Tanam Padi, cuma Dapat Benih

Perubahan Iklim di Pasir Mayang
NASI dari beras baru tidak bisa dicicipi keluarga Sintang tahun ini. Ladang mereka hanya memberi segelintir padi bernas untuk dipanen, hasil yang jauh dari layak untuk dijadikan beras.

“Hasilnya pas-pasan. Cuma cukup buat bibit (benih),” kata petani di Desa Pasir Mayang, Kecamatan Jelai Hulu, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, itu.

Sintang biasa memanen 2 ton padi dari ladang seluas 2 hektare. Kali ini, ladangnya hanya dipenuhi padi bergabah kosong. Kalaupun berisi, butiran padi itu keburu dipanen kawanan tikus dan hama lainnya. “Hamanya itu waduh, minta ampun!” keluh lelaki berusia 67 tahun tersebut.

Kenyataan pahit tidak hanya dialami Sintang. Petani lain di Pasir Mayang yang ditemui pada awal September lalu juga berkeluh serupa. Produksi padi mereka anjlok bahkan gagal dipanen. Yohanes Acus, 41, misalnya, lebih dari separuh padi yang ditanamnya mengalami puso.

“Tanaman jadi kerdil-kerdil. Biasa dapat 20 hingga 30 karung (ukuran 50 kilogram), sekarang padinya cuma lima karung,” ujarnya.

Hasil panen itu tidak sebanding dengan modal yang dikeluarkan Acus. Walaupun dikerjakan dengan bergotong royong, berladang tetap membutuhkan biaya. Pemilik lahan harus menyiapkan camilan dan makan siang untuk puluhan pekerja bakti tersebut. Upacara adat juga wajib digelar saat warga membuka lahan, menanam, dan memanen padi. (BACA: Pasir Mayang Jangan Menghilang)

“Kalau dihitung-hitung, tekor. Makanya, saya masih mikir-mikir untuk berladang di tahun ini,” kata Acus sembari terkekeh.

Gagal panen juga dialami Dalman. Sekitar 2,5 ton padinya bergabah hampa. Kegagalan tersebut, menurut Dalman, disebabkan kekeringan akibat kemarau panjang. “Sehabis menugal (menanam padi) hujan turun. Setelah itu, panas terus (kemarau),” jelas Kepala Dusun Laman Baru, Desa Pasir Mayang, itu.

Iklim berubah
Ladang padi di Pasir Mayang kebanyakan berada di dataran tinggi atau perbukitan. Pengairannya mengandalkan guyuran hujan. Itu sebabnya, jadwal tanam dilaksanakan menjelang musim penghujan, yakni sekitar akhir Agustus-September. Dengan harapan, padi mendapat cukup air selama pertumbuhan hingga menjelang panen.

Namun, kalender musim tersebut mulai bergeser dalam beberapa tahun terakhir. Kemarau dan penghujan bisa datang lebih awal, bisa pula telat. Begitu pula intensitas dan frekuensinya, sudah tidak menentu. Perubahan musim itu diikuti perubahan suhu udara harian.

Berdasarkan analisis Stasiun Klimatologi Siantan, Pontianak, terjadi kecenderungan peningkatan suhu udara setiap tahun di Kalimantan Barat, semisal di Kabupaten Pontianak dan Kubu Raya yang meningkat sebesar 0,012 derajat celsius. Kenaikan suhu juga dialami Kabupaten Kapuas Hulu, yakni 0,001 derajat celsius.

“Kabupaten Ketapang pun mengalami hal sama, meningkat 0,024 derajat celsius setiap tahun,” ungkap prakirawan Stasiun Klimatologi Siantan Luhur Tri Uji Prayitno.

Tanaman pangan dan hortikultura sensitif terhadap pola perubahan cuaca. Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pertanian menyebut setiap 1 derajat celsius kenaikan suhu udara dapat menurunkan produksi padi sebanyak 8%-10%.

Petani Pasir Mayang mengaku kemarau kali ini cukup parah sehingga menyebabkan gagal panen. Walaupun begitu, indikator perubahan iklim sudah mereka rasakan beberapa tahun sebelumnya. Suhu udara di perkampungan Dayak Jelai semakin gerah. Itu seiring dengan pembukaan areal tutupan hutan di sekitar desa mereka. (BACA: Memberi Kesempatan Alam Bergenerasi

Karena tidak ingin terus dihantui kegagalan panen, beberapa petani pun berikhtiar. Mereka mengalihkan aktivitas perladangan ke lahan payau atau rawa pasang-surut. Kondisi lahan yang tergenang sepanjang tahun membuat petani tidak kesulitan dalam memenuhi kebutuhan air untuk padi. Mereka juga membendung air sungai untuk dialirkan ke ladang.

Lahan berawa rata-rata berada di pelosok kampung. Petani harus berjalan kaki selama 1-3 jam dari rumah. Mereka tidak jarang pula menginap di pondok saat musim berladang.

Akim, 70, ialah satu di antara petani setempat yang telah lama berladang di lahan payau. Sekitar 4 ton padi bisa dia dikarungi saat panen. “Sekitar 70-80 karung sih ada karena tenaga saya sudah berkurang.” (Aries Munandar)

COMMENTS

Name

Beranda Negeri,34,Edukasi,12,Ekologi,55,Ekonomika,45,Inspirasi,34,Jelajah,20,Realitas,16,Riwayat,12,Tekno,11,Tradisi,58,
ltr
item
PeladangKata: Tanam Padi, cuma Dapat Benih
Tanam Padi, cuma Dapat Benih
https://1.bp.blogspot.com/-2Ej5DPy8QVM/WQydW_hHvCI/AAAAAAAADQY/Nv_otPDSHy4wO-f0hOfmIrw5MuBivid-gCLcB/s200/Ekologi_Pasir%2BMayang_3.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-2Ej5DPy8QVM/WQydW_hHvCI/AAAAAAAADQY/Nv_otPDSHy4wO-f0hOfmIrw5MuBivid-gCLcB/s72-c/Ekologi_Pasir%2BMayang_3.jpg
PeladangKata
http://www.peladangkata.com/2014/10/tanam-padi-cuma-dapat-benih.html
http://www.peladangkata.com/
http://www.peladangkata.com/
http://www.peladangkata.com/2014/10/tanam-padi-cuma-dapat-benih.html
true
1600297275400218305
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy