Lukisan Bahari di Batas Negeri

Di balik keterpencilannya, desa ini dianugerahi keindahan pantai yang membuat iri negeri tetangga.

ARIES MUNANDAR

SAAT yang dinanti itu akhirnya tiba. Matahari perlahan turun ke batas imajiner lautan hingga menyisakan separuh bentuknya. Semburat jingga pun semakin kentara memenuhi langit di penghujung senja. Pergantian waktu dari siang ke malam itu membentangkan sebuah lukisan alam di kaki cakrawala.

Detik-detik matahari terbenam menjadi momentum paling dinanti saat berkunjung ke pesisir Temajuk. Pantai di tepi Laut Natuna ini berada di perbatasan Indonesia-Malaysia di Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Pemandangan alamnya kala mentari terbenam tidak kalah memukau dengan pantai ternama di belahan bumi lain.

Pantai berpasir cokelat ini diguyur hujan beberapa jam sebelum kunjungan pada pertengahan April lalu. Kesempatan untuk menikmati sunset pun nyaris pupus lantaran cuaca sedang tidak bersahabat. Gumpalan awan kelabu masih berarak melintasi titik terbenamnya sang surya.

Pesona alam itu akhirnya bisa dinikmati seiring berlalunya awan kelabu dari lintasan matahari terbenam. Semburat jingga yang mengiringinya ke peraduan memang tidak sekemilau seperti biasa karena larik awan kelabu masih membekas di langit. Namun, legamnya awan hujan justru menambah dramatis suasana pantai.

Gradasi jingga, kuning, hitam, dan kelabu tersebut tidak segera sirna walaupun mentari telah menghilang dari pandangan. Perpaduan warna yang menerangi langit itu baru menyudahi panorama senja sekitar 15 menit kemudian. Pantai pun gulita.


Surga di ujung Kalimantan
Keindahan matahari terbenam bisa disaksikan di beberapa lokasi di Temajuk, salah satunya di Pantai Teluk Atung Bahari. Selain keindahan alamnya, pantai itu juga dikenal sebagai lokasi wisata tertua di Temajuk. Setiap akhir pekan atau hari libur, pantai yang dikelola keluarga Rasad sejak 2009 itu ramai dikunjungi wisatawan.

"Pengunjung rata-rata masih dari sekitar Temajuk, Sambas, Singkawang, dan Pontianak,” kata Rasad, yang karib disapa Pak Atung.

Teluk Atung Bahari berpantai landai dengan laut biru yang berombak tenang. Lokasinya pun tampak hijau dan asri karena dinaungi pepohonan. Di sepanjang pantai terhampar gugusan batu granit hingga menjorok ke laut.

Sunset beserta keasrian Teluk Atung Bahari kerap diabadikan atau dijadikan lokasi pemotretan oleh para fotografer. Mereka terpesona dengan keindahan alam di kawasan yang berada di ujung Kalimantan itu. “Ada yang bilang Temajuk itu (ibarat) sepotong surga di ekor Kalimantan,” ungkap Atung.

Diminati Malaysia
Temajuk berada di pesisir utara bagian barat Kalimantan. Jika dilihat di peta, desa itu persis berada di bagian ujung ekor Pulau Kalimantan. Temajuk berbatasan dengan Kampung Telok Melano dan Telok Serabang di Sarawak, Malaysia. Jarak Temajuk ke wilayah Malaysia itu sekitar 3 kilometer, atau sekitar 20 menit perjalanan dengan sepeda motor.

Desa itu sempat menjadi berita besar sekitar empat tahun lalu. Kawasan seluas 1.449 hektare di Dusun Camar Bulan, Temajuk, itu diakui dan dimasukkan Malaysia ke peta wilayah mereka. Sebelum dan setelah insiden itu pun sengketa masih sering terjadi karena belum ada kesepakatan mengenai tapal batas tersebut. (BACACamar Bulan Mencari Induknya)

Warga meyakini keindahan alam menjadi satu di antara daya tarik bagi Malaysia untuk menguasai Temajuk. Pesona pantai di wilayah Malaysia perbatasan dianggap belum lengkap karena mereka tidak bisa menyaksikan matahari terbenam alias sunset.

“Mereka hanya kebagian saat terbit, sedangkan pemandangan matahari terbenamnya terhalang oleh Tanjung Datuk,” ujar Atung.

Telok Melano dan Telok Serabang telah dikemas sebagai daerah tujuan wisata di Malaysia. Kedua daerah tersebut lebih dahulu membangun sarana dan prasarana wisata ketimbang Temajuk. Pemerintah setempat juga gencar mempromosikan paket wisata untuk daerah mereka.

Selain keindahan pantai yang masih alami seperti di Temajuk, mereka di antaranya juga menawarkan wisata pesiar dan pemancingan. Kapal-kapal wisata dari Malaysia kabarnya kerap berlayar dan memancing hingga ke perairan Temajuk.

“Kalau dahulu sering, tapi sekarang tidak pernah lagi. Penjagaan dari aparat kita sangat ketat,” kata pejabat sementara Kepala Desa Temajuk, Asman.

Habitat penyu dan ubur-ubur
Potensi wisata di Temajuk tidak semata-mata berupa pemandangan pantai beserta kemolekan matahari senjanya. Perairan itu juga kaya dengan pemandangan bawah laut dan surga buat para pemancing. Terumbu karangnya masih relatif terjaga, begitu pula keragaman biota laut. 

Pelbagai jenis ikan, kepiting, dan lobster mudah ditemukan di Temajuk. “Waktu terbaik untuk berburu lobster ialah sekitar Mei-Oktober, yakni saat musim ombak tenang. Sekali nyelam bisa dapat sekitar 8 kilogram lobster,” jelas Asman.

Temajuk juga dikenal sebagai penghasil ubur-ubur konsumsi di Kalimantan Barat. Ubur- ubur yang dipanen setiap Maret-Mei itu dikeringkan dan selanjutnya diekspor ke mancanegara. Wisatawan juga bisa menyaksikan atraksi penangkapan ubur-ubur oleh nelayan di laut dan melongok pengolahannya di pabrik.

Temajuk pun menjadi satu di antara lokasi pendaratan penyu di Paloh. Pantai Paloh, yang membentang sepanjang 63 kilometer, merupakan lokasi pendaratan penyu terbesar di Kalimantan Barat. Tidak kurang dari 50 penyu betina mendarat setiap malam saat puncak musim bertelur pada Mei-Juli.


Festival Pesisir Paloh
Untuk menyambut musim penyu bertelur, warga menggelar pesta rakyat melalui Festival Pesisir Paloh (Fespa). Festival yang diinisiasi oleh WWF Kalimantan Barat tersebut sejak dua tahun belakangan dipusatkan di Temajuk. Fespa digagas sebagai media kampanye terhadap pelestarian penyu.

Beragam atraksi seni dan budaya lokal ikut menyemarakkan festival yang telah berlangsung sejak 2012 tersebut. Pengunjung juga bisa membeli berbagai aneka kerajinan tangan berbentuk penyu. Panitia pun menyiapkan paket wisata malam untuk menyaksikan penyu mendarat dan bertelur di pantai.

Fespa tahun ini digelar pada 28-30 Mei. Penyelenggaraan kali ini juga menyajikan lomba memasak dari bahan olahan ubur-ubur. “Ubur-ubur biasa kami buat rujak (shanghai), kadang-kadang juga di-sate,” kata Desi, 32, warga Temajuk, beberapa waktu lalu.

Daya tarik Temajuk semakin lengkap karena berada di perbatasan negara. Wisatawan bisa menyaksikan interaksi warga setempat dengan warga Malaysia. Kendati diwarnai banyak isu, penduduk dari kedua wilayah tersebut banyak yang masih bertalian darah atau disatukan oleh ikatan pernikahan. Mereka bukan sekadar serumpun, melainkan sebuah keluarga besar. 


Info:
  • Jarak Temajuk ke ibu kota kecamatan sekitar 45 km (sekitar 2,5 jam dengan sepeda motor). Sekitar separuh perjalanan dari ibu kota kecamatan ke Temajuk masih dalam tahap pengerasan (tanah merah), berdebu saat kemarau, dan becek saat musim hujan.
  • Akses jalan itu baru dibuka sekitar 4 tahun lalu. Sebelumnya, warga mengandalkan jalan pantai (sekitar 30 km) atau melalui jalur laut sekitar 4-5 jam dengan kapal tradisional.
  • Jarak Temajuk dari ibu kota kabupaten di Sambas sekitar 90 km (4 jam dengan mobil).
  • Jarak Temajuk dari Ibu Kota Kalbar di Pontianak sekitar 350 km (6-8 jam dengan mobil). Perjalanan dari Pontianak/Sambas ke Temajuk melewati dua kali penyeberangan sungai.
  • Penyeberangan feri di Teluk Kalong, di Desa Kartiasa (sekitar 15 menit), dan penyeberangan tradisional di Sungai Sumpit, Desa Sebubus (sekitar 15 menit). Di Temajuk ada listrik (PLTS dan PLTMH), tapi tak ada sinyal telepon seluler.
  • Terdapat beberapa vila/penginapan di Temajuk.

COMMENTS

Name

Beranda Negeri,34,Edukasi,12,Ekologi,55,Ekonomika,45,Inspirasi,34,Jelajah,20,Realitas,16,Riwayat,12,Tekno,11,Tradisi,58,
ltr
item
PeladangKata: Lukisan Bahari di Batas Negeri
Lukisan Bahari di Batas Negeri
https://1.bp.blogspot.com/-Kr4DiHdjnvU/WI9AaUU1zbI/AAAAAAAACQc/-llqKdaMKTU1W4wwieAvT-c_ahnLgZ3lwCLcB/s200/Bebatuan%2BPantai_1.JPG
https://1.bp.blogspot.com/-Kr4DiHdjnvU/WI9AaUU1zbI/AAAAAAAACQc/-llqKdaMKTU1W4wwieAvT-c_ahnLgZ3lwCLcB/s72-c/Bebatuan%2BPantai_1.JPG
PeladangKata
http://www.peladangkata.com/2015/05/lukisan-bahari-di-batas-negeri.html
http://www.peladangkata.com/
http://www.peladangkata.com/
http://www.peladangkata.com/2015/05/lukisan-bahari-di-batas-negeri.html
true
1600297275400218305
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy