Syiar Islam di Peru

Pemerintah Peru menjamin kebebasan beragama dan pendirian tempat ibadah. Siar Islam pun berkembang di sana.

ARIES MUNANDAR
                                        
SATU per satu jemaah bergegas masuk ke masjid saat azan berkumandang. Mereka pun bersiap-siap untuk menunaikan salat Jumat. Jemaah didominasi warga berparas Timur Tengah. Ada yang berjubah lengkap dengan sorban, namun kebanyakan hanya mengenakan pakaian biasa dan tanpa penutup kepala.

Masjid yang digunakan warga untuk bersalat Jumat itu tidak tampak seperti rumah ibadah umat Islam. Bangunan tersebut tidak berkubah, juga tidak memiliki ciri-ciri khusus selayaknya sebuah masjid. Jika tidak ada kumandang azan atau jemaah yang bersalat, mungkin banyak yang tidak menyangka bangunan ini ialah sebuah masjid.

Gedung di Jalan Tacna, Lima, Peru, itu memang lebih menyerupai museum ketimbang masjid. Arsitekturnya bergaya Mediterania dengan dominasi warna krim berlis hijau. Begitu pula ornamen di bagian luar dan dalam gedung, bercorak klasik Eropa. Gedung ini ditopang beberapa pilar besar di bagian teras sehingga terkesan kukuh dan megah.

Bangunan masjid terdiri atas dua ruang utama, yang digunakan untuk salat. Dinding kedua ruangan tersebut  juga dihiasi beberapa figura kaligrafi. Sementara itu, deretan Alquran tersusun rapi di sekat dinding bagian atas dengan bawah pada ruang utama.

Masjid ini juga difungsikan sebagai pusat kegiatan Islam (Islamic Centre), dan kantor Asosiasi Muslim Peru. Plang nama kedua lembaga itu terpampang pada bangunan depan, yang menyerupai menara. Pada bagian atas plang terdapat lafal Basmalah beserta terjemahan dalam bahasa Spanyol.

Plang itu menjadi satu-satu penanda yang mengidentikkan bangunan ini dengan pusat keagamaan. “Kami juga melayani kalangan umum (nonmuslim) setiap Sabtu, pukul 06.00-21.00. Mereka bisa bertanya apa saja tentang Islam,” kata Presiden Asosiasi Muslim Peru Damin Husein Awad, beberapa waktu lalu.

Toleransi beragama
Komunitas muslim merupakan minoritas di Peru. Jumlah mereka saat ini diperkirakan sekitar 5.000 orang, atau tidak sampai 1% dari penduduk Peru yang mayoritas beragama Katolik. Sebagian besar warga muslim menetap di Lima, ibu kota Peru. Selain di Magdalena del Mar, ada satu masjid lagi di Lima, yakni di Distrik La Molina.

Muslim di Peru kebanyakan ialah imigran dari Timur Tengah. Jumlah mereka berkembang pesat setelah Perang Arab-Israel pada 1948. Peru bersama negara Amerika Latin lainnya merupakan pendukung utama kemerdekaan Palestina. Negara ini pun kemudian menjadi satu di antara tujuan para imigran Palestina, Lebanon, dan Suriah di Amerika Latin.

“Tapi, Peru juga memiliki hubungan diplomatik dengan Israel. Selain Palestina, ada kedutaan besar Israel di sini,” kata Duta Besar Indonesia di Lima Moenir Ari Soenanda melalui pesan singkat, Kamis (25/6).

Geliat siar Islam di Peru sejatinya telah dimulai sejak era Kolonial Spanyol pada abad ke-16. Islam pertama kali diperkenalkan segelintir petinggi Spanyol berkebangsaan Moor. Kala itu penyebaran Islam di bawah tekanan keras penguasa kolonial. Perkembangan siarnya pun kalah jauh dengan misi Katolik yang didukung Kolonial Spanyol.

Kondisi itu mulai berubah sejak kemerdekaan Peru pada 1821. Itu lantaran negara menjamin kebebasan beragama dan pendirian tempat ibadah di Peru. “Hubungan dengan semua komunitas agama berjalan baik, juga pemerintah. Kami sering bertemu dan berdiskusi dengan mereka,” ujar Damin, yang berdarah Palestina tersebut.

Ramadan di Peru 
Peru menjadi satu di antara contoh negara berkembang yang sukses mempraktikan pluralisme. Beragam ras dan bangsa, serta pemeluk agama hidup berdampingan dengan rukun dan damai.

“Di sini juga banyak warga (keturunan) Tiongkok, dan Jepang. Toleransi sesama warga cukup tinggi,” jelas Moenir.

Moenir merasakan dua kali berpuasa Ramadan di Lima. Walaupun suasana puasa tidak terasa, dia tetap bisa menjalankan ibadah dengan khusyuk. Kondisi cuaca diakuinya, turut mendukung kelancaran puasanya. Suhu udara pada siang hari yang berkisar 22 derajat celsius mampu mengurangi dehidrasi saat berpuasa. (BACA: Gelar Buka Puasa sekaligus Promosi Kuliner Indonesia)

Pengalaman serupa juga dialami Arya Putubaya, staf di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Lima. Menurutnya lama berpuasa di Lima kurang lebih sama dengan di Jakarta, yakni sekitar 13 jam sehari. “Imsak sekitar pukul 05.00, buka puasanya pukul 17.50,” ujar Arya, yang juga mengalami dua kali berpuasa di Peru.

Untuk menyemarakkan Ramadan, KBRI di Lima menggelar buka puasa bersama setiap minggu, yang juga dihadiri warga Indonesia nonmuslim. Kegiatan serupa pun digelar kedutaan besar negara muslim lain di Lima. “Kedutaan Besar Arab Saudi juga membagikan kurma ke kedutaan besar negara berpenduduk mayoritas muslim. Saya kebagian 3 kilogram,” kata Arya.   lihat juga di sini

COMMENTS

Name

Beranda Negeri,34,Edukasi,12,Ekologi,55,Ekonomika,45,Inspirasi,34,Jelajah,20,Realitas,16,Riwayat,12,Tekno,11,Tradisi,58,
ltr
item
PeladangKata: Syiar Islam di Peru
Syiar Islam di Peru
https://4.bp.blogspot.com/-WC2PXqzJkF0/WGLG5vqWnwI/AAAAAAAABE0/vkNH2ddDWh4okYc7k5aLweQ2XIcmmYNgwCLcB/s200/Usai%2BJumatan_2.jpg
https://4.bp.blogspot.com/-WC2PXqzJkF0/WGLG5vqWnwI/AAAAAAAABE0/vkNH2ddDWh4okYc7k5aLweQ2XIcmmYNgwCLcB/s72-c/Usai%2BJumatan_2.jpg
PeladangKata
http://www.peladangkata.com/2015/07/syiar-islam-di-peru.html
http://www.peladangkata.com/
http://www.peladangkata.com/
http://www.peladangkata.com/2015/07/syiar-islam-di-peru.html
true
1600297275400218305
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy