Menjadi Motor Perubahan di Desa

Melalui Karang Taruna, para pemuda bahu-membahu untuk menekan angka putus sekolah di Sungaikumpai, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat.

Aries Munandar

BERAWAL dari diskusi kecil, perubahan besar kini terjadi di Sungaikumpai, Kalimantan Barat. Desa terpencil di Kecamatan Telukkeramat, Kabupaten Sambas itu perlahan bangkit dari ketertinggalan. Mereka tidak lagi dililit dengan persoalan tingginya angka putus sekolah yang menghambat pembangunan sumber daya manusia.

Adalah empat mahasiswa asal Sungaikumpai yang memotori perubahan tersebut. Mereka ialah Wahyudi, Ako Adi Saputra, Asman, dan Jepriadi. Keempat sekawan ini bersepakat membuat sebuah gerakan sosial untuk membangun desa mereka.

“Dari diskusi kami pada 2006, tercetus ide untuk membentuk karang taruna,” kata Wahyudi, Sabtu (8/8).

Karang taruna dipilih sebagai wadah gerakan lantaran dianggap cocok dengan kondisi perdesaan. Gagasan para aktivis mahasiswa tersebut direspon positif oleh perangkat desa dan mayoritas warga. Karang taruna di Sungaikumpai pun terbentuk pada 31 Desember 2006. Ako didapuk untuk menahkodai organisasi yang baru lahir tersebut.

Setelah terbentuk kepengurusan periode pertama, karang taruna yang dinamai Tunas Harapan Bersama ini pun langsung beraksi. Mereka memetakan persoalan yang sekiranya bisa ditangani oleh pemuda. Begitu pula sejumlah potensi, digali dan digalang sehingga bisa menjadi modal pembangunan.

Sejak digagas pembentukannya, Karang Taruna Tunas Harapan Bersama menjadikan pendidikan sebagai visi dan program prioritas. Para penggagas menginginkan lebih banyak lagi pemuda di desa mereka mengenyam pendidikan tinggi. “Jangan sampai seperti katak dalam tempurung,” cetus Ako.

Kampanye tentang pentingnya pendidikan untuk masa depan pun digulirkan di setiap kesempatan. Para pengurus juga gencar melakukan pendekatan secara pribadi dan kekeluargaan. Mereka memotivasi setiap pemuda agar jangan sampai putus sekolah. Begitu pula kepada para orang tua, diminta mengutamakan pendidikan anak-anak mereka.

Pendidikan dan ekonomi
Gerakan sosial itu perlahan menampakan hasil. Angka putus sekolah pun bisa ditekan. Banyak pemuda di Sungaikumpai kini berkuliah, bahkan hingga ke pasca-sarjana. Itu semua berkat motivasi para pengurus dan pegiat karang taruna setempat. 

“Dahulu hanya empat orang di desa kami yang kuliah, sekarang ada 46 orang. Sementara itu, sarjana sebanyak 76 orang,” kata Jepriadi, Ketua Karang Taruna Tunas Harapan Bersama.

Sejalan dengan kampanye pendidikan, organisasi pemuda ini juga membangun rumah baca yang memiliki sekitar 1.000 koleksi buku. Pengunjungnya tercatat sekitar 1.000 orang sejak rumah baca itu berdiri sekitar 6 bulan silam. Gemar membaca pun mulai membudaya di Sungaikumpai.

Tidak hanya mengampanyekan pendidikan formal, karang taruna yang kini beranggotakan 86 orang ini juga bergerak di bidang pendidikan norformal. Mereka mendirikan lima taman pendidikan Alquran (TPA), yang diselenggarakan secara gratis. “Pengajarnya dari (kader) karang taruna,” ujar Jepriadi. 
   
Karang taruna di Sungaikumpai turut pula mengembangkan ekonomi produktif, dengan beternak ayam dan ikan. Usaha yang bermodalkan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Sambas ini merekrut warga tidak mampu sebagai pekerja, dengan sistem bagi hasil keuntungan.

Peternakan ayam telah enam kali panen, dengan rata-rata produksi sebanyak 300 ekor sekali panen. Adapun budidaya ikan, beberapa jenis sudah dan siap di panen. “Lele sudah dua kali panen, nila baru akan dipanen dalam waktu dekat ini. Sementara itu, bawal pemeliharaannya kurang berhasil,” ungkap Jepriadi. 

Karang taruna ini juga membuka usaha konveksi kecil-kecilan dengan bermodalkan sebuah mesin jahit bantuan pemerintah. Usaha jahit-menjahit pakaian tersebut dijalankan oleh seorang warga namun keuntungan yang diperoleh disisihkan untuk kas karang taruna.

Ekonomi produktif memang menjadi satu di antara penyokong biaya operasional organisasi ini, selain iuran anggota dan kas desa. Setiap tahun mereka mendapat bantuan sebesar Rp1,5 juta dari pemerintah desa.

“Kalau bantuan pemerintah daerah, dan pemerintah pusat hanya sesekali, tidak rutin setiap tahun,” ungkap Jepriadi. 

Karang taruna terbaik   
Pada saat awal organisasi ini berdiri, tidak seorang pun dari penggagas dan pengurus memiliki pengetahuan tentang karang taruna. Mereka bahkan tidak mengetahui struktur organisasi, dan logo resminya. Kegiatan administrasi dan kesekretariatan pun masih menumpang di kediaman kepala desa.

Berbagai kendala itu tidak menyurutkan langkah mereka. Berbekal pengalaman berorganisasi di kampus, para penggagas dan pengurus secara perlahan menata wadah kepemudaan yang mereka rintis. Studi banding pun dilakukan ke desa terdekat untuk menambah pengetahuan.

“Kami mengunjungi karang taruna di Desa Sebago (Kecamatan Telukkeramat) untuk belajar cara menjaga soliditas dan kekompakan anggota,” kenang Ako.

Tidak puas hanya di tingkat lokal, mereka pun melanjutkan studi banding ke karang taruna berprestasi di Jakarta, dan Bandung pada 2011. Prestasi karang taruna di Sungaikumpai ini pun moncer berkat tambahan pengetahuan, dan kerja keras para kadernya. Mereka dinobatkan sebagai karang taruna terbaik se-Kalimantan Barat pada 2011.

Prestasi di tingkat provinsi kembali mereka raih pada tahun ini. Karang taruna ini terpilih sebagai satu di antara 16 inovator pada Festival Praktik Cerdas, di Pontianak. Festival tersebut memberikan penghargaan kepada kelompok masyarakat yang menjadi inovator dalam pembangunan manusia di Kalimantan Barat.   lihat juga di:

COMMENTS

Name

Beranda Negeri,34,Edukasi,12,Ekologi,55,Ekonomika,45,Inspirasi,34,Jelajah,20,Realitas,16,Riwayat,12,Tekno,11,Tradisi,58,
ltr
item
PeladangKata: Menjadi Motor Perubahan di Desa
Menjadi Motor Perubahan di Desa
https://1.bp.blogspot.com/-U7W5lkERqic/WGFrq0cg56I/AAAAAAAABC8/si_yC0LO1l4vxaFx8CSRXGIHFqI-ERbRgCLcB/s200/Kegiatan%2BKarang%2BTaruna_2.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-U7W5lkERqic/WGFrq0cg56I/AAAAAAAABC8/si_yC0LO1l4vxaFx8CSRXGIHFqI-ERbRgCLcB/s72-c/Kegiatan%2BKarang%2BTaruna_2.jpg
PeladangKata
http://www.peladangkata.com/2015/08/menjadi-motor-perubahan-di-desa.html
http://www.peladangkata.com/
http://www.peladangkata.com/
http://www.peladangkata.com/2015/08/menjadi-motor-perubahan-di-desa.html
true
1600297275400218305
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy