Penuhi Kebutuhan Ramadan dari Malaysia

Untuk memenuhi kebutuhan hidup, mereka membeli dari pedagang Malaysia yang memangkal di sekitar kawasan Pos Pemeriksaan Lintas Batas.

ARIES MUNANDAR

KELUARGA Hendri Konok memiliki kebiasaan menyiapkan hidangan untuk sahur. Mereka selalu memperbanyak porsi sayuran pada menu utama. Penambahan porsi itu untuk menggugah selera makan anggota keluarga pada saat sahur perdana. Menu dengan porsi serupa juga disajikan hingga tiga hari pertama puasa.

“Setelah tiga hari (puasa), menunya kembali seperti biasa karena (selera makan) mulai menyesuaikan,” kata Hendri saat ditemui di kediamannya, Rabu (18/6).

Sayuran beserta bahan menu utama itu semua dibeli dari wilayah Malaysia. Mereka membelinya dari pedagang asal Malaysia yang biasa memangkal di sekitar kawasan Pos Pemeriksaan Lintas Batas (PPLB) Aruk. PPLB Aruk berada di Dusun Aruk, Desa Sebunga, Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat (Kalbar).

Keluarga Hendri menetap di Dusun Keranji, Desa Kaliau, Kecamatan Sajingan Besar. Wilayah itu merupakan satu di antara kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia di Kabupaten Sambas.

Tempat tinggal Hendri berjarak sekitar 5 km dari PPLB Aruk, yang merupakan pintu resmi keluar-masuk ke Malaysia.

Sebagian besar kebutuhan pokok warga di Sajingan Besar selama ini memang dipasok dari Malaysia. Kondisi serupa juga terjadi wilayah perbatasan lainnya di Kalbar.

Kebutuhan pokok itu mulai dari beras, minyak goreng, elpiji hingga kebutuhan rumah tangga lainnya. Sumber listrik pun dipasok dari Malaysia. Selain itu, warga Sajingan Besar juga banyak yang berbelanja kebutuhan mereka langsung ke Malaysia. 

Tujuan mereka ialah pasar di Kota Lundu, yang waktu tempuhnya tidak sampai 30 menit dengan kendaraan bermotor. Berbagai kebutuhan pokok tersedia lengkap di sana. Transaksi nya bisa menggunakan ringgit atau rupiah.

Harga lebih murah
Jarak Kecamatan Sajingan Besar di Desa Kaliau memang lebih dekat dengan Lundu (Malaysia) ketimbang ibu kota kabupaten di Sambas. Untuk ke ibu kota kabupaten yang berjarak 88 km itu, warga harus menempuh sekitar tiga hingga lima jam perjalanan dengan kendaraan bermotor. Itu akibat kondisi jalan rusak parah.

Alternatif lain, warga bisa berbelanja di pasar tradisional di Galing, pasar terdekat dengan Sajingan Besar. Jaraknya sekitar 40 km dengan jalan yang sebagian besar juga rusak, sehingga waktu tempuh bisa lebih dari 2 jam. 

“Kami lebih sering berbelanja ke Aruk daripada ke Galing karena lebih dekat. Barang-barang di sana dibawa dari Kampung Biawak (Distrik Lundu),” kata Espahani, 45, warga Kaliau lainnya.

Selain mudah didapat, produk Malaysia lebih murah. Daging sapi, misalnya mereka beli hanya dengan harga 19 ringgit atau sekitar Rp70 ribu per kilogram, sedangkan produk serupa dari Indonesia dijual sekitar Rp120 ribu per kilogram.

“Daging sapi asal Indonesia dijual dalam bentuk segar, sedangkan yang dari Malaysia berupa daging beku dan rasanya agak hambar,” lanjut Espahani, yang bertugas sebagai PNS di Kaliau sejak 1999.

Harga lebih murah juga berlaku untuk beras Malaysia, sekitar Rp8.000 per kilogram. Harga tersebut terpaut sekitar Rp4.000 per kilogram lebih murah daripada beras asal Indonesia. Namun, beras asal Indonesia lebih pulen ketimbang beras Malaysia.

Minoritas
Penduduk Kecamatan Sajingan Besar mayoritas memeluk agama Katolik. Sementara itu, muslim di daerah itu sebagian besar ialah pendatang. Mereka umumnya guru atau pegawai di kantor pemerintahan, dan aparat keamanan yang bertugas menjaga perbatasan negara.

Meski minoritas, warga muslim di daerah itu bisa melaksanakan ibadah dengan khusyuk, termasuk pada saat Ramadan. Mereka saban malam bertarawih di Masjid Sabilal Muhtadin.

Jemaah yang bertarawih di Masjid Sabilal Muhtadin biasa mulai menyusut saat liburan panjang atau menjelang Lebaran. Itu lantaran sebagian dari mereka mudik ke kampung halaman masing-masing. Selain Sabilal Muhtadin, terdapat dua masjid lain, dan dua surau di Kecamatan Sajingan Besar. 

COMMENTS

Name

Beranda Negeri,34,Edukasi,12,Ekologi,55,Ekonomika,45,Inspirasi,34,Jelajah,20,Realitas,16,Riwayat,12,Tekno,11,Tradisi,58,
ltr
item
PeladangKata: Penuhi Kebutuhan Ramadan dari Malaysia
Penuhi Kebutuhan Ramadan dari Malaysia
https://3.bp.blogspot.com/-8jOgMuL4Oqc/WFbH7MxZn9I/AAAAAAAAA2I/JPfaC_JsYiA1_39hZFuhdyql5IiY879EwCLcB/s200/Sajingan_Blog.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-8jOgMuL4Oqc/WFbH7MxZn9I/AAAAAAAAA2I/JPfaC_JsYiA1_39hZFuhdyql5IiY879EwCLcB/s72-c/Sajingan_Blog.jpg
PeladangKata
http://www.peladangkata.com/2015/06/penuhi-kebutuhan-ramadan-dari-malaysia.html
http://www.peladangkata.com/
http://www.peladangkata.com/
http://www.peladangkata.com/2015/06/penuhi-kebutuhan-ramadan-dari-malaysia.html
true
1600297275400218305
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy