Naga Bersinar di Semarak Cap Go Meh

Liong Cap Go Meh
Naga yang tampil pada siang hingga malam hari itu berukuran besar, sekitar 60 hingga seratusan meter panjangnya.

ARIES MUNANDAR

BINAR keemasan menyambangi satu per satu rumah di kegelapan malam. Kepalanya menunduk setiba di muka rumah, pertanda salam dan hormat kepada penghuni. Beberapa amplop merah pun dihaturkan tuan rumah sebagai balasan atas kunjungan kehormatan itu.

Cahaya nan eksotik tersebut ialah replika naga (liong). Tubuhnya bercahaya karena dipasangi deretan lampu di balik kain pembungkus kerangka. Pantulan cahaya dari kain berdominasi kuning keemasan itu membuat replika tersebut terlihat anggun dan memesona. 

“Naga hanya boleh sampai di muka pintu. Ini berbeda dengan barongsai yang boleh masuk ke rumah,” kata budayawan Tionghoa Kalimantan Barat Xaverius Fuad Asali.  

Naga bersinar, begitu masyarakat Kota Pontianak, Kalimantan Barat menyebutnya. Sebutan ini untuk membedakan replika tersebut dengan kebanyakan replika naga lainnya. Replika naga biasa tidak berlampu. Selain itu, naga bersinar hadir hanya pada malam hari.

Naga bersinar yang diarak belasan pemain itu mengunjungi kediaman para donatur. Mereka memanfaatkan jeda sebelum tampil kembali dalam Pergelaran Budaya Cap Go Meh 2565, Jumat malam (14/2). Kunjungan tersebut sebagai ungkapan terima kasih karena ikut membiayai pembuatan replika naga dan persiapan atraksi. (BACA: Mengarak sang Naga Penolak Bala)

Angpao (amplop merah berisi uang) bukan tujuan utama. Kami tetap mendatangi setiap donatur walaupun rumahnya kosong,” kata Lie Tek Chun, koordinator atraksi replika naga Mitra Bhakti.

Ada enam replika naga bersinar tampil pada malam itu. Mereka unjuk kebolehan di depan panggung kehormatan, dan ribuan warga yang berjejal di pinggir jalan. Beragam atraksi dan konfigurasi disuguhkan para pemain. Dari gaya gelombang hingga gerakan memutar membentuk konfigurasi sekuntum bunga.

Seusai tampil di depan panggung kehormatan di Jl Gajah Mada, mereka berparade dengan mengitari Jl KH Agus Salim, dan Jl Diponegoro. Warga pun menyemut di sepanjang rute tersebut untuk menyaksikan atraksi.

Kolosal
Keenam naga yang sama sebelumnya juga tampil pada pembukaan pergelaran, Jumat siang. Mereka berparade bersama kontingen kebudayaan dari berbagai etnik di Kalimantan Barat. Rute parade sama dengan pada malam hari.

“Pawai Nusantara dikemas sesuai tema acara, yakni persaudaran dalam pergelaran budaya Cap Go Meh,” kata Djupri Sukur, Ketua Panitia Perayaan Imlek dan Cap Gomeh Kota Pontianak, saat pembukaan.

Seusai tampil di pembukaan acara, kelompok pemain pun kembali mendandani arak-arakan mereka. Tubuh replika naga dipasangi lampu agar bersinar saat dimainkan pada malam hari. Ada yang menggunakan genset, ada pula aki sebagai sumber energi untuk penerangan tersebut.

Teknik dan tingkat kesulitan memainkan replika naga bersinar relatif sama dengan replika naga biasa. Kecuali, naga yang menggunakan genset. Para pemainnya harus lebih berhati-hati agar tidak mengenai kabel dan genset saat beratraksi.

“Kami menggunakan aki kering, sehingga lebih praktis karena tidak harus menggeser-geser atau mendorong genset,” ujar Lie Tek Chun, yang karib disapa Cuncun.

Naga yang tampil pada siang hingga malam hari itu berukuran besar, sekitar 60 hingga seratusan meter panjangnya. Tubuh mereka pun dikelir aneka warna dengan dominasi kuning keemasan.

Sebilah bambu digunakan setiap pemain sebagai penumpu sekaligus penggerak naga. Para pemain harus kompak dan cekatan saat meliukan naga, yang selalu mengejar replika mustika atau Leng Cu. Leng Cu sebagai pemandu diusung seorang pemain di barisan depan.

Para pemain dituntut berstamina prima karena permainan ini menguras energi. Namun, tenaga cadangan selalu disiapkan untuk menggantikan pemain yang kecapaian. Serangkaian latihan pun digelar beberapa hari sebelumnya untuk meningkatkan ketrampilan dan kekompakan tim. 

Kepala naga menjadi bagian paling sulit dimainkan. Pemain harus menjaga kepala replika tersebut agar tidak sempoyongan ditiup angin saat beratraksi. Itu tidak mudah karena bagian kepala naga beratnya bisa mencapai 20 kilogram.              

Patungan
Kelompok permainan naga berasal dari sejumlah yayasan pemadam kebakaran swasta di Pontianak. Nama naga dan kelompok pemain pun mengikuti nama yayasan masing-masing, yakni Panca Bhakti, Mitra Bhakti, Merdeka, Beringin, Khatulistiwa, dan Budi Pekerti.

“Mereka memiliki sumber daya, dan lebih mudah diorganisasi serta dimobilisasi. Termasuk, penggalangan dana ke para donatur,” jelas Sekretaris Yayasan Bhakti Suci Budi Histanto Bun.     

Yayasan Bhakti Suci menaungi 58 yayasan sosial dan pemakaman warga Tionghoa. Mereka didaulat menjadi koordinator semua rangkaian kegiatan perayaan Tahun Baru Imlek dan Cap Go Meh di Kota Pontianak.

Kendati berasal dari yayasan pemadaman kebakaran, tidak semua pemain naga merupakan penggurus, anggota atau relawan yayasan. Pemain juga ada yang berasal dari warga umum atau anggota pemadam kebakaran lain. Namun, rekrutmen pemain di setiap kelompok tetap mengutamakan kalangan internal.

Selain pemain dan koordinator permainan, donatur menjadi bagian terpenting dalam tim. Para donatur berpatungan mendanai semua biaya persiapan, operasional, hingga perlengkapan dan honor pemain. Penggalangan dana biasa dimulai minimal sebulan sebelum perayaan Imlek.

Cuncun mengungkapkan mereka merogoh sekitar Rp23 juta untuk membuat replika naga sepanjang 60 meter. Selain itu, mereka harus mengeluarkan sekitar Rp140 juta untuk perlengkapan pemain dan biaya operasional kegiatan. Termasuk, kebutuhan selama empat kali latihan dan konsumsi tim.

“Kami melibatkan sekitar 170 orang selama empat hari perayaan Cap Go Meh. Itu termasuk pengiring musik dan perbantuan umum,” tukas pendiri Yayasan Pemadam Kebakaran Mitra Bhakti ini.   LANJUT KE: Mahluk Suci Pewaris Raja 

COMMENTS

Name

Beranda Negeri,34,Edukasi,12,Ekologi,55,Ekonomika,45,Inspirasi,34,Jelajah,20,Realitas,16,Riwayat,12,Tekno,11,Tradisi,58,
ltr
item
PeladangKata: Naga Bersinar di Semarak Cap Go Meh
Naga Bersinar di Semarak Cap Go Meh
https://4.bp.blogspot.com/-f4beqF4J2rU/WJB1AvZI04I/AAAAAAAACYA/SrW1da0hqIIWIsf6XswWprmQrZL9XyMkQCLcB/s200/Naga%2BMalam_1.jpg
https://4.bp.blogspot.com/-f4beqF4J2rU/WJB1AvZI04I/AAAAAAAACYA/SrW1da0hqIIWIsf6XswWprmQrZL9XyMkQCLcB/s72-c/Naga%2BMalam_1.jpg
PeladangKata
http://www.peladangkata.com/2014/02/naga-bersinar-di-semarak-cap-go-meh_27.html
http://www.peladangkata.com/
http://www.peladangkata.com/
http://www.peladangkata.com/2014/02/naga-bersinar-di-semarak-cap-go-meh_27.html
true
1600297275400218305
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy