Makannya cuma Nasi Diguyur Air Panas

KONDISI kesehatan Nendi, 31, belum sepenuhnya pulih dari sakit muntaber meski sudah dirawat di rumah sakit. Namun, ia tetap nekat berangkat ke Peru.

“Kata saya dibatalin aja, tunggu sembuh dulu. Tapi, kata sponsor (agen tenaga kerja) tidak apa-apa. Nanti medical check up bisa diatur,” tutur Muhammad Ali, 30, teman sekampung Nendi di Cirebon, Jawa Barat.

Ali dan Nendi hendak bekerja di Peru sebagai anak buah kapal (ABK). Mereka tertarik dengan tawaran gaji sebesar US$250 (sekitar Rp3 juta) per bulan dan bonus US$15 (Rp180 ribu) untuk setiap ton hasil tangkapan yang mereka angkut.

Dengan proses perekrutan serbakilat, dan tanpa pembekalan pelatihan secuil pun, PT Mahkota Ulfa Sejahtera memberangkatkan kedua lajang itu ke Peru dari Jakarta. Mereka dipekerjakan di sebuah kapal berbendera Tiongkok yang beroperasi di Peru untuk menangkap cumi.

“Dari ketemu agen hingga diberangkatkan hanya berselang dua minggu. Tanda tangan kontrak juga dilakukan di Bandara Soekarno-Hatta setelah mau naik pesawat,” tambah Ali.

Selain Ali dan Nendi, ada empat pekerja lain dari Indonesia, yakni Eli, Tipdon Taufik, Wahid, dan Rasikin. Mereka diberangkatkan melalui agen berbeda. 

“Rasikin bekerja cuma sebentar. Ia dipulangkan karena sakit,” kata Taufik, 30.

Selama bekerja, mereka kerap dianiaya mandor dan nakhoda. Nendi bahkan pernah pingsan akibat amukan sang mandor. Bahkan, mereka hanya disuguhi nasi putih tanpa lauk-pauk. Karena itu, sering mereka terpaksa mencuri biskuit kedaluwarsa dari gudang kapal. 

"Makannya cuma nasi putih diguyur air panas. Seperti bubur, tapi tidak ada rasanya,” ungkap Nendi.

Mereka bekerja di bawah tekanan tanpa digaji. Sebab tidak tahan menanggung derita selama empat bulan bekerja, para ABK itu pun melarikan diri saat kapal bersandar. 

Mereka menempuh 8 jam perjalanan darat menuju Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Lima. Ongkosnya diperoleh dari hasil menjual koper beserta pakaian masing-masing.

“Kami mampir di warnet untuk mengetahui alamat KBRI,” kata Taufik.

Lalu mereka ditampung sejak delapan bulan lalu di KBRI. “Mudah-mudahan pertengahan bulan ini bisa dipulangkan ke Tanah Air,” kata Duta Besar Indonesia untuk Peru dan Bolivia Moenir Ali Soenanda, di Lima, Sabtu (6/12). (Aries Munandar)

COMMENTS

Name

Beranda Negeri,34,Edukasi,12,Ekologi,55,Ekonomika,45,Inspirasi,34,Jelajah,20,Realitas,16,Riwayat,12,Tekno,11,Tradisi,58,
ltr
item
PeladangKata: Makannya cuma Nasi Diguyur Air Panas
Makannya cuma Nasi Diguyur Air Panas
https://4.bp.blogspot.com/-76I-9jTZEqI/WGLQFIlxeZI/AAAAAAAABFM/-FJcJrifSEEvXJcu2XrbBAq91w4AHG2wQCLcB/s200/ABK%2BTerlantar%2Bdi%2BPeru_2.jpg
https://4.bp.blogspot.com/-76I-9jTZEqI/WGLQFIlxeZI/AAAAAAAABFM/-FJcJrifSEEvXJcu2XrbBAq91w4AHG2wQCLcB/s72-c/ABK%2BTerlantar%2Bdi%2BPeru_2.jpg
PeladangKata
http://www.peladangkata.com/2014/12/cuma-nasi-putih-diguyur-air-panas.html
http://www.peladangkata.com/
http://www.peladangkata.com/
http://www.peladangkata.com/2014/12/cuma-nasi-putih-diguyur-air-panas.html
true
1600297275400218305
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy