Melawan Siasat para Penjarah

Gencarnya operasi pengawasan membuat para penjarah ikan mengubah strategi. Adu siasat pun terjadi antara aparat dan kawanan penjarah.

ARIES MUNANDAR

PULUHAN lelaki berkepala plontos beriringan menaiki kapal. Mereka diminta petugas menunjukkan peralatan penangkap ikan yang digunakan selama beroperasi di lautan. Komunikasi itu berlangsung singkat melalui bahasa isyarat lantaran tidak ada penerjemah. Mereka pun hanya bisa mengangguk dan menuruti permintaan petugas.

Lelaki yang rata-rata berusia muda itu ialah nelayan Vietnam. Mereka ditangkap saat menjarah ikan di perairan Indonesia. Dengan menggunakan pukat harimau yang masing-masing ditarik dengan dua kapal, nelayan asing itu beraksi di perairan Natuna, Kepulauan Riau.

“Mereka ditangkap Kapal Pengawas (KP) Hiu Macan 001 pada 29 Juli lalu di Zona Ekonomi Ekslusif Indonesia di sekitar Pulau Natuna,” kata Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Asep Burhanudin di Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis (6/8).

Kawanan penjarah terdiri atas 48 orang dengan menggunakan empat kapal penangkap ikan. Mereka kemudian digiring menuju Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Pontianak. Ancaman pidana maksimal enam tahun penjara, dan denda maksimal Rp20 miliar siap menjerat para pelaku.

Petugas kembali memergoki aksi serupa di perairan sekitar Anambas, Kepulauan Riau. Enam kapal asal Vietnam ditangkap KP Hiu Macan 005 pada 1 Agustus. Kapal beserta 43 nelayan itu kemudian digiring ke dermaga PSDKP di Batam, untuk diproses secara hukum.

Penangkapan ini bukan yang pertama dilakukan Stasiun PSDKP Pontianak, yang wilayah kerjanya juga meliputi Kalimantan Tengah, Kepulauan Riau, Bangka-Belitung, dan Sumatra Selatan. Ada 253 kapal nelayan asing yang mereka tangkap pada 2008-2014. Sebanyak 249 kapal dirampas negara, dan empat lainnya dikenai denda, masing-masing Rp150 juta.

Tambah kekuatan
Penjarahan kekayaan laut Indonesia oleh nelayan asing seakan tidak pernah berhenti. Kasus serupa selalu berulang saban tahun. Pada tahun ini saja ada 92 tindak pidana pencurian ikan yang ditangani Direktorat Jenderal PSDKP. Selain dari Malaysia, Vietnam, Thailand, dan Filipina, terdapat kapal berbendera Indonesia yang ditindak.

Tidak mau terus dipencundangi, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pun meningkatkan kekuatan. Di antaranya, penambahan kapal pengawas berukuran 42 meter guna memperkuat 27 armada yang sudah ada. Begitu pula cadangan bahan bakar juga ditingkatkan, dari kebutuhan untuk 66 hari menjadi 280 hari operasi.

Penguatan armada dan logistik itu diklaim mampu menggenjot performa pengawasan. Sebanyak 2.216 kapal ikan asing maupun Indonesia dapat dibekuk. Pencurian ikan tersebut termasuk 92 tindak pidana yang kini ditangani Direktorat Jenderal PSDKP.

“Dari 92 kapal tersebut, 36 sudah diproses (di pengadilan), dan 13 kapal disita untuk dimusnahkan. Selebihnya, ada yang kasasi, banding, dan masih ditangani kejaksaan, jelas Asep.

Pemusnahan kapal kembali dilakukan secara massal dengan cara diledakkan pada Selasa (18/8). Sebanyak 38 kapal dieksekusi dalam rangka peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia tersebut. Di Kalimantan Barat, pemusnahan berlangsung di Pulau Lemukutan, Kabupaten Bengkayang. Sebanyak 15 kapal pencuri ikan diledakkan.

“Kapal yang diledakkan merupakan hasil operasi pada tahun ini, dan telah inkracht van gewijsde (berkekuatan hukum tetap). Dua di antaranya ialah limpahan dari Polisi Perairan Polda Kalimantan Barat,” jelas Kepala Stasiun PSDKP Pontianak Sumono Darwinto.

Peledakan kapal penjarah ikan untuk memutus mata rantai sekaligus efek kejut bagi para pelaku. Perang terhadap aksi kejahatan internasional ini juga dilancarkan melalui moratorium dan pencabutan izin. Sebanyak 281 kapal asing dan Indonesia milik 33 perusahaan dibekukan dan dicabut izinnya akibat tindak pidana kelautan dan perikanan, serta kejahatan lainnya.

Akal bulus
Gencarnya operasi pengawasan membuat para nelayan asing pun mengubah strategi mereka dalam menjarah kekayaan laut Indonesia. Berbagai trik dan akal bulus dilancarkan untuk mengelabui petugas. Bentuk kapal diubah sehingga menyerupai armada nelayan Indonesia.

“Dari dekat baru ketahuan karena kapal-kapal itu memiliki dua tiang besar sebagai pengerek trawl (pukat harimau). Itu ciri utamanya,” kata Kapten KP Hiu 001 Samson.

Kapal-kapal tersebut juga membekali diri dengan bendera Indonesia. Begitu memasuki perairan Indonesia, sang merah putih pun dikibarkan di tiang kapal agar disangka sebagai nelayan setempat. Nakhodanya kini juga semakin cermat dalam memperhitungkan daya jelajah dan wilayah tangkapan agar mudah lolos dari sergapan petugas.

Kapal sengaja beroperasi tidak jauh dari batas perairan internasional. Ketika armada pengawas mendekat, para pencuri ikan pun tancap gas menuju perairan bebas sehingga tidak bisa diciduk petugas.

“Makanya, kami lebih sering berjaga di sekitar perairan internasional. Begitu mereka masuk ke wilayah Indonesia, langsung disergap,” lanjut Samson.

Beberapa nelayan asing juga diketahui sebagai pemain lama yang pernah ditangkap aparat. Mereka hanya berganti peran, dari nakhoda menjadi nelayan atau anak buah kapal. Ini merupakan siasat agar lepas dari jerat hukum. Ancaman pidana hanya bisa menjerat pemilik dan nakhoda kapal, serta kepala kamar mesin. Adapun kru lainnya hanya dideportasi.   lanjut ke: Menjarah di Laut Menyelundup di Darat 


Tindak Pidana Kelautan dan Perikanan di Indonesia 2015: 92 kasus
41 kapal berbendera Indonesia
33 kapal berbendera Vietnam
8 kapal berbendera Filipina
5 kapal berbendera Malaysia 
5 kapal berbendera Thailand

Rekapitulasi sanksi terhadap eks kapal asing (hasil analisis dan evaluasi 2015)
• Pencabutan Surat Izin Usaha Perikanan (SIUP): 12 perusahaan
• Pencabutan Surat Izin Penangkapan Ikan (SIPI): 207 kapal
• Pencabutan Surat Izin Kapal Pengangkutan Ikan (SIKPI): 26 kapal
• Pembekuan SIPI: 22 kapal
• Pembekuan SIKPI: 26 kapal

Kapal asing tangkapan Stasiun PSDKP Pontianak (2008-2014): 253 kapal 
• Dirampas negara: 249 kapal
• Didenda: 4 kapal (Rp150 juta/kapal)
• Hasil lelang (2010-2014): Rp1,992 Miliar (33 kapal)
(Sumber data: Ditjen PSDKP/Stasiun PSDKP Pontianak)

COMMENTS

Name

Beranda Negeri,34,Edukasi,12,Ekologi,55,Ekonomika,45,Inspirasi,34,Jelajah,20,Realitas,16,Riwayat,12,Tekno,11,Tradisi,58,
ltr
item
PeladangKata: Melawan Siasat para Penjarah
Melawan Siasat para Penjarah
https://2.bp.blogspot.com/-Pil_Il6Nr3o/WI9W_t_sO0I/AAAAAAAACTE/gbDnYdzubuMTPlzBGamErtQq0Yo_gzKcACLcB/s200/Kapal%2BPencuri%2BIkan_2.jpg
https://2.bp.blogspot.com/-Pil_Il6Nr3o/WI9W_t_sO0I/AAAAAAAACTE/gbDnYdzubuMTPlzBGamErtQq0Yo_gzKcACLcB/s72-c/Kapal%2BPencuri%2BIkan_2.jpg
PeladangKata
http://www.peladangkata.com/2015/08/melawan-siasat-para-penjarah.html
http://www.peladangkata.com/
http://www.peladangkata.com/
http://www.peladangkata.com/2015/08/melawan-siasat-para-penjarah.html
true
1600297275400218305
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy