Berkompromi demi Merawat Tradisi

Para tetua semula tidak merestui tindakan Miang dan kawan-kawan yang meniadakan ritual dan pantangan dalam bermusik

Aries Munandar

KEBANGGAAN menyelimuti perasaan The Miang, 64. Jerih payahnya melestarikan kem bali musik tradisional Tionghoa ternyata tidak sia-sia. Kesenian itu saat ini semakin digandrungi kawula muda di Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar). Peminatnya tidak hanya dari kalangan Tionghoa, tetapi juga berasal dari beragam suku, budaya, agama, dan usia. 

Antusiasme itu berkat sikap dan pandangan moderat Miang dalam bermusik. Dia tidak sungkan memainkan lagu-lagu populer Mandarin dan Indonesia. Miang bersama teman-temannya, yakni Lo Thai Sua, Tio Ui Lin, Khow Bu Cua, dan Lim Hwai Kuang, bahkan kerap membawakan instrumentalia lagu perjuangan dan lagu daerah di setiap pementasan.

Musik dengan aransemen irama oriental itu terdengar unik dan menggugah perasaan serta penasaran. Mereka yang tertarik kemudian bergabung untuk mendalami permainan musik tersebut. Ketertarikan itu muncul tidak hanya saat pementasan, tetapi juga ketika Miang dan anak didiknya berlatih. 

"Ada keluarga Batak tiba-tiba menghampiri dan menyaksikan kami latihan. Dia kebetulan melintas di Jl Gajah Mada, dan sepintas mendengar lagu Batak yang kami mainkan," kata Miang, di sela-sela memimpin latihan musik, di Pontianak, Minggu (4/5). 

Lelaki kelahiran Sekadau, Kalbar, itu rutin melatih musik di Yayasan Surya Makmur di Jl Gajah Mada, Pontianak. Ada sekitar 50 pemusik yang bernaung di bawah yayasan sosial warga Tionghoa tersebut. Latihan dibagi dalam dua sesi sesuai dengan tahapan penguasaan bermusik. Sesi untuk pemusik mahir digelar setiap Sabtu malam, dan pemula pada Minggu siang. 

Latihan musik tradisional Tionghoa itu diadakan gratis. Begitu pula pelatih, tidak menerima honor sepeser pun. Tempat latihan dan semua perangkat, termasuk pernik-pernik peralatan musik, disediakan cuma-cuma oleh pihak yayasan. 

Alat musik yang dimainkan di antaranya pipa (alat musik sejenis gitar), guzheng, yangqhin, erhu, dan touxian serta kou. Guzheng dan yangqhin sejenis kecapi, serta erhu dan touxian semacam rebab. Kou terdiri dari sebuah gendang kecil dan dua bongkah kayu. 

"Peralatan musik ini rata-rata mahal dan susah didapat. Kami membelinya langsung dari Singapura," ujar Miang.

Pesan nasionalisme 
Lagu-lagu perjuangan dan tradisional Nusantara yang digubah Miang bertujuan memupus stigma dan kesan eksklusif. Musik, menurutnya, merupakan bahasa universal yang tidak mengenal batasan ras. Begitu pun musik tradisional Tionghoa tidak harus dimonopoli etnis tertentu. Siapa saja bisa menikmati, mempelajari, dan memainkannya. 

Melalui musik itu pula, Miang ingin membuka wawasan warga Tionghoa tentang keragaman budaya di Indonesia. Ia juga sekaligus ingin menunjukkan warga Tionghoa pun memiliki semangat kebangsaan yang sama dengan warga Indonesia lain. 

"Kami ini entah sudah generasi ke berapa yang hidup di Indonesia. Jadi, semangat dan ikatan kebangsaan kami, ya Indonesia bukan Tiongkok. Bahasa dan budaya kami pun sudah berbaur dengan suku-suku lain di Indonesia," jelas suami Ng Thjing Kiun itu. 

Niat tulus untuk membuka sekat primordialisme itu perlahan terwujud. Keberadaan musik tradisional Tionghoa kini semakin diterima berbagai kalangan di Kalbar. Mereka kerap tampil di berbagai kesempatan bahkan di acara formal, termasuk perayaan kemerdekaan Indonesia. 

"Saya tidak menyangka bisa secepat ini (perkembangannya). Itu patut disyukuri karena berarti musik ini bisa diterima secara luas," ungkapnya.

Desakralisasi 
Selain Yayasan Surya Makmur dan Yayasan Halim, ada Yayasan Kuning Agung yang konsisten melestarikan musik tradisional Tionghoa di Pontianak. Kesenian itu juga dikembangkan di beberapa kelompok mahasiswa dan sekolah swasta di Pontianak. Latihan tersebut pun gratis. 

"Saya melatih di SMP, SMA, dan SMK Immanuel, juga Santo Petrus sejak empat tahun lalu. Latihannya seminggu sekali sebagai ekstrakurikuler," kata Miang, yang mencetak sekitar 200 pemusik muda Tionghoa. 

Kendati mengalami perkembangan pesat, pelestarian tradisi tersebut sempat mendapat batu sandungan. Para tetua semula tidak merestui karena Miang dan kawan-kawan meniadakan ritual dan pantangan dalam bermusik. Itu dianggap menghilangkan makna dan kesakralan tradisi tersebut. 

Menurut Miang, pergelaran musik Tionghoa dahulu harus diawali  persembahyangan dengan membakar hio dan doa terhadap leluhur. 

Musik itu pun dilarang dimainkan kaum perempuan. Semua aturan dan tata cara tersebut kini tidak lagi digunakan saat latihan dan pementasan. 

Miang memosisikan musik itu murni sebagai tradisi berkesenian, bukan bagian dari ritual agama atau kepercayaan tertentu. 

Itu sebabnya tradisi tersebut harus berkompromi dengan kondisi zaman agar tetap lestari. Termasuk, mengkreasikan teknik permainan dan memadukannya dengan unsur kebudayaan lain. 

"Sekarang zaman sudah berubah. Kalau mengikuti pantangan, musik ini tidak akan berkembang dan diminati orang," tegas Miang, yang belajar musik secara autodidak tersebut.   LANJUT KE: Harga Sebuah Konsistensi

COMMENTS

Name

Beranda Negeri,34,Edukasi,12,Ekologi,55,Ekonomika,45,Inspirasi,34,Jelajah,20,Realitas,16,Riwayat,12,Tekno,11,Tradisi,58,
ltr
item
PeladangKata: Berkompromi demi Merawat Tradisi
Berkompromi demi Merawat Tradisi
https://3.bp.blogspot.com/-McQkAqSx7Qo/WJB7JP8MhLI/AAAAAAAACaA/7NhGgG6xiPcNycyc1nc-tM0URHe2gKAIwCLcB/s200/The%2BMiang_I.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-McQkAqSx7Qo/WJB7JP8MhLI/AAAAAAAACaA/7NhGgG6xiPcNycyc1nc-tM0URHe2gKAIwCLcB/s72-c/The%2BMiang_I.jpg
PeladangKata
http://www.peladangkata.com/2014/06/berkompromi-demi-merawat-tradisi.html
http://www.peladangkata.com/
http://www.peladangkata.com/
http://www.peladangkata.com/2014/06/berkompromi-demi-merawat-tradisi.html
true
1600297275400218305
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy