Menjadikan Sungai Beranda Depan

Karnaval Khatulistiwa
TIDAK seperti biasa, alur Sungai Kapuas sore itu begitu semarak. Iringan kapal hias tidak berhenti melintasi jalur perairan tersibuk di Kalimantan Barat tersebut. Bak panggung berjalan, kapal-kapal hias itu menyuguhkan tarian, musik, dan beragam atraksi seni.

Di Taman Alun Kapuas dan di sepanjang kiri dan kanan sungai, ribuan pasang mata antusias menyaksikan parade tersebut. Decak kagum dan komentar meluncur dari mulut mereka manakala kapal unik melintas tepat di pandangan. Jepretan kamera dari telepon seluler pun silih berganti mengabadikan keunikan kapal.

Parade kapal hias melengkapi perayaan Karnaval Khatulistiwa yang digelar di Pontianak pada 22 Agustus lalu. Sebanyak 250 kapal hias dengan lebih dari 1.400 partisipan memeriahkan pergelaran. Selain kapal hias, armada dari kepolisian, TNI, dan Badan Koordinasi Keamanan Laut (Bakorkamla) turut berparade. (BACA: Semarak Karnaval di Kota Khatulistiwa)

“Keseluruhan ada 500 kapal yang berpartisipasi, termasuk armada TNI dan Polri,” kata Ketua Panitia Karnaval Khatulistwa Jay Wijayanto.

Parade kapal hias dipusatkan di dermaga Masjid Jami Keraton Kadriah Pontianak. Presiden membuka acara di lokasi bersejarah itu setelah menyeberang dari Taman Alun Kapuas. Beragam atraksi budaya kembali dipentaskan saat pembukaan acara. Setelah itu, barisan kapal hias pun menyusuri sungai terpanjang di Indonesia tersebut.

Parade kapal hias pada Karnaval Khatulistiwa merupakan parade perairan terbesar dan paling semarak yang pernah digelar di Kalimantan Barat. Pesertanya berasal dari 24 provinsi beserta 14 kabupaten dan kota di Kalimantan Barat. Suasana di Sungai Kapuas pun terasa meriah oleh arak-arakan kapal hias dan lantunan musik tradisional.

“Semua daerah di Indonesia yang memiliki tradisi karnaval perairan berkumpul di sini,” ujar Wakil Ketua Panitia Andre Sumual.

Beranda kota
Karnaval perairan di Sungai Kapuas sengaja dikemas untuk mengingatkan kembali peranan sungai sebagai pusat peradaban. Peranan sungai selama ini cenderung diabaikan dalam perencanaan pembangunan perkotaan di Indonesia. Sungai pun akhirnya menjadi kawasan kumuh dan lokasi pembuangan limbah terbesar.

“Sungai jangan lagi dianggap beranda belakang, tapi harus dijadikan beranda depan sebuah kota,” tegas Menteri Pariwisata Arief Yahya.

Dengan menjadikannya beranda depan, lanjut Arief, sungai akan lebih terawat. Keberadaannya akan menyatu bahkan memperindah wajah perkotaan. Ini bukan sekadar mimpi karena beberapa kota di dunia berhasil mengembangkan dan menata sungai menjadi ikon, sumber daya ekonomi, dan tujuan wisata.

“Menjadikan Pontianak seperti Kota Lyon di Prancis relatif mudah asalkan semua pihak berkomitmen menjadikan sungai bagian dari wisata maritim,” lanjut Menteri.

Sungai Kapuas membentang sepanjang 1143 kilometer dan melintasi sembilan dari 14 kabupaten dan kota di Kalimantan Barat, termasuk Pontianak. Kapuas yang memiliki ratusan anak sungai itu berhulu di Gunung Lawit di Kabupaten Kapuas Hulu dan bermuara di Desa Jungkat, Kabupaten Mempawah.

Pusat Kota Pontianak berada di delta atau pertemuan Sungai Kapuas dengan Sungai Landak. Lebar Sungai Kapuas yang membelah Kota Pontianak sekitar 100 meter. Selain sebagai jalur perairan tersibuk di Kalimantan Barat, Kapuas menjadi sumber air bersih bagi warga Pontianak dan wilayah di sekitarnya.

Pemerintah Kota Pontianak saat ini tengah menata kawasan di sepanjang pinggiran Kapuas agar terlihat indah dan apik. Kawasan yang selama ini tertutup oleh gedung perkantoran dan pertokoan tersebut akan disulap menjadi ruang terbuka hijau. Kawasan waterfront city itu akan membentang dari barat hingga timur kota sepanjang 20 kilometer. (BACA: Membidik Pelancong Negeri Tirai Bambu)

“Pemerintah pusat akan membantu merealisasikannya. Mereka telah menganggarkan Rp2 triliun untuk infrastruktur,” kata Wali Kota Pontianak Sutarmidji.

Waterfront city dibangun sebagai penunjang utama sekaligus objek wisata bahari berbasis sungai. Beberapa fasilitas dan akomodasi juga akan dibangun di tepian Kapuas tersebut. Menurut Sutarmidji, sudah ada beberapa investor yang berniat membangun hotel di sana. Pontianak pun bakal menjadikan waterfront city sebagai ikon wisata baru. (Aries Munandar)

COMMENTS

Name

Beranda Negeri,34,Edukasi,12,Ekologi,55,Ekonomika,45,Inspirasi,34,Jelajah,20,Realitas,16,Riwayat,12,Tekno,11,Tradisi,58,
ltr
item
PeladangKata: Menjadikan Sungai Beranda Depan
Menjadikan Sungai Beranda Depan
https://2.bp.blogspot.com/-OHfyFykJmhc/WQxy6iHtv_I/AAAAAAAADO4/MH3wU7xsJRcajF2Az2gw2PE3e1hlhYLagCLcB/s200/Ekonomi_Karnaval%2BKhatulistiwa_1.jpg
https://2.bp.blogspot.com/-OHfyFykJmhc/WQxy6iHtv_I/AAAAAAAADO4/MH3wU7xsJRcajF2Az2gw2PE3e1hlhYLagCLcB/s72-c/Ekonomi_Karnaval%2BKhatulistiwa_1.jpg
PeladangKata
http://www.peladangkata.com/2015/10/menjadikan-sungai-beranda-depan.html
http://www.peladangkata.com/
http://www.peladangkata.com/
http://www.peladangkata.com/2015/10/menjadikan-sungai-beranda-depan.html
true
1600297275400218305
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy