Mengabdi dengan Militansi Teruji

Pontianak memiliki banyak perkumpulan pemadam kebakaran swasta. Mereka bermilitansi tinggi meskipun tanpa digaji.

ARIES MUNANDAR

KEBAKARAN di Gang Amal, Jalan Tanjung Raya I, Pontianak, membuat Dedy Arianto tertegun. Ia bakal kehilangan tempat tinggal seandainya tidak ada pemadam kebakaran yang menolong. Dedy saat itu memang tidak bisa berbuat banyak karena masih dalam perjalanan dari luar kota. (baca: Kisah para Penjinak Api)

Kejadian pada 2011 yang menghanguskan tiga rumah tetangganya itu memantik rasa kemanusiaan Dedy. Ia kemudian mengumpulkan beberapa rekan untuk berswadaya membentuk pemadam kebakaran. Pemadam Sukarelawan Timur (Pesat) pun berdiri tidak lama setelah kebakaran tersebut.

“Rumah saya anggap sudah terbakar. Jadi, harta yang ada saya hibahkan untuk mendirikan pemadam,” jelas pendiri Pesat itu, pekan lalu.

Pesat, di awal berdiri, hanya bermodalkan sebuah sepeda motor dan mesin pompa air portabel. Dengan urunan anggota bersama warga, mereka kemudian mencicil berbagai perlengkapan dan kebutuhan operasional. Pemadam swasta itu pun kini memiliki sebuah mobil tangki mini, pikap, dan mesin pompa air gandeng.

Meskipun tergolong badan pemadam kecil, Pesat mengalami perkembangan pesat berkat kreativitas pengurus dan para sukarelawan. Mereka saat ini memiliki bahan pemadam api berbentuk busa (foam). Pengoperasiannya menggunakan alat yang dimodifikasi dari penyemprot pupuk dan pestisida.

Keandalan perangkat tersebut sudah dibuktikan di beberapa kejadian kebakaran. Penggunaan busa di Pontianak sendiri masih sangat terbatas karena mahal dan bahan bakunya harus didatangkan dari luar daerah. Tidak hanya itu, Pesat juga termasuk segelintir pasukan pemadam di Pontianak yang mengasuransikan anggotanya.

“Kami pernah mengklaim saat ada anggota (relawan) yang kecelakaan, dan asuransinya langsung cair,” ungkap Syafrani Daniel, penasihat Pesat.

Pesat merupakan satu di antara 23 pemadam kebakaran swasta di Pontianak dan di wilayah sekitarnya. Sebagian dari pemadam tersebut berskala kecil dan menengah. Kendati demikian, mereka memiliki sukarelawan yang militan dan mampu menjangkau lokasi hingga ke pelosok kota.

“Kami menggunakan Tosa (sepeda motor roda tiga) untuk menjangkau kebakaran di gang-gang sempit,” kata Ketua Pemadam Kebakaran Pancasila Abadi (PKPA), Sanusi.

Tanpa batas
Kebakaran memang tidak mengenal waktu dan batas wilayah. Regu pemadam harus bersiaga selama 24 jam sehari, dan secepat mungkin tiba di lokasi kebakaran. Para pemadam di Pontianak pun acap kali menangani kebakaran hingga ke luar kota. Begitu pula pemadam dari luar juga kerap membantu menangani kebakaran di Pontianak.

“Di mana ada api (kebakaran), pasti kami datangi karena musibah ini tidak mengenal batas wilayah,” ujar Supriasno, Ketua Pemadam Kebakaran Sungai Ambawang (PKSA), Kabupaten Kubu Raya.

Perkumpulan pemadam kebakaran di Pontianak banyak bermunculan sejak 15 hingga 10 tahun terakhir. Keran reformasi mendorong warga untuk terlibat aktif dalam kegiatan kemasyarakatan. Anggota regu pemadam pun tidak lagi didominasi warga Tionghoa. Warga dari etnik lain juga semakin banyak yang bergabung atau membentuk pemadam sendiri.

Keanggotaan regu pemadam awalnya direkrut dari warga sekitar. Jejaring relawan itu kemudian meluas seiring waktu dan kiprah di lapangan. Pemadam Kebakaran Bintang Timur, misalnya. Walaupun posko pemadam itu berada di sebuah kompleks perumahan di Kelurahan Tanjung Hulu, anggota mereka juga banyak berasal dari luar.

“Anggota kami berasal dari berbagai etnik, dan banyak juga yang dari luar (perumahan),” kata Eka Chandra, Wakil Koordinator Lapangan Pemadam Kebakaran Bintang Timur.

Para relawan di setiap regu pemadam tidak digaji sepeser pun. Walaupun demikian, mereka sering kali meninggalkan waktu istirahat bahkan pekerjaan sehari-hari manakala kebakaran terjadi. Mereka bergegas ke posko masing-masing, atau langsung meluncur ke lokasi untuk bergabung dengan sesama pemadam.

Tidak mudah memang menjadi seorang pemadam kebakaran. Selain harus bersiaga sepanjang hari, seorang pemadam juga dituntut berstamina tinggi, disiplin, mampu bekerja sama dan bermental kuat.

“Dari 100 anggota baru, yang bertahan paling cuma 10 orang karena menjadi pemadam perlu kerelaan dan keberanian juga,” kata The Kuang Bun, Komandan Regu Pemadam Kebakaran Panca Bhakti.

Kuang Bun alias Tualau ialah seorang pemadam senior berusia 60 tahun. Dia bergabung di salah satu pemadam kebakaran terbesar di Pontianak tersebut sejak remaja. Menurutnya, kerelawanan dan nyali pemadam akan teruji secara alamiah.

Pemadam kebakaran swasta di Pontianak disebut-sebut sebagai yang terbanyak di Indonesia. Kehadiran mereka di setiap kali kebakaran begitu mencolok karena berseragam dengan warna beragam. Ada kuning, biru, hijau, oranye, abu-abu hingga ungu. Warna seragam itu menandakan dari pasukan pemadam mana mereka berasal.

Meskipun dari berbagai perkumpulan, para pemadam bahu-membahu agar kebakaran bisa dipadamkan dan dilokalisasi. Namun, kerja kemanusiaan mereka tidak selamanya berjalan mulus. Pemadam sering kali diperlakuan tidak simpatik dari warga. 

“Kami pernah dilempari batu gara-gara mempertahankan selang,” ujar Ketua Badan Pemadam Api Siantan (BPAS) Chin Bhu Jung.

Kasus kebakaran di Pontianak relatif tinggi, terutama menjelang hari besar keagamaan, seperti Imlek dan Cap Go Meh. Dalam sehari, pernah terjadi tiga hingga lima kali kebakaran.

Siapkan liong
Beberapa pemadam dari suku Tionghoa di Pontianak saat ini mempersiapkan pembuatan liong (naga) dan beberapa lainnya juga mulai latihan. Masyarakat Tionghoa di Pontianak setiap tahun merayakan Tahun Baru Imlek yang dimulai pada hari pertama penanggalan Tionghoa dan berakhir pada hari ke-15 lewat perayaan Cap Go Meh.

Liong dibuat saban tahun dan dimainkan di setiap perayaan Cap Go Meh, 14 hari setelah tahun baru Imlek, setelah itu naga-nagaan itu akan dibakar. 

Keterlibatan pemadam di permainan naga, selain karena sarana relatif tersedia terutama armada, juga mudah dimobilisasi, berstamina. Apalagi, kekompakannya sudah teruji. Permainan liong juga sekaligus sebagai sarana bagi mereka untuk mencari dana dari angpau para donatur untuk menambah kas yayasan.

Dampak lain dari damkar di antaranya memupuk persaudaran dan solidaritas dan toleransi antaretnik. Mereka bekerja dan menolong tanpa pandang bulu.   LANJUT KE: Alpha Tango Berada di Saluran Sakral 
lihat juga di sini

COMMENTS

Name

Beranda Negeri,34,Edukasi,12,Ekologi,55,Ekonomika,45,Inspirasi,34,Jelajah,20,Realitas,16,Riwayat,12,Tekno,11,Tradisi,58,
ltr
item
PeladangKata: Mengabdi dengan Militansi Teruji
Mengabdi dengan Militansi Teruji
https://2.bp.blogspot.com/-f26JczeFZmY/WFhXOAk8tbI/AAAAAAAAA9g/_TbkKt-FAuI0T8gGFcRDmBl10Lc1OUeXACLcB/s200/Pemadam_2_Blog.jpg
https://2.bp.blogspot.com/-f26JczeFZmY/WFhXOAk8tbI/AAAAAAAAA9g/_TbkKt-FAuI0T8gGFcRDmBl10Lc1OUeXACLcB/s72-c/Pemadam_2_Blog.jpg
PeladangKata
http://www.peladangkata.com/2015/02/mengabdi-dengan-militansi-teruji.html
http://www.peladangkata.com/
http://www.peladangkata.com/
http://www.peladangkata.com/2015/02/mengabdi-dengan-militansi-teruji.html
true
1600297275400218305
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy