolah agar penyeberangan memprioritaskan anak sekolah pun disetujui para penambang.

Namun, persoalan tersebut tidak berhenti sampai di situ. Masih ada dua siswa dari Dusun Ceremai yang tidak bisa bersekolah. Alasannya, sepeda yang mereka gunakan untuk ke sekolah, rusak.

Pihak sekolah atas persetujuan komite sekolah akhirnya merogoh kas mereka untuk memperbaiki sepeda tersebut. Sumbangan untuk siswa dari keluarga kurang mampu ini diambil dari bantuan operasional sekolah (BOS).

"Satu dari dua siswa itu tetap bersekolah hingga tamat. Sedangkan, satunya lagi putus sekolah karena harus membantu orang tua (bekerja)," ujar Sumardiono.

Kesadaran warga menjadi kendala utama dalam membangun pendidikan di Sebubus. Disamping fasilitas pendidikan serta infrastruktur dasar yang kurang memadai.

"Akses informasi juga sangat minim, terutama informasi lokal. Apalagi, tentang dunia pendidikan," keluh Darmawan.

Kendati demikian, prestasi SMP Negeri 3 Paloh terbilang lumayan untuk ukuran daerah terpencil. Ini antara lain dilihat dari persentase kelulusan siswa, yang tahun ini mencapai 94%. Sekolah yang berdiri sejak 2004 ini juga kerap memimpin perolehan nilai dalam uji coba (try out) ujian nasional di Kecamatan Paloh. (Aries Munandar)   lihat juga di sini

COMMENTS

Name

Beranda Negeri,34,Edukasi,12,Ekologi,55,Ekonomika,45,Inspirasi,34,Jelajah,20,Realitas,16,Riwayat,12,Tekno,11,Tradisi,58,
ltr
item
PeladangKata: Mengetuk Pintu Penyadaran
Mengetuk Pintu Penyadaran
https://3.bp.blogspot.com/-bBFfabRfIwQ/WFcMh0EjPbI/AAAAAAAAA5U/8vYOioC4kFc12OHr_xKKLSa-JHHTWuUIQCLcB/s200/Sekolah%2BSebubus_Blog.JPG
https://3.bp.blogspot.com/-bBFfabRfIwQ/WFcMh0EjPbI/AAAAAAAAA5U/8vYOioC4kFc12OHr_xKKLSa-JHHTWuUIQCLcB/s72-c/Sekolah%2BSebubus_Blog.JPG
PeladangKata
http://www.peladangkata.com/2013/01/mengetuk-pintu-penyadaran.html
http://www.peladangkata.com/
http://www.peladangkata.com/
http://www.peladangkata.com/2013/01/mengetuk-pintu-penyadaran.html
true
1600297275400218305
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy