Sembahyang di Wihara ini Turun-temurun

KEPULAN asap putih memenuhi ruangan dan terasa memerihkan mata. Namun, umat terus berdatangan ke Wihara (Kelenteng) Tri Dharma Bumi Raya di Singkawang, Kalimantan Barat, untuk memanjatkan doa sembari membakar hio (dupa).

Mereka datang silih berganti sejak awal malam hingga menjelang pagi kemarin. Orang tua dan muda membaur di tengah balutan asap hio dan lilin berukuran besar.

Wihara di pusat kota itu menjadi rumah ibadah favorit warga Singkawang di setiap perayaan tahun baru Imlek. Selain lokasinya strategis, tempat itu juga sarat nilai historis. Sebabnya, Tri Dharma Bumi Raya merupakan kelenteng tertua di Kota Singkawang.

“Saya selalu bersembahyang Imlek di sini sejak kecil. Tidak ada alasan tertentu, hanya merasa lebih cocok,” kata Suryanto, 34, warga Singkawang. 

Suryanto menetap di Jakarta sejak lima tahun lalu. Setiap Imlek, dia selalu pulang kampung, dan baru kembali ke Ibu Kota setelah perayaan Cap Go Meh. Acara penutup sekaligus puncak perayaan Imlek itu diperingati 14 hari setelah Imlek.

Alumnus sebuah perguruan tinggi di Taiwan itu mengaku bersembahyang bersama keluarga besar dan rekan-rekannya. Sewaktu masih menetap di Singkawang, ia mengaku selalu bersembahyang di hari pertama dan kelima setiap bulan.

Tradisi bersembahyang Imlek di Wihara Tri Dharma Bumi Raya kebanyakan diwarisi secara turun-temurun. Kendati ruang peribadatannya tidak terlalu luas, kelenteng itu selalu dipadati warga untuk ritual Imlek. “Sejak zaman kakek-nenek, keluarga kami selalu bersembahyang di sini. Tidak pernah ke kelenteng lain,” ujar Atet, 35, warga lainnya.

Suryanto dan Atet mengaku pada Imlek tahun ini memanjatkan doa khusus untuk kota kelahiran mereka agar selalu aman, damai, dan harmonis. “Pergulatan politik menjelang pemilu jangan sampai berimbas negatif terhadap interaksi sosial di masyarakat. Kalau doa lain, ya sama seperti tahun-tahun lalu, saya meminta selalu diberkati kesehatan dan kelancaran dalam usaha,” ujar Atet, yang berprofesi wiraswasta.

Wihara Tri Dharma Bumi Raya berdiri sejak dua abad lalu dan termasuk salah satu cagar budaya di Singkawang. Bangunan yang terletak di Jalan Selamat Karman itu bersebelahan dengan Masjid Raya Singkawang, yang kurang lebih sama tuanya. Kedua rumah ibadah tersebut menjadi simbol pluralisme di Singkawang. (Aries Munandar)   lihat juga di sini

COMMENTS

Name

Beranda Negeri,34,Edukasi,12,Ekologi,55,Ekonomika,45,Inspirasi,34,Jelajah,20,Realitas,16,Riwayat,12,Tekno,11,Tradisi,58,
ltr
item
PeladangKata: Sembahyang di Wihara ini Turun-temurun
Sembahyang di Wihara ini Turun-temurun
https://3.bp.blogspot.com/-jAshnonvCuk/WI9XZIGf-NI/AAAAAAAACTI/8S-dUykReS0P5_5RUxj2Oxa53C4pqiWIgCLcB/s200/Kelenteng%2BSingkawang.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-jAshnonvCuk/WI9XZIGf-NI/AAAAAAAACTI/8S-dUykReS0P5_5RUxj2Oxa53C4pqiWIgCLcB/s72-c/Kelenteng%2BSingkawang.jpg
PeladangKata
http://www.peladangkata.com/2014/02/sembahyang-di-wihara-ini-turun-temurun.html
http://www.peladangkata.com/
http://www.peladangkata.com/
http://www.peladangkata.com/2014/02/sembahyang-di-wihara-ini-turun-temurun.html
true
1600297275400218305
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy