Halau Asap ala Saffana


KABUT asap terasa menyiksa bagi Saffana Rizqi Qinthara. Tubuhnya sangat sensitif. Ia bahkan kerap mimisan karena alergi terhadap asap pekat. Padahal, sebelum bencana kabut yang sekarang melanda Sumatra, Kalimantan hingga wilayah Indonesia lainnya, kota tempat Saffana tinggal, Pontianak, Kalimantan Barat, telah biasa dilanda kabut asap. Masyarakat bahkan biasa menyebutnya musim kabut asap.



Saat musim itu tiba, tentunya termasuk sekarang, ketika asap kian pekat, Saffana tidak pernah lupa mengenakan masker saat beraktivitas di luar rumah. Namun, darah segar tetap saja sewaktu-waktu bisa mengucur dari hidungnya.

Kabut asap memang mengandung sejumlah partikel beracun berbahaya. Paparan asap bahkan bisa terakumulasi di dalam tubuh selama bertahuntahun sehingga dampaknya bisa lebih mengerikan.

Saffana tidak lantas berputus asa. Ide brilian justru muncul dari pengalaman buruk tersebut. Tara, begitu dia biasa disapa, ingin berkontribusi agar kabut asap tidak lagi mengganggu aktivitasnya, juga teman-teman lain.

Ide itu kemudian diwujudkan Tara melalui alat pendeteksi kebakaran hutan dan lahan. Alarm atau sirene pada piranti tersebut akan berbunyi sewaktu ada kebakaran hutan dan lahan di sekitarnya.

“Alat ini memiliki sensor yang dihubungkan dengan buzzer (alarm) sehingga akan berbunyi ketika ada kebakaran hutan (dan lahan),” kata Tara saat ditemui di kediamannya di kompleks Untan, Rabu (14/10).

Temuan Tara ini terdiri atas rangkaian sederhana dengan komponen utama berupa IC NE555 dan mengandalkan baterai 9 volt sebagai sumber energi. IC NE555 ialah sirkuit terpadu yang berfungsi sebagai pewaktu.

Cara kerja perangkat ciptaan Tara ini pun terbilang sederhana. Sensor akan langsung bekerja begitu menangkap akumulasi asap yang dideteksi sebagai indikator kebakaran hutan dan lahan. Pendeteksian itu kemudian disampaikan melalui bunyi oleh alarm.

Ilmuwan belia
Putri kedua Bapak Ervan Judiarto dan Ibu Hilda ini membutuhkan sekitar dua minggu untuk merampungkan karyanya. Biaya yang dihabiskan untuk riset hingga rampungnya temuan tersebut sekitar Rp200 ribu.

Berbagai eksperimen pun dilakukan Tara untuk menguji dan menyempurnakan temuannya. Utak-atik itu terutama dilakukan pada fungsi sensor agar lebih peka atau sensitif terhadap asap sehingga pendeteksiannya lebih valid. Dalam setiap eksperimen, Tara dibantu Suratno sebagai guru pembimbing. “Sensor saat ini bekerja sekitar 40 detik setelah asap terperangkap di (wadah) penampung asap,” jelas Suratno.

Tara juga harus rela dikerumuni asap saat bereksperimen di laboratorium di sekolahnya, Sekolah Dasar (SD) Muhammadiyah 2 Pontianak. Itu lantaran dia ingin mendapatkan akumulasi asap yang mendekati kondisi di lapangan sehingga temuannya bisa bekerja optimal. Mata Tara pun perih akibat kepulan asap yang memenuhi laboratorium.

Semangat, ketelatenan dan kerja keras itu pun membuahkan hasil. Bocah kelahiran Pontianak, 11 Mei 2004, itu dinobatkan sebagai ilmuwan cilik Indonesia. Tara menjadi satu di antara pemenang terbaik dalam Kalbe Junior Scientist Award 2015. Ajang ini diikuti 881 karya siswa dari 22 provinsi di Indonesia.

Penobatan ini juga mengantarkan Tara bertemu bahkan berdialog langsung dengan Presiden Joko Widodo di Istana Negara, 12 September lalu. Presiden mengagumi inovasi Tara. Berbagai pertanyaan presiden seputar temuan tersebut pun dijawab lancar oleh Tara.

“Sempat grogi juga waktu ditanyatanya bapak presiden,” aku Tara.

Deteksi dini
Alat pendeteksi kebakaran hutan dan lahan ini memang terbilang sederhana, tapi aplikatif dan aktual. Selain mudah mengoperasikannya, perangkat tersebut juga bekerja cepat dan bisa memberdayakan masyarakat di sekitar hutan. Jadi, temuan Tara ini dapat diandalkan dalam pencegahan dini kebakaran hutan dan lahan.

Perangkat ini pun sangat mungkin dikembangkan sehingga pendeteksiannya bisa diakses lebih luas. Begitu pula kehandalannya, masih mungkin dioptimalkan. Hasil deteksi bisa diubah menjadi gelombang radio yang selanjutnya dipancarkan ke ruang kendali melalui satelit. Sementara itu, sumber energinya bisa memanfaatkan tenaga surya.

“Sumber pendeteksiannya langsung dari lapangan sehingga hasilnya lebih valid,” jelas Suratno.

Menurut Hilda karya putrinya tersebut semula dirancang dengan memanfaatkan barang bekas. Pengemasan ulang baru dilakukan menjelang penjurian agar lebih menarik, aman, dan mudah dibawa ke Jakarta. “Pengemasan ulang hanya pada bagian luar. Penutup diganti dengan bahan dari mika agar lebih rapi,” ujarnya.

Dosen Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura itu mengaku Tara sudah lama mempersiapkan diri untuk mengikuti Kalbe Junior Scientist Award. Putri bungsunya itu bahkan pernah mencoba mengikutsertakan karyanya tersebut di ajang sebelumnya, tapi terlambat mendaftar.

Rekayasa teknologi sendiri bukan hal asing bagi Tara. Selain mewarisi bakat orangtuanya yang menekuni teknik elektro, Tara aktif di ekstrakurikuler robotika sejak di kelas III. Ekstrakurikuler ini diperuntukkan siswa kelas cerdas istimewa (CI) di SD Muhammadiyah 2 Pontianak. Line Follower menjadi robot perdana yang dirakit Tara.

“Robot tersebut bergerak mengikuti garis (jalur). Ini keterampilan dasar dalam robotika,” jelas Hilda.

Tara yang juga terampil membuat animasi tersebut saat ini seharusnya masih di kelas VI. Karena berada di kelas cerdas istimewa yang masa studinya hanya sekitar lima tahun, dia kini duduk di kelas VII di SMP Negeri 3 Pontianak. Setelah sukses dengan pendeteksi kebakaran hutan dan lahan, Tara pun berencana mengembangkan alat penawar air.

“Agar bisa mengubah air asin menjadi air tawar,” pungkasnya. (Aries Munandar)   lihat juga di sini

COMMENTS

Name

Beranda Negeri,34,Edukasi,12,Ekologi,55,Ekonomika,45,Inspirasi,34,Jelajah,20,Realitas,16,Riwayat,12,Tekno,11,Tradisi,58,
ltr
item
PeladangKata: Halau Asap ala Saffana
Halau Asap ala Saffana
https://1.bp.blogspot.com/-UylT7766ab8/WJB6Aqe_hGI/AAAAAAAACZo/l86hHyTCMlkqzldWNZ2OKzvOIBFTZgAaQCLcB/s200/Tara%2Bdan%2BPerangkat%2BLama_1.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-UylT7766ab8/WJB6Aqe_hGI/AAAAAAAACZo/l86hHyTCMlkqzldWNZ2OKzvOIBFTZgAaQCLcB/s72-c/Tara%2Bdan%2BPerangkat%2BLama_1.jpg
PeladangKata
http://www.peladangkata.com/2015/11/halau-asap-ala-saffana.html
http://www.peladangkata.com/
http://www.peladangkata.com/
http://www.peladangkata.com/2015/11/halau-asap-ala-saffana.html
true
1600297275400218305
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy