Nasib Malang Satwa Endemis Kalimantan

Nekropsi Bekantan
Seekor bekantan, yang belum lama ini ditemukan di Kota Pontianak, tidak saja berakhir tragis dengan kematian, tetapi juga dicurigai terkait dengan perdagangan ilegal.

ARIES MUNANDAR

DETAK jantung bekantan betina itu kian melambat. Di lengan kanannya yang lumpuh tampak bekas luka bakar. Bagian tubuh bawah, meski tidak ada luka, mengalami kelumpuhan yang sama. Setelah menahan derita sehari, pada Senin (7/4) primata berhidung besar itu pun meregang nyawa.

Dwi Suprapti, anggota tim medis penyelamat sekaligus dokter hewan dan perwakilan WWF Kalimantan Barat (Kalbar), menjelaskan bahwa hewan bernama Latin Nasalis lavratus itu ditemukan warga terjatuh dari sebuah pohon di Jl Adisucipto, Pontianak, Kalbar. Sebelumnya warga mendengar percikan dari kabel listrik.

Kematian hewan endemis Kalimantan itu jelas sangat disayangkan. Namun, tim medis juga menyimpan kekhawatiran besar akan keterkaitan dengan perdagangan satwa. Pasalnya, berdasarkan informasi warga, satwa setinggi 1 meter itu telah sering terlihat bergelantungan di pepohonan di sekitar lokasi kejadian sejak sebulan lalu.

Mereka menduga bekantan tersebut hewan peliharaan yang lepas. Tim medis juga mengindikasikan hal serupa. Itu, antara lain, terlihat dari bagian kuku dan sikapnya yang bersahabat. “Kuku tangannya tidak panjang dan runcing, tetapi rata seperti digunting. Sikap bekantan juga tidak agresif, tetapi jinak dan manja,” ungkap Dwi.

Akan tetapi, kemungkinan itu dibantah Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalbar. Pihak BKSDA hanya berpegang pada pakan utama bekantan, tunas putat (Barringtonia spicata) yang dinilai sulit didapat.

“Pakan utamanya tunas putat dan rengas (Glutarenghas). Tumbuhan ini mengakibatkan gatal-gatal jika mengenai kulit (manusia),” ujar Kepala Seksi Konservasi Wilayah III BKSDA Kalbar P Samosir.

Meski begitu, ia juga tidak dapat menjelaskan kemungkinan lain hingga hewan yang umumnya hidup berkelompok itu bisa sampai ke permukiman warga.

Mengaku bingung, Samosir lantas berjanji menerjunkan tim intelijen untuk mengusut kematian bekantan itu. Termasuk, menelusuri keberadaan awal hingga satwa dilindungi itu bisa berada di kawasan sibuk tersebut.

Berbeda dengan BKSDA, Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA) Kalbar menilai tidak sulit mengaitkan insiden temuan bekantan tersebut dengan perdagangan ilegal. Bahkan faktor perdagangan ilegal sesungguhnya telah menjadi catatan lama Kalbar.

“Bisa jadi bekantan itu dipelihara sejak kecil sehingga terbiasa mengonsumsi pakan jenis lain yang mudah didapat,” kata Agus Sutomo dari AGRA Kalbar.

Jika peliharaan, menurutnya bekantan tersebut patut diduga hasil perburuan dan perdagangan ilegal. Sebabnya, Kalbar termasuk daerah rawan terhadap aksi kejahatan lingkungan tersebut.

Provinsi tersebut bahkan masuk peta jaringan internasional penyelundupan tumbuhan dan satwa langka.

Hal yang sama dikatakan Ketua Forum Konservasi Orang Utan Kalbar Albertus Tjiu.

“Kalbar menjadi daerah transit sekaligus produsen atau pengekspor satwa dan tumbuhan liar ke berbagai negara, dengan tujuan akhir Tiongkok,” ungkapnya saat Lokakarya Penegakan Hukum dalam Kasus Keanekaragaman Hayati, di Pontianak, Sabtu (12/4).

Penegakan hukum
Perdagangan ilegal satwa yang mencuat di Kalbar di antaranya berupa kepemilikan dan perdagangan paruh burung enggang (Bucerotidae) dan kulit harimau dahan (Neofelis diardi).

Pada tahun lalu, ada tujuh perkara perburuan dan perdagangan satwa dilindungi yang ditangani kejaksaan. Namun, baru tiga perkara yang tuntas hingga ke pengadilan. Selebihnya, masih berkutat di tahap penyidikan.

“Ada berkas perkara yang dikembalikan (ke penyelidik) karena belum lengkap. Ada yang lengkap, tapi belum bisa dilanjutkan karena terdakwa sakit. Ada pula yang sudah habis masa penyidikannya karena berkas perkara tidak kunjung dilengkapi (penyelidik),” kata Sri Budi Santoso, Kepala Seksi Keamanan Negara dan Ketertiban Umum Kejaksaan Tinggi Kalbar.

Di sisi lain, keputusan hakim terhadap kasus yang diajukan ke meja hijau pun dianggap belum memenuhi rasa keadilan. Sebutlah vonis terhadap Lim Sim Mong yang di antaranya memiliki 229 paruh enggang itu hanya divonis delapan bulan penjara dan denda Rp10 juta. Padahal, harga satu paruh enggang bisa mencapai Rp5 juta.

Memang, belum ada satu pun kasus perburuan atau perdagangan bekantan yang ditangani penegak hukum di Kalbar. Namun, bukan berarti satwa itu terbebas dari ancaman kepunahan. Degradasi dan laju kerusakan hutan (deforestasi) mengakibatkan populasi satwa yang mahir melompat dan berenang ini semakin tergerus.

Pihak Pemerintah Provinsi Kalbar menyebut sekitar 209.549 hektare (ha) atau 44,36% mangrove di provinsi ini dalam kondisi rusak. Hutan mangrove merupakan habitat utama bekantan di Kalbar selain hutan rawa gambut. 

Populasi satwa endemis Kalimantan ini menjadi satu di antara indikator kerusakan lingkungan. Bekantan sensitif terhadap penurunan kualitas atau degradasi hutan. Populasi mereka akan semakin berkurang seiring laju deforestasi dan degradasi hutan.

M Bismark dalam Biologi Konservasi Bekantan terbitan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan dan Konservasi Alam, 2009, memperkirakan populasi bekantan di Kalimantan sekitar 25 ribu ekor. Jumlah itu menyusut drastis jika dibandingkan dengan 15 tahun sebelumnya, yang mencapai 114 ribu ekor.  lihat juga di sini 

COMMENTS

Name

Beranda Negeri,34,Edukasi,12,Ekologi,55,Ekonomika,45,Inspirasi,34,Jelajah,20,Realitas,16,Riwayat,12,Tekno,11,Tradisi,58,
ltr
item
PeladangKata: Nasib Malang Satwa Endemis Kalimantan
Nasib Malang Satwa Endemis Kalimantan
https://4.bp.blogspot.com/-Mys7amYwPTg/WJxObVzwGJI/AAAAAAAACtA/99_vyh1sCaU0r00fjZ3WdZBgw0h1TRELwCLcB/s200/Ekologi_Nekropsi%2BBekantan.jpg
https://4.bp.blogspot.com/-Mys7amYwPTg/WJxObVzwGJI/AAAAAAAACtA/99_vyh1sCaU0r00fjZ3WdZBgw0h1TRELwCLcB/s72-c/Ekologi_Nekropsi%2BBekantan.jpg
PeladangKata
http://www.peladangkata.com/2014/04/nasib-malang-satwa-endemis-kalimantan.html
http://www.peladangkata.com/
http://www.peladangkata.com/
http://www.peladangkata.com/2014/04/nasib-malang-satwa-endemis-kalimantan.html
true
1600297275400218305
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy