Membelah Laut dengan Energi Gas

Amin Ben-Gas
Dengan perangkat pengonversi bensin ke gas buatan seorang warga Pontianak, nelayan setempat cukup merogoh uang Rp20 ribu untuk tiga hari melaut.

ARIES MUNANDAR

AMIN Ben Gas (ABG) sudah jadi hal yang akrab di telinga nelayan pesisir Kalimantan Barat. Wujudnya ialah perangkat pengonversi (converter kit) penggunaan bensin ke gas. Sementara itu, Amin ialah nama sang pencipta alat tersebut.


Amin yang merupakan warga Pontianak sengaja merancang alat tersebut untuk digunakan di perahu. Pria kelahiran 1970 itu terinspirasi oleh latar belakangnya sebagai anak nelayan di pesisir Kubu Raya.

Amin Ben Gas telah diluncurkan pada 2012, tetapi baru setahun ini mendapat lisensi Standar Nasional Indonesia (SNI). Lisensi itu berkat proses produksi yang telah dilakukan pabrik dan berkat penyempurnaan yang terus dilakukan Amin.

Kualitas alat yang semakin terjamin membuat semakin banyak nelayan beralih ke ABG. Salah satunya ialah Usman Abdullah. Nelayan di Desa Sungaikupah, Kecamatan Sungaikakap, Kabupaten Kubu Raya, itu baru empat bulan beralih ke elpiji. Usman sebelumnya harus merogoh Rp28.500 untuk membeli 3 liter premium setiap hendak melaut. Namun, saat ini dia hanya cukup mengeluarkan Rp20 ribu membeli satu tabung gas elpiji ukuran 3 kg.

“(Dulu) sehari melaut bisa menghabiskan 3 liter (premium), sedangkan pakai gas cuma habis satu tabung (3 kg) untuk tiga hari melaut,” kata pria berusia 40 tahun itu, Kamis (12/5).

Penghematan itu jelas menggembirakan nelayan karena selama ini 80% biaya operasional habis untuk bahan bakar. Tidak hanya itu, perahu mereka kini lebih rendah emisi. Hal itu terjadi karena ABG menggunakan sistem semiinjeksi sehingga polusi dari gas buangan bisa ditekan melalui pembakaran sempurna.

Konversi bahan bakar juga membuat tarikan mesin semakin bertenaga. Mesin berbahan bakar elpiji mampu menghasilkan 5.481 rotasi per menit (rpm) tenaga maksimum, sedangkan premium hanya sebesar 5.460 rpm.

Di sisi lain, seperti terlihat di perahu-perahu nelayan, bensin juga tetap dibawa. Amin memang mempertahankan tangki premium di setiap perahu pengguna converter kit-nya. Begitu pula seluruh fungsi dan sistem di mesin, tidak ada yang diutak-atik, kecuali menambahkan converter kit.

Cara itu dibuat Amin agar nelayan dapat menggunakan energi cadangan (bensin) jika sewaktu-waktu gas habis di laut. “Ini juga untuk melindungi nelayan. Garansi mesin mereka tidak akan hilang karena masih terjaga keasliannya,” tambah Amin.

Walaupun telah diproduksi massal melalui pabrik, converter kit ABG tetap tidak dijual bebas. Itu sesuai dengan komitmen awal Amin yang menghendaki alat ciptaannya bisa diborong pemerintah untuk selanjutnya disalurkan ke nelayan. Ini bertujuan agar nelayan dapat menikmati converter kit secara gratis.

Produksi ABG sendiri dilakukan di sebuah perusahaan di Tangerang, Banten. Pabrik milik sebuah perusahaan yang digandeng Amin itu mampu memproduksi hingga 3.000 unit per hari.

“Untuk mendapat sertifikat SNI memang harus diproduksi pabrik. Tadinya kami Cuma melibatkan pelajar SMK (sekolah menengah kejuruan) untuk memproduksi massal,” jelas Amin.

Fleksibel
ABG saat ini merupakan generasi pengembangan kesembilan. Perbedaan mencolok terlihat dari desain kemasan yang lebih apik. Pemasangan ke mesin pun lebih praktis sehingga bisa dilakukan sendiri oleh nelayan. Generasi kesembilan juga mengganti peran spuyer dengan membran untuk mengoptimalkan tekanan gas. Spuyer komponen yang berfungsi mencampur udara dengan bahan bakar.

“Generasi sembilan bisa digunakan untuk berbagai merek, tipe, dan daya mesin motor bensin. Berdaya 5,5 hingga di atas 14 pk, dengan satu atau dua selinder, empat maupun dua tak,” jelas Amin.

Berbagai perubahan itu dilakukan sebagai respons terhadap kebutuhan nelayan. Pengguna acap kali memberi masukan kepada Amin setelah sekian lama memakai produk tersebut. Begitu pula, Amin selalu memperhatikan perkembangan di lapangan.

“Ini produk lokal yang dikembangkan sendiri oleh anak bangsa, berdasarkan kebutuhan nelayan setempat. Kami sangat bangga dan mengapresiasi karya Pak Amin,” kata Deputi II Kementerian Koordinator Maritim Agung Kuswandono.

Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Alam dan Jasa itu beserta rombongan sempat menjajal produk buatan Amin. Mereka menyusuri Sungai Itik hingga Muara Sungai Kakap dengan menumpang 11 perahu bermotor pengguna ABG, Kamis (12/5). Agung merasakan akselerasi mesin perahu tetap stabil selama 40 menit perjalanan tersebut.

“Kami akan berkoordinasi dengan kementerian terkait. Di KKP, misalnya, ada bantuan 3.200 kapal untuk nelayan. Kapal (berkapasitas) 5-10 gros ton bisa menggunakan converter kit ini,” lanjut Agung.

Tidak hanya di Kalimantan Barat, ABG yang telah dipatenkan sejak 2012 dan lolos uji laboratorium di Institut Teknologi Bandung itu sudah menyebar ke berbagai pelosok Nusantara, bahkan mulai dilirik konsumen dari luar negeri. Dalam perkembangannya, ABG juga bisa digunakan pada genset, mesin pembuat pakan dan pengolahan ikan, serta mesin lainnya. lihat juga di sini

Sekilas Amin Ben Gas
Spesifikasi mesin pengguna: Semua merek mesin motor bensin dengan berbagai tipe dan daya.
Keunggulan:
- Hemat energi dan rendah emisi.
- Mesin awet dan lebih bertenaga.
- Pemasangan dan perawatan converter kit mudah.
- Bahan bakar murah dan mudah didapat.
- Tangguh dan daya jelajah tinggi.

Pengguna: 1.000 orang.
Sebaran: Kalbar, Aceh, dan Sulawesi Utara.
Kemampuan rata-rata produksi saat ini (pabrikan): 2.000-3.000 unit/hari.
Pemanfaatan lain: Genset, penerangan, mesin pakan ikan/ternak, mesin air, dan lain-lain (Sumber: Amin Ben Gas)

COMMENTS

Name

Beranda Negeri,34,Edukasi,12,Ekologi,55,Ekonomika,45,Inspirasi,34,Jelajah,20,Realitas,16,Riwayat,12,Tekno,11,Tradisi,58,
ltr
item
PeladangKata: Membelah Laut dengan Energi Gas
Membelah Laut dengan Energi Gas
https://3.bp.blogspot.com/-dh0ECxnqD7M/WJsIt4gZzmI/AAAAAAAACn8/RDlHd0fPA8YYCYskuC1l2j1EHnajcimFwCLcB/s200/Tekno_AminBenGas.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-dh0ECxnqD7M/WJsIt4gZzmI/AAAAAAAACn8/RDlHd0fPA8YYCYskuC1l2j1EHnajcimFwCLcB/s72-c/Tekno_AminBenGas.jpg
PeladangKata
http://www.peladangkata.com/2016/06/membelah-laut-dengan-energi-gas.html
http://www.peladangkata.com/
http://www.peladangkata.com/
http://www.peladangkata.com/2016/06/membelah-laut-dengan-energi-gas.html
true
1600297275400218305
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy