Mengarungi Laut dengan Perahu Elpiji

Amin Ben Gas
YUSUF, 50, semakin bersemangat setiap hendak melaut. Ia tidak lagi gusar karena pendapatannya bakal digerogoti kebutuhan bahan bakar. Ratusan ribu rupiah kini justru bisa dihematnya dalam sebulan.

Nelayan asal Desa Sungaikupah, Kecamatan Sungaikakap, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, itu hampir setiap hari menyusuri perairan muara Sungai Kapuas hingga pesisir Laut Natuna, untuk menangkap ikan. Perahu motor tempel berbahan bakar premium menjadi tunggangannya saat melaut. (BACA: Menyiasati Cekikan Paceklik)

Jika bernasib mujur, Yusuf bisa membawa pulang sekitar 100 kilogram ikan setiap melaut. Namun, tidak jarang pula tangkapannya itu tidak sampai 10 kilogram. Hasil laut tersebut kemudian dilego ke pengepul dan dihargai Rp13 ribu hingga Rp15 ribu per kilogram.

Pendapatan yang tidak menentu membuatnya kerap berpikir ulang setiap kali hendak melaut. Sekira hasilnya bakal tidak seberapa, Yusuf lebih memilih menambatkan perahu ketimbang mencari ikan. “Kalau hitungannya hanya dapat Rp50 ribu, lebih baik tidak usah melaut. Hasilnya habis hanya untuk bahan bakar,” kata bapak enam anak itu.

Sekali melaut, Yusuf bisa menghabiskan 5 liter premium. Bahan bakar itu dibeli di kios eceran seharga Rp8.000 seliter. Ia melaut rata-rata dalam sebulan sekitar 20 hari dan menghabiskan sekitar Rp800 ribu untuk membeli premium.

Yusuf dan nelayan setempat kerap tidak kebagian premium di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang dipenuhi antrean panjang kendaraan bermotor. Begitu pula stasiun pengisian bahan bakar nelayan (SPBN) terdekat kerap kehabisan pasokan. Kios eceran pun menjadi pilihan walaupun harga premiumnya lebih mahal.

“Tapi sekarang, bakal dapat Rp50 ribu bahkan Rp30 ribu pun, saya tetap jalan (melaut). Bahan bakarnya lebih irit dan gampang didapat,” ujarnya beralasan.

Dalam setahun terakhir, Yusuf telah beralih memakai elpiji untuk pengganti bensin premium. Uang yang biasa dibelanjakan untuk premium setiap hari kini setara kebutuhan bahan bakar untuk enam hari. Dia pun bisa berhemat sekitar Rp660 ribu sebulan dari efisiensi bahan bakar.

Perahu elpiji
Yusuf menggunakan elpiji setelah mendapat bantuan perahu bermotor dari pemerintah setempat. Perahu itu menggunakan mesin dengan converter kit bikinan Amin. Converter kit berfungsi mengonversi atau mengubah pemakaian bahan bakar premium ke gas. (BACA: Demam Fiberglass di Sungaikupah)

Perahu berbahan bakar elpiji pertama kali diperkenalkan pada Maret 2012. Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan berkesempatan menjajal kemampuan perahu tersebut dalam dua kali uji coba. Setelah serangkaian uji coba dan uji kelayakan dilewati, perahu itu pun disebar ke sejumlah desa nelayan di Kubu Raya.

“Setiap desa mendapat dua perahu, lengkap dengan mesin beserta dua tabung elpiji 13 kilogram dan converter kit,” kata Amin.

Mesin motor menghasilkan pembakaran sempurna dan rendah emisi karena converter kit menggunakan sistem semiinjeksi. Perahu elpiji juga lebih cekatan dan bertenaga. Selain itu, daya jelajahnya pun lebih jauh ketimbang perahu berbahan bakar premium. Perahu elpiji bisa digeber hingga ke tengah laut, tanpa khawatir kehabisan bahan bakar. 

“Saya biasa mengejar kapal pemukat ikan untuk meminta umpan buat rawai (pancing dengan ratusan mata kail),” kata Jamali, 26, nelayan Sungaikupah.

Perahu elpiji yang diperkenalkan Amin tetap mempertahankan tangki premium pada mesin. Itu bertujuan menyimpan cadangan bahan bakar. Sewaktu elpiji sulit diperoleh atau kehabisan di perjalanan, perahu masih bisa melaju dengan premium.

“Elpiji baru diisi lagi setelah tabung benar-benar kosong. Saat tabung kosong sewaktu di perjalanan, kami manfaatkan premium,” jelas Piansa, 45, nelayan lainnya.

Selain pemerintah kabupaten, program konversi energi untuk perahu nelayan di Kubu Raya dilakukan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dan Kementerian Kelautan dan Perikanan. Mereka membagikan converter kit dan tabung gas kepada nelayan.

Kehadiran perahu elpiji disambut antusias nelayan di Sungaikupah. Sayang, baru segelintir yang mendapatkannya. Mereka berharap pemerintah menggelontorkan lagi bantuan tersebut. “Kalau bisa, semua nelayan dapat (perahu elpiji) sehingga manfaatnya lebih luas,” kata Yusuf, yang juga mantan Kepala Dusun Sejahtera, Desa Sungaikupah. (Aries Munandar)   LANJUT KE: Amin Ben Gas Menyebar ke Seantero Nusantara

COMMENTS

Name

Beranda Negeri,34,Edukasi,12,Ekologi,55,Ekonomika,45,Inspirasi,34,Jelajah,20,Realitas,16,Riwayat,12,Tekno,11,Tradisi,58,
ltr
item
PeladangKata: Mengarungi Laut dengan Perahu Elpiji
Mengarungi Laut dengan Perahu Elpiji
https://1.bp.blogspot.com/-l3xBuXOXvS4/WQyHSQGgTPI/AAAAAAAADPs/oeJmUpJ3XLkGlTf159zS-PygnR8sYKvVgCLcB/s200/Ekonomi_Demam%2BFiberglas.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-l3xBuXOXvS4/WQyHSQGgTPI/AAAAAAAADPs/oeJmUpJ3XLkGlTf159zS-PygnR8sYKvVgCLcB/s72-c/Ekonomi_Demam%2BFiberglas.jpg
PeladangKata
http://www.peladangkata.com/2014/01/mengarungi-laut-dengan-perahu-elpiji.html
http://www.peladangkata.com/
http://www.peladangkata.com/
http://www.peladangkata.com/2014/01/mengarungi-laut-dengan-perahu-elpiji.html
true
1600297275400218305
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy