Terjerat Pesona Dayak Iban

PANSUH pulut menjadi hidangan istimewa bagi keluarga David Dinggat. Makanan sejenis lemang tersebut selalu tersaji dalam perjamuan keluarga saban tahun di Jerman. 

Berbagai kuliner khas Dayak turut melengkapi perjamuan tersebut. Ada janik pansuh, yakni babi yang dimasak dalam sebilah bambu, juga nasi merah yang dimasak dengan cara yang sama. 

Sian, ibu David, menyiapkan dan meraciknya. Bambu dan bumbu dibeli dari toko Asia di sekitar tempat tinggal mereka di Bremen. Adapun beras merah dan ketan dikirim dari kampung halaman Sian di Sarawak, Malaysia. 

“Makan bersama kami lakukan setiap 1 Juni, memperingati gawai,” kata David saat ditemui di Pontianak, Kalimantan Barat, awal September lalu. 

Gawai merupakan hari besar bagi komunitas adat Dayak. Tradisi ini untuk memperingati pesta panen sekaligus pergantian tahun. Di Sarawak, gawai diperingati setiap 1 Juni dan ditetapkan sebagai hari libur daerah. 

Berbagai tradisi dan ritual digelar dalam sebuah acara yang meriah dan menjadi agenda pariwisata.

Di tubuh David mengalir darah Dayak dari sang ibu. Sian merupakan wanita Dayak Iban dari Sri Aman, Sarawak. Perawat rumah sakit itu pada 1970 menikah dengan dokter asal Jerman, Gunter, relawan di Sri Aman. 

Gunter memboyong Sian ke Jerman pada 1977 dan menetap di Bremen hingga kini. Meskipun berada jauh dari kampung halaman, Sian tidak pernah lupa dengan tradisi leluhur. Selain memperingati gawai, ia mengoleksi mandau beserta perisai. 

“Kami juga minum tuak yang dikirim dari kampung saat makan bersama,” ujar David dengan bahasa Indonesia terbata. 

Iban merupakan subetnik dayak yang menetap di kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Iban juga ada di Sarawak dan Sabah di Malaysia hingga Brunei Darussalam. 

“Dayak Iban sebenarnya juga ada di beberapa daerah di Kalimantan Barat, seperti Sanggau, Sintang, dan Sambas, tapi mereka umumnya memakai nama lain,” jelas Asriyadi Alexander Mering dari Borneo Dayak Forum. 

David begitu mengagumi tradisi Iban. Ia pun tidak segan menoreh tubuhnya dengan tato bermotif bunga terung, khas Iban. Rajahan itu dibuat saat dia berkunjung ke Sarawak, dua tahun lalu. Tato tradisional dayak biasa dibuat dengan cara menusukkan seikat jarum panas. Tintanya menggunakan air tebu dan jelaga.

“Tato ini dibuat dengan teknik tradisional, tapi pewarnanya dari tinta modern. Saya ingin tato berwarna dan lebih higienis,” jelas David.

Kekaguman David terhadap budaya leluhur semakin menguat. Ia memutuskan meneliti kehidupan Dayak Iban di Indonesia dan Malaysia untuk disertasi pascasarjana. Penelitian mahasiswa Ilmu Budaya Asia Tenggara di Bonn University ini diharapkan memperkaya literatur tentang Dayak Iban. (Aries Munandar)   lihat juga d sini

COMMENTS

Name

Beranda Negeri,34,Edukasi,12,Ekologi,55,Ekonomika,45,Inspirasi,34,Jelajah,20,Realitas,16,Riwayat,12,Tekno,11,Tradisi,58,
ltr
item
PeladangKata: Terjerat Pesona Dayak Iban
Terjerat Pesona Dayak Iban
https://3.bp.blogspot.com/-epN4ntlHFRs/WI9YYST_ucI/AAAAAAAACTY/vwiKvoGCq2cp8J5Sx1pSW2o0GD7Vw5GLwCLcB/s200/Kuliner%2BTradisonal_3.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-epN4ntlHFRs/WI9YYST_ucI/AAAAAAAACTY/vwiKvoGCq2cp8J5Sx1pSW2o0GD7Vw5GLwCLcB/s72-c/Kuliner%2BTradisonal_3.jpg
PeladangKata
http://www.peladangkata.com/2014/09/terjerat-pesona-dayak-iban.html
http://www.peladangkata.com/
http://www.peladangkata.com/
http://www.peladangkata.com/2014/09/terjerat-pesona-dayak-iban.html
true
1600297275400218305
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy