Menjaga Habitat Malaikat Laut


ilustrasi
Walaupun sudah banyak berjasa bagi manusia, pesut dan lumba-lumba masih terancam kepunahan.

ARIES MUNANDAR

ARSIP lama di laptop kembali dibongkar Albertus Tjiu. Direktur World Wide Fund (WWF) Program Kalimantan Barat, itu tengah menelaah hasil survei populasi pesut di perairan Kubu Raya. Ada temuan menarik yang belum pernah dipublikasikan dari survei tersebut.

“Selain pesut, survei menemukan keberadaan lumba-lumba punggung bungkuk. Temuan ini luput dari pemberitaan di media massa,” kata Albertus, Senin (2/5).

Survei pesut di perairan Kubu Raya pertama kali dilakukan WWF Kalimantan Barat pada 2011. Penelusuran tersebut menindaklanjuti temuan saat survei mangrove pada tahun yang sama. Ada empat pesut dalam satu koloni saat itu bermain dan bermanuver di sekitar bagan di perairan Selat Sih, Kecamatan Batuampar.

Temuan tersebut kemudian bertambah menjadi 14 ekor dalam lima koloni saat survei pertama pesut dilakukan di kawasan yang sama. Survei bersama Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Pontianak itu bahkan menjumpai tiga lumba-lumba punggung bungkuk dalam satu koloni.

Lumba-lumba punggung bungkuk (Sousa chinensis) memiliki morfologi persis pesut (Orcaella brevirostris). Bedanya, lumba-lumba punggung bungkuk berhidung atau bermoncong panjang dengan bagian kepala lebih kecil. Tubuh dan sirip punggung mereka juga lebih lebar daripada pesut.

Lumba-lumba itu kadang kala masuk ke sungai, tapi tidak sampai jauh ke hulu karena perbedaan salinitas atau kadar garam perairan. “Pesut dan lumba-lumba punggung bungkuk sama-sama hidup di wilayah pesisir yang dipengaruhi pasang-surut air laut. Jadi, bisa di lautan, teluk, hingga muara sungai,” jelas Koordinator Konservasi Spesies Laut WWF-Indonesia Dwi Suprapti saat dihubungi, Senin (2/5).

Sahabat kala melaut
Sama seperti pesut, keberadaan lumba-lumba punggung bungkuk sebenarnya sudah lama diketahui warga setempat. Kedua jenis mamalia itu sering dijadikan rujukan untuk mengetahui kondisi cuaca di lautan.

Pesut dan jenis lumba-lumba lainnya akan segera menyingkir ke selat manakala ada tanda-tanda badai di laut. Perilaku satwa itu sekaligus menjadi sinyal bagi nelayan agar menjauhi laut atau mengurungkan niat untuk melaut.

Pesut atau lumba-lumba yang menyelamatkan warga saat terjadi kecelakaan di laut juga menjadi kisah populer di daerah itu. Warga mengenal pesut dengan nama lumba-lumba idong (hidung) pesek, sedangkan lumba-lumba punggung bungkuk disebut lumba-lumba babi laut.

“Lumba-lumba seperti ini sering ketemu di pantai dekat muara dan selat sempit. Kami menyebutnya lumba-lumba babi laut,” kata Iu Khiang, nelayan setempat, setelah melihat foto-foto contoh lumba-lumba punggung bungkuk yang disodorkan tim survei.

Kelestarian habitat
Penemuan lumba-lumba punggung bungkuk menambah daftar keanekaragaman hayati di perairan yang berbatasan dengan Kabupaten Kayong Utara itu. 

Kelimpahan pakan diduga menjadi dayak tarik bagi berbagai jenis mamalia laut untuk menetap dan berkembang biak di perairan tersebut.

Kelimpahan pakan itu, antara lain, diindikasikan dengan kondisi hutan mangrove di kawasan tersebut. Ikan-ikan kecil dan biota lain yang menjadi pakan bagi mamalia laut tersedia dalam jumlah yang cukup lantaran kondisi mangrove masih relatif terjaga. Vegetasi hutan air payau itu juga berfungsi sebagai filter yang mengatur salinitas perairan.

Walaupun bersahabat baik dengan warga, bukan berarti populasi mamalia laut di perairan itu aman dari ancaman kepunahan. Habitat mereka yang merupakan perairan terbuka rentan terhadap polusi dari transportasi perairan. Mereka juga kerap terancam oleh sabetan baling-baling perahu atau kapal motor dan terjerat jaring nelayan.

Hutan mangrove di kawasan Batuampar menyebar seluas 65.585 hektare (ha), yang terdiri dari 33.402 ha hutan lindung dan 32.183 ha hutan produksi. Kawasan itu bernilai konservasi sekaligus berpotensi ekonomi tinggi.

Data Lembaga Pengkajian dan Pengembangan (LPP) Mangrove Indonesia menyebut nilai ekonomis kawasan mangrove Batuampar sekitar Rp95,62 miliar per tahun. Nilai ekonomis itu membuat kawasan mangrove Batuampar diincar para investor. 

Saat ini tercatat ada dua perusahaan penebangan mangrove yang beroperasi di kawasan itu. Kedua perusahaan itu, yakni PT Kandelia Alam dan PT Bina Ovivari Semesta (Bios). Kandelia menguasai 18.130 ha lahan konsesi selama 45 tahun dan Bios 10.100 ha selama 20 tahun.

“Kami mendorong perusahaan mempraktikkan pengelolaan secara lestari, di antaranya merestorasi mangrove dan tidak melakukan aktivitas pengupasan kayu di habitat mamalia laut karena dapat meracuni satwa tersebut,” jelas Albertus yang juga koordinator survei pesut 2011.

Penemuan populasi lumba-lumba punggung bungkuk saat survei pesut juga dijadikan catatan penting oleh WWF. Organisasi konservasi internasional itu akan memasukkan wilayah perairan di kawasan Batuampar dan sekitarnya dalam peta sebaran lumba-lumba punggung bungkuk di Indonesia.

“Informasi ini sekaligus membuka peluang bagi para peneliti Cetacea (mamalia laut) untuk melakukan riset lebih lanjut,”pungkas Dwi.   lihat juga di sini

COMMENTS

Name

Beranda Negeri,34,Edukasi,12,Ekologi,55,Ekonomika,45,Inspirasi,34,Jelajah,20,Realitas,16,Riwayat,12,Tekno,11,Tradisi,58,
ltr
item
PeladangKata: Menjaga Habitat Malaikat Laut
Menjaga Habitat Malaikat Laut
https://3.bp.blogspot.com/-PUHurcr0_lA/WFgzy5UGU9I/AAAAAAAAA8Q/cqSR3AVmeAsh49aRu004OHUw80s2EenIACLcB/s200/Pesut%2BMati_Blog.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-PUHurcr0_lA/WFgzy5UGU9I/AAAAAAAAA8Q/cqSR3AVmeAsh49aRu004OHUw80s2EenIACLcB/s72-c/Pesut%2BMati_Blog.jpg
PeladangKata
http://www.peladangkata.com/2016/05/menjaga-habitat-malaikat-laut.html
http://www.peladangkata.com/
http://www.peladangkata.com/
http://www.peladangkata.com/2016/05/menjaga-habitat-malaikat-laut.html
true
1600297275400218305
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy