Memoles Batu dengan Perkakas Sepeda

LELAKI berkepala plontos itu asyik memainkan gerinda di bawah kerimbunan pohon matoa. Ia memutar mesin pengasah tersebut sembari menyentuhkan sekeping batu di sela putaran. 

Laju putaran sesekali diperlambat atau berhenti, menyesuaikan lekukan batu yang hendak dibentuk. Kepingan batu itu pun perlahan melonjong setelah terkikis gerinda.

Tri Juhardi, demikian nama lelaki berkepala pelontos itu. Ia satu di antara perajin kecubung di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Tri, yang karib disapa Yadi tersebut membentuk bongkahan batu tersebut menjadi mata cincin, dengan berbagai model dan ukuran. 

“Ada juga yang dijadikan mata kalung (liontin), tapi kebanyakan untuk batu cincin,” kata Yadi, awal Oktober.

Lelaki berusia 33 tahun ini sudah terampil membentuk kecubung sejak SMP, namun baru ditekuni sejak dua tahun lalu. Yadi bekerja saban hari, pukul 08.00 hingga 17.00 WIB. Dia memanfaatkan halaman belakang rumahnya di Jalan Sutan Syahrir No 23 sebagai bengkel kerja. 

Gerinda dengan dudukan kayu menjadi peralatan utama Yadi saat bekerja. Mesin pengasah manual itu dimodifikasi dari perkakas sepeda. Ada engkolan di bagian tengah sebagai tuas pemutar, dan ada velg, serta canai di ujung kanan dan kiri dudukan kayu. Velg yang terhubung dengan engkolan melalui seutas rantai, berfungsi memaksimalkan putaran. 

Adapun canai untuk membentuk bahan baku sesuai model yang diinginkan. Canai bisa berputar karena terhubung ke velg melalui seutas benang pancing. Diatas canai terdapat slang kecil yang meneteskan air dari sebuah wadah di atasnya. Tetesan air berfungsi mempercepat penggerusan bahan baku saat dicanai.

Yadi bisa memproduksi setidaknya 10 buah kecubung setiap hari. Dia dibantu seorang pekerja untuk memperhalus batu tersebut dengan ampelas. Rata-rata mereka membutuhkan 30 menit untuk menghasilkan sebentuk kecubung yang berkilau. Pengerjaannya bisa lebih lama karena bergantung tingkat kesulitan, bentuk, dan ukuran kecubung.

“Setelah dibentuk kecubung kemudian diampelas hingga licin dan mengkilap,” jelas  Yadi.

Bahan baku kecubung tersebut diperoleh dari warga atau pencari batu di pedalaman Ketapang di Kecamatan Manis Mata. Harganya bisa ratusan ribu hingga belasan juta rupiah, bergantung taksiran jumlah perhiasan kecubung yang dihasilkan dari setiap bongkahan batu tersebut.  

Perhiasan kecubung kreasi Yadi memiliki kilauan warna menawan, dengan beberapa varian. Di antaranya, unggu, kuning muda, kuning premium, kuning teh, putih, hitam dan biru. Kecubung tersebut dipasarkan di sekitar Ketapang dan Pontianak hingga Jakarta, dan Medan. Kebanyakan pembeli memesan langsung dengan mendatangi bengkel kerja Yadi.

“Kecubung tinggal diikat dengan cincin sehingga menjadi perhiasan,” kata Yopie, penggemar kecubung di Ketapang.

Yadi membanderol bikinannya seharga Rp100 ribu hingga puluhan juta rupiah per buah. Selain bentuk, ukuran serta kebersihan dan kepekatan warna, nilai sebuah kecubung ditentukan oleh keindahan serat. Semakin menawan dan unik seratnya, semakin melonjak pula harganya. 

“Kalau tidak berserat, itu pasti leburan (imitasi). Untuk membuktikannya sangat mudah, cukup merendamnya ke air,” jelasnya.

Yadi pun lantas mencontohkan cara menguji keaslian kecubung. Ia merendam satu di antara kreasinya ke dalam mangkok berisi air. Perlahan terlihat konfigurasi tertentu di dalam kecubung berwarna ungu tersebut. Konfigurasi yang berbentuk semacam serat atau urat itu semakin lama terlihat jelas menyekat bagian dalam kecubung. (Aries Munandar)

COMMENTS

Name

Beranda Negeri,34,Edukasi,12,Ekologi,55,Ekonomika,45,Inspirasi,34,Jelajah,20,Realitas,16,Riwayat,12,Tekno,11,Tradisi,58,
ltr
item
PeladangKata: Memoles Batu dengan Perkakas Sepeda
Memoles Batu dengan Perkakas Sepeda
https://4.bp.blogspot.com/--8Kv-oM5_0Y/WGKzTps-hvI/AAAAAAAABD8/kFqjwYKFLjkjWG7uhEnTLkPc4ky3TnAeACLcB/s200/Kecubung_1.JPG
https://4.bp.blogspot.com/--8Kv-oM5_0Y/WGKzTps-hvI/AAAAAAAABD8/kFqjwYKFLjkjWG7uhEnTLkPc4ky3TnAeACLcB/s72-c/Kecubung_1.JPG
PeladangKata
http://www.peladangkata.com/2014/11/memoles-batu-dengan-perkakas-sepeda.html
http://www.peladangkata.com/
http://www.peladangkata.com/
http://www.peladangkata.com/2014/11/memoles-batu-dengan-perkakas-sepeda.html
true
1600297275400218305
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy