Kota Sejuta Taman di Tepian Pasifik

Salsa Lansia di Taman Kennedy, Lima, Peru
Kota ini memanusiakan warganya. Di Lima, para senior berdansa dan seniman memamerkan karyanya di taman kota, bahkan kawasan mal pun menyisakan area buat publik.

ARIES MUNANDAR

IRAMA salsa mengalun dari sudut taman kota, mengiringi perempuan-lelaki yang lincah berdansa. Mereka saling mendekap, melangkah beriring, mengayunkan kaki bersama, menghentak, dan berputar bergantian. Canda dan tawa mereka sesekali pecah di antara keriuhan musik. Begitu pula penonton yang melingkari arena tarian. 

Istimewanya, tarian dengan gerakan intim dan menggoda itu dilakukan para lansia. Mereka tetap bisa mengikuti ritme tarian yang energik tersebut.

Salsa para lansia digelar saban sore di penghujung pekan di Taman Kennedy, Lima, Peru, negeri di Amerika Selatan. Mereka beratraksi di amphiteater, pentas seni terbuka.

Taman Kennedy atau Parque Kennedy berada di jantung Miraflores, sebuah distrik di Lima. Taman ini mengabadikan nama Presiden ke-35 Amerika Serikat, John F Kennedy, yang dianggap ikon harapan dan aspirasi Amerika. Taman Kennedy menjadi tempat tongkrongan favorit bagi wisatawan dan warga Miraflores.

Mereka bisa bersantai di bawah pepohonan sembari membaca buku atau menikmati camilan. Bisa pula berjalan kaki, joging, atau bersepeda mengitari taman sembari menikmati kesejukan suasana, dan warna-warni bebungaan. Taman ini juga menyediakan areal bermain untuk anak-anak dengan fasilitas serbagratis.

PUSAT AKTIVITAS WARGA
Taman Kennedy berada di satu kawasan dengan Taman 7 Juni atau Parque 7 Junio. Taman 7 Juni untuk mengenang pertempuran Arica pada 1880 yang dipimpin Francisco Bolognesi. Kedua taman ini kemudian dikenal sebagai Miraflores Central Park. Kawasan ini tidak sekadar ruang terbuka hijau, juga pusat kuliner, perbelanjaan, dan pasar seni.

Di sekitar kawasan seluas 25 ribu meter persegi itu terdapat deretan toko dan pedagang kaki lima yang menjual kerajinan khas Peru. Bagi wisatawan, Inca Market menjadi satu di antara lokasi favorit di kawasan ini. Inca Market menyediakan beragam suvenir dan pernak-pernik yang berhubungan dengan Bangsa Inca. (BACA: Machu Picchu, Harmoni Kecerdasan dan Keindahan)

7 de Junio Parque, Lima, Peru

HARI BEBAS KENDARAAN
Central park atau parque central juga menjadi kawasan bebas kendaraan (car free day) di setiap pagi di akhir pekan. Selain menjadi ajang olahraga massal, kesempatan ini dimanfaatkan seniman jalanan dengan memajang dan menjual karya mereka.

Central park pun memberikan kesempatan bagi wisatawan menikmati keindahan Miraflores. Terdapat sejumlah bus beratap terbuka yang siap mengantar mereka berkeliling kota. Tarifnya 10 nuevo soles atau sekitar Rp40 ribu per orang untuk sekali jalan. Bus akan melintasi beberapa objek wisata selama satu jam perjalanan. 

KOTA TANPA HUJAN
Lima merupakan satu di antara kota utama di Amerika Selatan, dan dibangun oleh Bangsa Spanyol di bawah kepemimpinan Fransisco Pizzarro pada 1535. Kota seluas 23.129 kilometer persegi ini menjadi pusat pemerintahan kolonial Spanyol di Amerika Selatan selama tiga abad. (BACA: Peru, Jejak Inca hingga Hipoksia)

Penguasaan Bangsa Spanyol itu mewariskan arsitektur khas Eropa. Tidak saja pada bangunan bersejarah, juga lansekap kota. Arsitektur Lima didesain bercorak Eropa dengan alun-alun dan taman kota sebagai ruang publik utama. Ruang terbuka hijau itu bertebaran di permukiman, perkantoran, dan pusat bisnis, hingga lokasi wisata.

Beberapa kawasan bahkan memiliki lebih dari satu taman, dan di antaranya dilengkapi fasilitas kebugaran (fitnes) gratis. Taman yang juga dibangun di pinggir dan pojok jalan raya membuat Lima menjadi teduh, hijau, dan asri.

Alun-alun dan taman kota di Lima kebanyakan dinamai dengan peristiwa penting, tokoh dunia, pemimpin agama, atau pahlawan nasional. Warga pun biasa menggelar upacara kehormatan di tempat tersebut untuk mengenang peristiwa bersejarah. “Warga Peru sangat menghormati sejarah dan mengidolakan pahlawan mereka,” ujar Rinoldy Sidiki, Sekretaris Pribadi Duta Besar Indonesia di Lima.

Keberadaan taman kota yang menghijau dan terawat baik ini sebetulnya cukup mengherankan. Mengingat tidak terlihat saluran air atau kanal, apalagi sungai di Lima. Kota beriklim tropis dengan kelembaban tinggi ini pun berada di pesisir laut, dan tidak pernah diguyur hujan.

Larcomar

DISIRAM AIR GUNUNG
Lantas dari mana sumber air untuk menyirami taman tersebut? “Airnya dari sungai di Pegunungan Andes,” jelas Arya Putubaya, Staf Kedutaan Besar Indonesia di Lima.

Pegunungan Andes yang membentang di bagian tengah Peru itu berada di luar Kota Lima. Sungai tersebut berarus deras dan bersih karena hutan dan alam di sekitarnya relatif terjaga. Air dari pegunungan Andes dialirkan ke Lima melalui jaringan pipa di bawah tanah sebagai sumber air bersih. Termasuk, untuk menyirami taman kota.

MAL DI TEBING BUKIT
Lima juga dianugerahi panorama alam memukau. Kota ini berada di perbukitan yang menghadap Samudra Pasifik. Keindahan alam itu, antara lain bisa disaksikan di Miraflores. Dalam menikmati panorama pantai dari ketinggian 79 meter di atas permukaan laut menghadirkan sensasi tersendiri.

Di kawasan ini berdiri Larcomar, sebuah pusat perbelanjaan modern atau mal. Bangunan tanpa atap itu semakin meneguhkan bahwa Lima benar-benar kota yang tidak pernah diguyur hujan sepanjang tahun. Larcomar menjual aneka produk mewah dan bermerk terkenal. Pengunjungnya rata-rata 500 ribu orang setiap bulan.

Daya tarik utama mal ini ialah lokasi dan pemandangan di sekitarnya. Menempati areal seluas 45 ribu meter per segi, Larcomar dibangun di tebing bukit dengan pemandangan pantai Miraflorinas dan Samudra Pasifik di bawahnya. Selain itu, ada tanjung berbukit di sisi barat.

Untuk mengamati lebih dekat pemandangan pantai Miraflorinas, tersedia beberapa teropong khusus di balkon lantai empat Larcomar. Cukup memasukkan koin 1 Nuevo Soles, pengunjung pun bisa menikmati fasilitas tersebut.

Panorama di sekitar Larcomar semakin indah di saat senja. Pengunjung bisa bersantai sembari menyaksikan matahari terbenam. Pemandangan semakin indah saat lampu jalan dan bangunan di sepanjang pantai dan perbukitan mulai dinyalakan. Semburat cahaya itu terlihat bak rombongan kunang-kunang atau rangkaian lampu hias.

Larcomar

BERJOGING DALAM MAL
Tidak sekadar berbelanja dan menikmati pemandangan pantai, warga pun menjadikan Larcomar sebagai arena joging dan bersepeda. Joging bahkan dilakukan hingga di dalam mal, dengan menyusuri selasar. Di halaman dekat pintu masuk gedung empat lantai ini juga terdapat taman bermain terbuka untuk anak-anak.

Di kawasan sama, Parque del Amor atau taman cinta berdiri tidak jauh dari Larcomar. Taman ini diresmikan pada 14 Februari 1993, atau bertepatan dengan hari kasih sayang. Di taman cinta terdapat patung sepasang kekasih berciuman berbaring. Selarik puisi cinta karya Seniman Peru, Victor Delfin terpatri di tonggak patung.

Taman ini dilengkapi alun-alun dan pedestrian di sepanjang bibir tebing. Pemandangan seperti di Larcomar juga bisa dinikmati dari taman cinta. Taman ini sering dijadikan lokasi untuk memadu kasih, terutama remaja dan pasangan usia muda. Pasangan pengantin baru pun sering ke tempat ini untuk menahbiskan ciuman pernikahan.

Warga Lima begitu dimanja dengan berbagai ruang terbuka hijau. Di distrik Miraflores saja ada 151 ruang terbuka hijau, dengan total luas kawasan sekitar 112 hektare. Jika dirata-ratakan, alokasinya mencapai 13 meter persegi per penduduk. Kawasan itu sebagian besar berupa taman, plaza atau alun-alun, dan kompleks olahraga. Fantastico! 

Parque del Amor
Mengapa Lima, Peru, tidak pernah hujan?
  • Iklim gurun ringan (mild-desert climate) dengan kelembapan relatif tinggi menyebabkan minimnya hujan yang turun.
  • Terdapat fenomena angin pasat dari timur ke barat menuju Kota Lima yang akan naik melewati Pegunungan Andes sehingga hujan akan terjadi dan terhenti di lereng timur. Daerah Peru akan menjadi daerah bayangan hujan Pegunungan Andes.
  • Arus Humboldt, arus yang membawa angin dari Pasifik Selatan, tidak mengandung kelembapan tinggi sehingga menyebabkan iklim gurun pada suhu yang tidak panas.

Sumber air dan penggunaan
  • Curah hujan rata-rata 11 mm setahun.
  • Irigasi didapat dari sungai-sungai kecil yang mengalir dari lembah Pegunungan Andes. Itu digunakan untuk aktivitas pertanian, peternakan, dan pengairan alami tumbuh-tumbuhan di sekitar.
  • Beberapa desa di Peru menggunakan jaring polipropilena besar, yang merupakan pengumpul kabut dan awan rendah. Itu digunakan untuk diminum dan mengairi kebun. (sumber: Wikipedia/Climate-data.org/*/Grt)

COMMENTS

Name

Beranda Negeri,34,Edukasi,12,Ekologi,55,Ekonomika,45,Inspirasi,34,Jelajah,20,Realitas,16,Riwayat,12,Tekno,11,Tradisi,58,
ltr
item
PeladangKata: Kota Sejuta Taman di Tepian Pasifik
Kota Sejuta Taman di Tepian Pasifik
https://1.bp.blogspot.com/-git2hu-AohM/WI9ZPLa9PzI/AAAAAAAACTo/R2CczhRmnT4j9AjBeRYx3fkocwVhoUNOgCLcB/s200/Lima_Dansa%2BLansia_2.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-git2hu-AohM/WI9ZPLa9PzI/AAAAAAAACTo/R2CczhRmnT4j9AjBeRYx3fkocwVhoUNOgCLcB/s72-c/Lima_Dansa%2BLansia_2.jpg
PeladangKata
http://www.peladangkata.com/2015/04/kota-sejuta-taman-di-tepian-pasifik.html
http://www.peladangkata.com/
http://www.peladangkata.com/
http://www.peladangkata.com/2015/04/kota-sejuta-taman-di-tepian-pasifik.html
true
1600297275400218305
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy