Berangkulan Menjaga Taman Nasional

Taman Nasional Gunung Palung (TNGP)
dilihat dari pintu masuk di Lubuk Baji
Pendekatan humanis ternyata manjur untuk menyelamatkan Taman Nasional Gunung Palung dari kerusakan Lingkungan.

ARIES MUNANDAR

PEKERJAAN nelayan di Dusun Tanjunggunung semakin berat. Mereka harus berlayar hingga ke tengah laut untuk menangkap ikan. Itu pun hasilnya tidak seberapa lantaran mereka hanya mengandalkan perahu kayuh dengan pukat kuncung sebagai alat tangkap. Pukat kuncung ialah sebutan untuk jaring penangkap ikan selebar 10 meter.

“Ujung pukat dipegang dua nelayan. Mereka kemudian berjalan kaki dan menggiring pukat tersebut hingga ke bibir pantai,” jelas Harman, nelayan di Dusun Tanjunggunung, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat.

Kesulitan itu dikeluhkan para nelayan dalam sebuah diskusi yang dihadiri Denny Rosadi, beberapa waktu lalu. Denny ialah petugas dari Taman Nasional Gunung Palung (TNGP) yang menjadi fasilitator pemberdayaan di Dusun Tanjunggunung. Dalam diskusi tersebut dia menjelaskan pentingnya menjaga kelestarian hutan mangrove.

Diskusi antarnelayan terus berlanjut walaupun Denny telah meninggalkan pertemuan tersebut. Sebuah gagasan penting bagi kelangsungan hidup nelayan pun dihasilkan dalam diskusi lanjutan itu. Mereka bersepakat menjaga dan menghijaukan kembali kawasan di sepanjang bibir pantai dengan menanami mangrove.

Para nelayan itu membibitkan mangrove dari anakan yang tumbuh liar di sekitar pantai untuk kemudian ditanam kembali di areal kritis. Upaya nelayan tersebut juga didukung para pelajar setempat yang bergabung dalam Relawan Bentangor untuk Konservasi (Rebonk). Mereka membuat lokasi pembibitan mangrove di halaman rumah warga.

“Saat pergi melaut, setiap nelayan membawa bibit mangrove untuk ditanam di bibir pantai. Pulangnya, mereka mengambil anakan mangrove untuk dibibitkan,” jelas Denny.

Kawasan pantai di dusun yang berada di Desa Sejahtera, Kecamatan Sukadana, itu kini perlahan menghijau kembali oleh barisan mangrove. Reboisasi yang dilakukan sejak Februari itu menyemai harapan nelayan agar ikan kembali berkumpul dan beranak-pinak di wilayah tangkapan mereka.

Pertemanan
Denny juga memfasilitasi keinginan nelayan di Tanjunggunung untuk membudidayakan pohon jabon. Usaha tani itu diharapkan mampu menjadi sumber pemasukan bagi nelayan, selain dari melaut. Denny, yang juga Kepala Resort Polisi Kehutanan di TNGP, lantas mendampingi kelompok tani jabon setempat. (BACA: Bekas Pembalak ingin Jadi Pengusaha Kayu)

“Mereka melakukan pelatihan mandiri mengenai penyemaian dan pembibitan jabon serta jalur pemasarannya,” ujarnya.

Keberhasilan Denny dalam memfasilitasi kegiatan di masyarakat tidak datang begitu saja. Dia mengawali itu semua dengan berinteraksi secara intensif melalui pola pertemanan. Denny membaur bahkan harus menginap di beberapa rumah warga untuk memahami kondisi kehidupan masyarakat.

Dia juga aktif berdiskusi untuk menjalin keakraban dengan warga. Diskusi tidak hanya secara formal, tetapi juga lewat obrolan sehari-hari. Dari situ, Denny banyak mengetahui persoalan yang dihadapi warga dan membantu mencarikan solusinya.

Membangun pertemanan dengan warga juga dilakukan Erhani di Desa Matan Jaya, Kecamatan Simpang Hilir. Petugas TNGP itu sering diminta menjadi juru foto saat acara pernikahan di desa tersebut. Warga mengetahui Erhani memiliki kamera digital dan sering memberikan foto ke mereka.

Fotografi menjadi pintu masuk bagi Erhani untuk mendekati warga sehingga dia pun sering dilibatkan di berbagai kegiatan kemasyarakatan. “Saya diundang warga untuk berdiskusi tentang upaya menghidupkan kembali hukum adat dan budaya di Matan Jaya,” kata Erhani dalam sebuah seminar di Ketapang, beberapa waktu lalu.

Buah dari pertemanan juga dinikmati Ranto Sihotang di Desa Sedahan Jaya, Kecamatan Sukadana. Bersama tiga rekannya, dia berhasil memfasilitasi sekolah alam sebagai kegiatan ekstrakulikuler di Sekolah Dasar Negeri 14 Sedahan Jaya. Mereka memanfaatkan hutan di sekitar sekolah tersebut sebagai tempat belajar sembari bermain bagi para siswa. Materi sekolah alam disisipkan di beberapa mata pelajaran sebagai muatan lokal.

Resolusi konflik
Kegiatan Denny dan kawan-kawan tersebut merupakan bagian dari program fasilitasi masyarakat yang diselenggarakan TNGP. Program itu bermisi meningkatkan hubungan baik Balai TNGP dengan warga di sekitar kawasan tersebut melalui kerja kolaboratif.

Sikap saling curiga dan antipati, apalagi dendam di antara mereka, diharapkan pupus seiring dengan terjalinnya hubungan baik melalui pola pertemanan. “Kami dahulu selalu risih (antipati) melihat petugas TNGP. Ini pasti (petugas) patroli dan akan menangkapi warga,” ungkap Harman.

Interaksi warga dengan petugas TNGP memang memiliki sejarah panjang. Mereka kerap terlibat konflik dalam pengelolaan sumber daya alam. Saling klaim wilayah kelola pun terjadi akibat miskomunikasi. Petugas juga sering berpatroli dan beberapa kali menangkapi warga yang dituding merambah hutan di kawasan TNGP.

Dengan menyadari tindakan represif tidak selalu bisa menyelesaikan masalah, pihak Balai TNGP mengubah pola pendekatan. Mereka kini merangkul dan menganggap warga sebagai teman, bukan lawan yang harus dimusuhi.

Seragam dan berbagai atribut kebesaran juga mereka lepas sewaktu turun ke lapangan dan menggantinya dengan pakaian sipil selayaknya warga setempat. “Kami hanya mengenakan baju kaus dan celana pendek sewaktu berkunjung (ke warga) sehingga mudah membangun keakraban. Kalau kami berseragam, mereka malah curiga dan enggan bercerita,” jelas Erhani.

Berbagai kerja kolaboratif pun dituai berkat serangkaian pendekatan humanis tersebut. Metode itu tidak saja memperbaiki interaksi dan pola komunikasi di antara kedua pihak. Ketergantungan warga terhadap aktivitas yang mengeksploitasi hutan juga diharapkan bisa ditekan karena ada sumber penghasilan lain.

“Kami berharap kerja sama ini juga memberdayakan potensi pengelolaan jasa lingkungan, misalnya melalui pariwisata,” kata Kepala Desa Sedahan Jaya Nazanadira.   LANJUT KE: Menjadi Teman Curhat Warga
lihat juga di sini

COMMENTS

Name

Beranda Negeri,34,Edukasi,12,Ekologi,55,Ekonomika,45,Inspirasi,34,Jelajah,20,Realitas,16,Riwayat,12,Tekno,11,Tradisi,58,
ltr
item
PeladangKata: Berangkulan Menjaga Taman Nasional
Berangkulan Menjaga Taman Nasional
https://1.bp.blogspot.com/-yqqC9gXwiZk/WFKAH7nwdcI/AAAAAAAAAq4/KfwdhR0wJWMB8nfK4arx_8eIpyqajjnCQCLcB/s320/Gunung%2BPalung_Blog.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-yqqC9gXwiZk/WFKAH7nwdcI/AAAAAAAAAq4/KfwdhR0wJWMB8nfK4arx_8eIpyqajjnCQCLcB/s72-c/Gunung%2BPalung_Blog.jpg
PeladangKata
http://www.peladangkata.com/2016/02/berangkulan-menjaga-taman-nasional.html
http://www.peladangkata.com/
http://www.peladangkata.com/
http://www.peladangkata.com/2016/02/berangkulan-menjaga-taman-nasional.html
true
1600297275400218305
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy