Semarak Karnaval di Kota Khatulistiwa

Karnaval Khatulistiwa
Optimisme sebagai bangsa yang besar di tengah resesi ekonomi dunia diharapkan muncul melalui Karnaval Khatulistiwa.

ARIES MUNANDAR

MOBIL berhiaskan replika enggang gading membelah keramaian kota. Sepasukan warga berpakaian laksana panglima perang tradisional Dayak mengawal di barisan muka. Laju kendaraan sesekali tersendat ribuan penonton yang tumpah ruah di jalan. Mereka seakan berlomba menyaksikan sedekat mungkin dan mengabadikan momen berharga itu.

Kendaraan hias itu memang istimewa karena ditum pangi orang nomor satu di republik ini, Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dengan di dampingi Ibu Negara Iriana Jokowi dan Gubernur Kalimantan Barat Cornelis beserta istri, Presiden memimpin arak-arakan kendaraan hias. Jokowi pun memadukan busananya de ngan pakaian tradisional Dayak.

Di sepanjang perjalanan, warga tidak henti mengelu-elukan presiden ketujuh Indonesia tersebut. Presiden membalas sambutan dan antusiasme warga itu dengan lambaian tangan dan senyuman hangat. Warga yang menyemut di kiri-kanan jalan pun kian merangsek untuk menggapai mobil hias yang ditumpangi Jokowi.

Jokowi memimpin parade kendaraan hias dalam Karnaval Khatulistiwa yang digelar di Pontianak, 22 Agustus lalu. Parade itu melibatkan 135 mobil hias dengan sekitar 3.000 partisipan atau pengiring. Mereka utusan dari 24 provinsi dan 14 kabupaten/kota di Kalimantan Barat.

Corak, bentuk,dan warna-warni kendaraan hias yang ditampilkan peserta mencirikan keunikan atau potensi daerah masing-masing. Begitu pula atraksinya. DKI Jakarta, misalnya, menampilkan replika angkutan massal atau moda raya terpadu (MRT). Sementara itu, Jawa Barat menampilkan atraksi sisingaan dan Jawa Tengah membawakan sendratari Ramayana.

“Kalimantan Barat sebagai tuan rumah akan menyajikan beberapa tarian, di antaranya tari Tempurung, Jepin, Tali Pangundang, serta tarian Dayak dan Melayu lainnya,” kata ketua panitia Jay Wijayanto saat konferensi pers menjelang pembukaan karnaval.

Parade mobil hias menempuh sekitar 5 kilometer, dimulai dari Rumah Adat Radakng di Jalan Sutan Sahrir dan berakhir di Taman Alun Kapuas di Jalan Rahadi Osman. Beragam atraksi budaya pun kembali digelar setiba Presiden dan rombongan di Taman Alun Kapuas. Lokasi tersebut juga dijejali lautan manusia.

Pertama di Indonesia
Antusiasme warga menyaksikan Karnaval Khatulistiwa sudah terasa sejak menjelang siang. Warga mulai memadati Rumah Adat Radakng sekitar pukul 10.00 WIB atau 4,5 jam sebelum pembukaan. Mereka ingin melihat dan bertemu langsung dengan Presiden Jokowi yang membuka acara.

Keinginan terpendam itu pun meluap. Warga langsung menyerbu dan berebut bersalaman begitu Presiden tiba di Rumah Radakng. Mereka menerobos pembatas yang dibuat panitia bahkan pagar betis dari Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres). Paspamres kewalahan menghadapi desakan warga yang juga ingin berfoto bersama Presiden. 

Antusiasme peserta dan warga yang ingin menyaksikan karnaval diapresiasi Presiden. Antusiasme itu, menurut Presiden, menandakan optimisme masih dimiliki bangsa Indonesia. “Saya lihat ada ribuan, jutaan masyarakat yang menyaksikan karnaval,” kata Presiden di panggung kehormatan di Taman Alun Kapuas.

Kemeriahan Karnaval Khatulistiwa tidak berhenti sampai di situ. Parade kendaraan hias berlanjut di sungai. Sebanyak 250 kapal hias dengan lebih dari 1.400 partisipan berparade di alur Sungai Kapuas. Seperti pada parade mobil hias, peserta dari setiap provinsi juga menampilkan keunikan dan potensi daerah masing-masing melalui kapal hias. (BACA: Menjadikan Sungai Beranda Depan)

Sulawesi Selatan, misalnya, tampil dengan replika perahu khas mereka, pinisi. Sementara itu, Kalimantan Tengah mengusung perahu naga berornamen khas Dayak dan Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, menurunkan replika lancang kuning.

Karnaval Khatulistiwa diklaim sebagai hajatan pertama di Indonesia yang memadukan karnaval darat dan air. Kegiatan itu, menurut rencana, bakal menjadi agenda wisata tahunan dan digulirkan ke kota lain di Indonesia.

“Banyak yang berminat, tapi sangat mungkin tahun depan tuan rumahnya ialah Sumatra Selatan,” ungkap Menteri Pariwisata Arief Yahya, yang ikut mendampingi Presiden.

Tebar optimisme
Karnaval Khatulistiwa digelar sebagai puncak peringatan nasional 70 tahun kemerdekaan Indonesia. Pontianak dipilih sebagai tuan rumah lantaran kota tersebut dilintasi sungai besar sehingga cocok untuk memadukan parade darat dan perairan. Pontianak juga dikenal sebagai kota khatulistiwa sehingga klop dengan penamaan karnaval tersebut.

Pemilihan karnaval sebagai acara puncak peringatan kemerdekaan Indonesia juga bukan tanpa alasan. Kegiatan tersebut digagas untuk melestarikan khazanah budaya Indonesia, terutama budaya maritim. Tujuan itu sejalan dengan cita-cita bersama, yakni meneguhkan posisi Indonesia sebagai poros maritim dunia.

Optimisme sebagai bangsa yang besar di tengah resesi ekonomi dunia juga diharapkan muncul melalui Karnaval Khatulistiwa. Harapan itu tertuang dalam tema karnaval, yakni Optimis menatap masa depan Indonesia. Tema tersebut menyiratkan pesan kepada negara lain bahwa perekonomian Indonesia masih berjalan baik hingga ke daerah-daerah. 

“Jangan sampai ada masyarakat yang pesimistis, tidak ada harapan. Kita semua harus optimistis menatap masa depan Indonesia yang lebih baik,” tegas Presiden.

Kunjungan Presiden pada Agustus lalu merupakan kunjungan kedua dalam setahun terakhir. Kunjungan kali ini lebih bergaung karena membawa pesan khusus yang dikemas dalam bentuk pergelaran akbar. “Kalimantan Barat harus dikenal dunia sehingga nanti banyak wisatawan datang ke sini,” kata Gubernur Kalimantan Barat Cornelis.   LANJUT KE: Membidik Pelancong Negeri Tirai Bambu

COMMENTS

Name

Beranda Negeri,34,Edukasi,12,Ekologi,55,Ekonomika,45,Inspirasi,34,Jelajah,20,Realitas,16,Riwayat,12,Tekno,11,Tradisi,58,
ltr
item
PeladangKata: Semarak Karnaval di Kota Khatulistiwa
Semarak Karnaval di Kota Khatulistiwa
https://4.bp.blogspot.com/-0hxqVNHOl5w/WQx1xyEuu_I/AAAAAAAADPQ/0Axk-UyAFZAWLS0FltfDStoLeTDuza3ywCLcB/s200/Ekonomi_Karnaval%2BKhatulistiwa_3.jpg
https://4.bp.blogspot.com/-0hxqVNHOl5w/WQx1xyEuu_I/AAAAAAAADPQ/0Axk-UyAFZAWLS0FltfDStoLeTDuza3ywCLcB/s72-c/Ekonomi_Karnaval%2BKhatulistiwa_3.jpg
PeladangKata
http://www.peladangkata.com/2015/10/semarak-karnaval-di-kota-khatulistiwa.html
http://www.peladangkata.com/
http://www.peladangkata.com/
http://www.peladangkata.com/2015/10/semarak-karnaval-di-kota-khatulistiwa.html
true
1600297275400218305
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy