Membuka Keterisolasian Wilayah Perbatasan

KUMUH dan terbelakang menjadi kesan umum yang selama ini melekat di wilayah perbatasan Indonesia. Begitu pula yang dialami kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia di Kalimantan Barat (Kalbar).

Kawasan itu seakan menjadi wilayah tidak bertuan karena terisolasi dan jauh tertinggal daripada daerah lain. Apalagi jika dibandingkan dengan pembangunan di daerah tetangga mereka di Malaysia.

Peneliti ekonomi dari Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak Edy Suratman menyebut pendapatan per kapita warga Indonesia di perbatasan rata-rata hanya US$400. Di Malaysia angkanya mencapai US$3.600 atau sembilan kali lipat lebih tinggi.

Kesenjangan ekonomi dan pembangunan mengakibatkan warga Indonesia lebih berorientasi ke Malaysia. Hampir sebagian besar kebutuhan pokok bahkan bahan bakar serta energi warga setempat dipasok dari jiran. Mereka pun lebih senang berobat dan bersekolah di Malaysia.

Kondisi yang telah berlangsung puluhan tahun tersebut kerap memantik persoalan kebangsaan. Warga yang kecewa dengan pemerintah mengancam bergabung dan menjadi penduduk Malaysia.

Ancaman tersebut bukan isapan jempol belaka. Fakta di lapangan menunjukkan banyak warga Indonesia di perbatasan yang kemudian beralih menjadi warga Malaysia. Selain itu, beberapa warga setempat memiliki identitas kewarganegaraan ganda.

Warga di kedua sisi perbatasan Indonesia-Malaysia sesungguhnya memiliki ikatan emosional dan kekerabatan kuat. Mereka berlatar belakang suku dan budaya yang sama. Banyak pula yang bahkan memiliki hubungan darah dan perkawinan.

Interaksi sosial dan hubungan dagang di antara mereka pun sudah terjalin sejak ratusan tahun lalu, jauh sebelum negara Indonesia dan Malaysia berdiri. Perhatian dan perlakuan pemerintah masing-masing yang membuat nasib mereka berbeda.

Membangun infrastruktur
Stigma mengenai wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia di Kalbar perlahan mulai diupayakan terhapus seiring dengan perubahan paradigma pembangunan, dari pendekatan keamanan menjadi pendekatan kesejahteraan.

Pemerintah berkomitmen menjadikan wilayah tersebut sebagai beranda depan negara, selayaknya sebuah kawasan perbatasan. Ratusan miliar rupiah uang negara digelontorkan setiap tahun untuk menata dan membangun wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia di Kalbar.

“Alokasi pembangunan infrastruktur untuk wilayah perbatasan di Kalbar tahun ini sebesar Rp673,02 miliar,” kata Gubernur Kalbar Cornelis.

Sekitar Rp208 miliar dari dana tersebut digunakan untuk melanjutkan pembangunan 740 km jalan lingkar perbatasan. Sementara itu, selebihnya antara lain digunakan untuk pembangunan dan perbaikan jalan menuju ke perbatasan.

Pembangunan jalan tersebut di antaranya di jalur Putussibau-Badau di Kabupaten Kapuas Hulu. Jalan dari ibu kota Kabupaten Kapuas Hulu menuju wilayah perbatasan Kalbar-Serawak, Malaysia, itu kini beraspal mulus. “Sekarang dari Putussibau ke Badau 3 jam sudah nyampai,” ujar Cornelis.

Pembangunan serupa kini juga tengah digarap di Kabupaten Sambas.Pengerjaan Jalur Sambas-Aruk sepanjang 90 km dan jalur menuju Desa Temajuk di Kecamatan Paloh sekitar 13 km itu ditargetkan rampung tahun depan.

Tidak gampang
Perbatasan Indonesia-Malaysia membentang dari utara ke timur Kalbar sepanjang 966 km, mulai Tanjung Datuk di Kabupaten Sambas hingga Gunung Cemeru di Kabupaten Kapuas Hulu.

Teritorium seluas 2,42 juta hektare ini meliputi 5 kabupaten, 15 kecamatan, 40 desa, dan 60 dusun. Di kawasan tersebut terdapat sekitar 52 jalan tikus yang menghubung wilayah Indonesia dengan Malaysia.

Pemerintah saat ini mengupayakan penambahan pos pemeriksaan lintas batas (PPLB) sebagai pintu masuk resmi ke kedua negara. Berdasarkan kesepakatan pemerintah Indonesia-Malaysia ada lima PPLB yang dibangun di Kalbar dan Serawak.

Namun, dari lima PPLB tersebut baru dua yang terealisasi, yakni PPLB Entikong (Sanggau)-Tebedu dan PPLB Aruk (Sambas)-Biawak. Yang lainnya masih dalam persiapan.

“PPLB di Badau, menurut rencana, diresmikan pada akhir tahun ini oleh Menteri Dalam Negeri,” ucap Cornelis.

Keberadaan pintu masuk resmi itu dianggap strategis. Selain memperlancar mobilisasi barang dan jasa, pembangunan PPLB mempermudah pengawasan.

Pengentasan kawasan perbatasan dari keterisolasian bukan pekerjaan gampang. Dibutuhkan koordinasi intensif lintas sektoral, baik vertikal maupun horizontal, dan sokongan dana besar.

Sebagai gambaran, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalbar pada 2010 mengajukan Rp6,7 triliun untuk membangun infrastruktur di perbatasan. Namun, hanya sebagian kecil yang dikabulkan pemerintah pusat.

“Semuanya memang butuh waktu. Namun, saya rasa perhatian pemerintah terhadap kawasan perbatasan di Kalbar sudah cukup baik,” jelasnya.

Cornelis mengakui banyak tantangan yang harus dihadapi dalam membangun kawasan perbatasan, mulai dari topograļ¬, geograļ¬, hingga tata ruang wilayah. “Pengangkutan material juga tidak gampang karena lokasinya jauh dan terpencil, ujarnya. (Aries Munandar)

COMMENTS

Name

Beranda Negeri,34,Edukasi,12,Ekologi,55,Ekonomika,45,Inspirasi,34,Jelajah,20,Realitas,16,Riwayat,12,Tekno,11,Tradisi,58,
ltr
item
PeladangKata: Membuka Keterisolasian Wilayah Perbatasan
Membuka Keterisolasian Wilayah Perbatasan
https://1.bp.blogspot.com/-POd50jAZHNM/WFcIlEnUR-I/AAAAAAAAA5A/jp0AtvUXcwMXDxuHN59LQHPk8eCUXpjpwCLcB/s200/Jalan%2BMerakai_Blog.JPG
https://1.bp.blogspot.com/-POd50jAZHNM/WFcIlEnUR-I/AAAAAAAAA5A/jp0AtvUXcwMXDxuHN59LQHPk8eCUXpjpwCLcB/s72-c/Jalan%2BMerakai_Blog.JPG
PeladangKata
http://www.peladangkata.com/2013/08/membuka-keterisolasian-wilayah.html
http://www.peladangkata.com/
http://www.peladangkata.com/
http://www.peladangkata.com/2013/08/membuka-keterisolasian-wilayah.html
true
1600297275400218305
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy