Mengintip Pesona Gerhana dari Balik Jelaga

Kaca mata Gerhana Matahari
PERISTIWA gerhana matahari membuat Koko, 44, teringat dengan pengalamannya saat 32 tahun silam. Ia kala itu menyaksikan peristiwa serupa dengan menggunakan alat sederhana kreasinya. Detik-detik fenomena alam pada 1983 itu pun bisa diamatinya.

Alat pelindung mata bikinan Koko terbuat dari potongan kaca yang diolesi jelaga dari pelita alias lampu templok. Potongan kaca itu pun menghitam karena seluruh permukaannya berjelaga, tapi tetap tembus pandang. 

"Jadinya ya, mirip kaca mata khusus untuk (menyaksikan) gerhana matahari, dan warnanya juga tidak luntur," kenang penjual gorengan yang mangkal di kawasan Kampus Universitas Tanjungpura (Untan), Pontianak ini.

Koko tidak lupa menghaluskan kedua ujung potongan kaca agar tidak melukai tangan saat digunakan. Penggunaan pelindung ini mirip dengan pemakaian klise atau negatif film, yakni dibentangkan di depan mata sewaktu melihat langsung gerhana matahari. Saat itu kaca mata khusus, dan klise film juga digunakan warga Pontianak sebagai pelindung saat menyaksikan gerhana matahari.

Koko memilih menggunakan kaca berjelaga lantaran murah, dan praktis. Teman-temannya saat itu juga banyak menggunakan cara serupa. Kaca berjelaga ini sendiri digunakan atas anjuran dari guru mereka di sekolah.

Alumnus Fakultas Hukum, Untan ini ingin mengulang kembali kisah sewaktu masih di sekolah dasar tersebut. Dia berniat menggunakan kaca berjelaga saat menyaksikan gerhana matahari pada Rabu lusa (9/3). Tapi, jelaga kini sulit diperoleh lantaran tidak ada lagi yang menggunakan pelita sebagai penerangan, atau kompor minyak tanah untuk memasak.

"Untuk memperoleh sawang (jelaga) harus dari lampu atau kompor minyak tanah," ujar Koko, yang berjualan sembari merintis karier sebagai advokat.

Perayaan gerhana matahari di Pontianak dipusatkan di Komplek Mesjid Mujahidin di Jalan Ahmad Yani. Acara ini bakal dimeriahkan dengan festival jajanan (kuliner), dan menyelenggarakan salat gerhana. Namun, niat warga Pontianak untuk menyaksikan secara sempurna detik-detik gerhana matahari sepertinya bakal sulit terwujud lantaran faktor cuaca.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut cuaca di Kota Pontianak pada saat gerhana matahari diperkirakan berawan. Begitu pula wilayah lain di Kalimantan Barat, berkondisi cuaca serupa. 

"Kondisi langit ditutupi awan hingga 50%, dan baru berangsur cerah setelah pukul 09.00 WIB," jelas prakirawan dari Stasiun Meteorologi Pontianak Septika Sari. (Aries Munandar)

COMMENTS

Name

Beranda Negeri,34,Edukasi,12,Ekologi,55,Ekonomika,45,Inspirasi,34,Jelajah,20,Realitas,16,Riwayat,12,Tekno,11,Tradisi,58,
ltr
item
PeladangKata: Mengintip Pesona Gerhana dari Balik Jelaga
Mengintip Pesona Gerhana dari Balik Jelaga
https://1.bp.blogspot.com/-987FH4PyR3s/WOOlmc18OII/AAAAAAAADKg/JrK9NDMZBjsSS119aztp5yaGkUHJY3S0ACLcB/s200/Tradisi_Kacamata.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-987FH4PyR3s/WOOlmc18OII/AAAAAAAADKg/JrK9NDMZBjsSS119aztp5yaGkUHJY3S0ACLcB/s72-c/Tradisi_Kacamata.jpg
PeladangKata
http://www.peladangkata.com/2016/03/mengintip-pesona-gerhana-dari-balik.html
http://www.peladangkata.com/
http://www.peladangkata.com/
http://www.peladangkata.com/2016/03/mengintip-pesona-gerhana-dari-balik.html
true
1600297275400218305
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy