Machu Picchu, Harmoni Kecerdasan dan Keindahan

Machu Picchu menyuguhkan perpaduan tingginya peradaban Bangsa Inca dengan panorama Pegunungan Andes dan Lembah Amazon.

ARIES MUNANDAR

HUJAN mengguyur Kota Aguas Calientes, Peru. Harapan untuk melanjutkan perjalanan ke Machu Picchu pun seakan membeku bersama dinginnya udara di pagi itu. Memaksakan diri bukan pilihan jitu. Hujan bakal membuat jalur pendakian di Machu Picchu menjadi licin dan pemandangan juga terhalang kabut.

Beruntung, hujan berhenti sekitar 15 menit menjelang keberangkatan. Langkah pun bergegas menuju stasiun bus yang berjarak tidak lebih 1 km dari penginapan. Perjalanan menuju situs bersejarah pun dimulai dengan kondisi cuaca berangsur cerah.

Suhu udara saat itu pun terasa lebih hangat jika dibandingkan dengan Cusco, kota persinggahan utama sebelum ke Aguas Calientes. Aguas Calientes sendiri merupakan kota kecil yang dibangun khusus untuk memfasilitasi wisatawan yang hendak ke Machu Picchu. (BACA: Peru, Jejak Inca hingga Hipoksia)

“Di sini kalian tidak perlu mengenakan baju hingga berlapis-lapis,”. Begitu pesan Victor Hugo, pemandu wisata, saat menjemput kami di Stasiun Kereta Api Aguas Calientes, sehari sebelumnya.

Namun, cuaca di pagi itu tetap saja terasa dingin bagi yang terbiasa di daerah tropis. Jaket atau sweter pun harus dikenakan sebagai penghangat tubuh selama di perjalanan. Apalagi, suhu akan terus menurun saat perjalanan semakin mendekati kawasan Machu Picchu.

Perjalanan dari Aguas Calientes ke Machu Picchu juga bisa melalui jalur pendakian dengan berjalan kaki. Ada dua jalur yang bisa dijajal, yakni jalur yang dimulai di titik kilometer (KM) 82 dan KM 104. Pendakian dari KM 82 akan menempuh jalur Inca sejauh 26 km, sementara dari KM 104 menempuh jalur alternatif sekitar 8,7 km. 

Namun, kebanyakan pelancong memilih menumpang bus. Walaupun harus merogoh kocek, perjalanan dengan bus lebih praktis dan cepat. Sekitar 40 menit, wisatawan sudah tiba di pintu masuk Machu Picchu. Untuk selanjutnya, menyusuri sisa peradaban Bangsa Inca hingga ke puncak tertinggi dengan berjalan kaki.


Merawat peradaban
Machu Picchu berada di 2.430 meter di atas permukaan laut. Situs ini merupakan reruntuhan kota yang dibangun bangsa Inca sebelum kolonial Spanyol menguasai Peru pada Abad ke-16.

Cagar budaya yang ditetapkan sebagai warisan dunia oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa pada 1983 ini memiliki 200 struktur bangunan. Dari kejauhan, kumpulan bangunan itu menyerupai deretan benteng pertahanan bertingkat di atas gunung.

Jejak Machu Picchu sebagai bekas perkotaan tempo dulu baru tergambar setelah menelusuri kawasan tersebut. Struktur bangunan dan penataan lokasinya teratur dan sesuai peruntukan. “Walaupun hanya reruntuhan, kawasan saat ini hampir mendekati kondisi asli karena terus dirawat,” jelas Victor. 

Machu Picchu terzonasi dalam dua sektor, yakni sektor perkotaan dan pertanian. Kedua sektor tersebut terhubung dengan jalan umum yang datar, menanjak, dan menurun. Begitu pula bangunan di setiap sektor dihubungkan dengan jalan lingkungan. Semua tembok bangunan dan jalan tersebut disusun dari batu granit.

Sektor perkotaan merupakan kawasan hunian dan religi. Mereka membangun beberapa rumah khas beratap daun dari pohon cedar atau cedrus. Kawasan hunian terzonasi lagi berdasarkan strata sosial penghuninya. Rumah untuk kaum bangsawan dibangun di lokasi lebih tinggi daripada kaum awam.


Kaum lajang
Bangsa Inca ini pun memisah tempat tinggal untuk laki-laki dengan perempuan di setiap kawasan hunian tersebut. Menurut Victor, semua penduduk Machu Picchu diperkirakan masih lajang sehingga tidak ada perempuan dan laki-laki yang menetap dalam satu rumah. “Itu sebabnya, ada dugaan Machu Picchu dulunya sebuah kompleks universitas,”.

Seperti Bangsa Inca lainnya, penduduk Machu Pichhu diyakini memuja Dewa Matahari. Mereka pun membangun kuil khusus untuk ritual pemujaan tersebut. Selain itu, terdapat kuil dengan arca kondor, burung sakral menurut mitologi Inca. Arca ini terdiri batu berukir kepala kondor dengan bentangan sayap berupa susunan batu di belakangnya.

Penduduk Machu Picchu juga membangun pusat observasi astronomi bernama Intiwatana yang berada di kawasan puncak di barat daya. Mereka menggelar ritual saat peristiwa kulminasi matahari, yakni setiap 21 Maret dan 21 September di monumen batu tersebut.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, penduduk Machu Picchu bertani jagung, koka, umbi-umbian, dan kacang-kacangan. Lahan pertanian tersebut berada di lereng pegunungan dengan sistem teras sering yang disokong oleh irigasi.

Mereka juga beternak unggas, lama, dan alpaka. Lama yang sejenis unta tersebut diternak untuk dikonsumsi dagingnya. Begitu pula unggas. Adapun alpaka yang sejenis domba, diambil bulunya untuk dijadikan bahan pakaian.

Bentang alam
Machu Picchu sempat didapuk sebagai kota yang hilang. Ia hanya dianggap sebuah legenda yang tersebar dari mulut ke mulut. Jejaknya baru terkuak setelah Arkeolog Hiram Bingham menemukannya kembali pada 1911. Sisa peradaban Bangsa Inca ini pun kemudian menarik minat banyak kalangan untuk meneliti dan berwisata. (BACA: Kota Sejuta Taman di Tepian Pasifik

Kawasan di hamparan seluas 32,5 hektare tersebut ditaksir dibangun pada 1450. Bebatuan bangunannya tersusun rapat tanpa perekat. Arsitekturnya dirancang tahan terhadap gempa bumi. Kota yang diperkirakan pernah dihuni 500-700 jiwa ini pun dinilai sebagai mahakarya Bangsa Inca.

Berbicara Machu Picchu tidak melulu soal peradaban dan romantisme masa lalu. Ia juga menawarkan mahakarya alam yang juga membuat decak kagum. Lokasinya yang diapit Pegunungan Andes dan Lembah Amazon memiliki pemandangan memukau. Bentang alam itu selaksa deretan tugu batu berlumut yang berselendangkan kabut.

Keindahan alam tersebut mulai tersaji di sepanjang perjalanan dari Aguas Calientes. Pesona hutan tropis dengan deretan puncak gunung menawan menyapa di setiap kelokan jalan. Eksotik itu semakin menggoda saat pendakian mendekati puncak Machu Picchu.

Lokasi favorit di Machu Picchu berada di puncak di sisi tenggara menuju jembatan Inca. Kota Macchu Picchu yang berada di bawahnya terlihat seperti benteng berlatar dua puncak gunung yang menyerupai tanduk. Selain kerap diabadikan wisatawan, pemandangan dari puncak tersebut menjadi ikon Machu Picchu.

Dengan menjelajahi kawasan yang membentang sepanjang 1 km ini cukup membuat tubuh berkeringat. Alhasil, suhu yang saat itu sekitar 12 derajat Celsius berasa hangat akibat kalori tubuh terbakar. Udara alami pegunungan pun membuat napas terasa segar meskipun tersengal sehabis mendaki.


Manusia kuat
“Berdasarkan penelitian, warga Machu Picchu bertenaga kuat dan berparu-paru besar. Tubuh mereka juga memiliki banyak sel darah merah. Itu karena adaptasi dengan lingkungan,” jelas Victor.

Kunjungan ke Macchu Picchu dibatasi dari pukul 06.00 hingga 16.00. Namun, penjelajahan pada 10 Desember lalu, berakhir sebelum pukul 13.00 karena hujan kembali mengguyur saat berada di puncak sisi tenggara. Perjalanan turun pun dilakukan dengan menapaki jalan dan tangga yang licin.

Desember memang bukan saat yang tepat untuk mengunjungi Machu Picchu walaupun pengunjungnya tetap menyemut. Hujan lebat sewaktu-waktu bisa mengguyur situs yang termasuk tujuh keajaiban dunia baru tersebut. “Waktu terbaik saat musim panas sekitar Mei-Juni,” ujar Victor.

COMMENTS

Name

Beranda Negeri,34,Edukasi,12,Ekologi,55,Ekonomika,45,Inspirasi,34,Jelajah,20,Realitas,16,Riwayat,12,Tekno,11,Tradisi,58,
ltr
item
PeladangKata: Machu Picchu, Harmoni Kecerdasan dan Keindahan
Machu Picchu, Harmoni Kecerdasan dan Keindahan
https://3.bp.blogspot.com/-enVHvRL3UMs/WJBvJdF461I/AAAAAAAACWg/Vp4-HP0Ohjs3SHshB_f0ajI_-4nZsolkgCLcB/s200/Macchu%2BPicchu_Ikon%2BMachu%2BPicchu.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-enVHvRL3UMs/WJBvJdF461I/AAAAAAAACWg/Vp4-HP0Ohjs3SHshB_f0ajI_-4nZsolkgCLcB/s72-c/Macchu%2BPicchu_Ikon%2BMachu%2BPicchu.jpg
PeladangKata
http://www.peladangkata.com/2015/01/machu-picchu-harmoni-kecerdasan-dan.html
http://www.peladangkata.com/
http://www.peladangkata.com/
http://www.peladangkata.com/2015/01/machu-picchu-harmoni-kecerdasan-dan.html
true
1600297275400218305
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy