Setelah Naluri Satwa Terpulihkan

Pelestarian Orang Utan
SUSI dan Desi kembali menikmati kehidupan di alam bebas. Mereka dilepasliarkan di hutan lindung Gunung Tarak di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, setelah lebih dari empat tahun direhabilitasi.

Kesehatan fisik maupun mental kedua orang utan itu dinyatakan pulih sehingga layak untuk dilepasliarkan.

Susi diselamatkan tim Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) Ketapang dari pemeliharaan seorang warga di Pontianak pada 2011, dengan kondisi mengenaskan. Lingkaran lehernya membusuk akibat luka bekas rantai pengikat. Luka jeratan yang sudah mencapai tenggorokan membuatnya susah bernapas.

Orang utan yang saat itu berusia empat tahun ini juga harus dioperasi untuk mengeluarkan karet yang membenam di lehernya. “Dia bertahun-tahun menjadi hewan peliharaan dan dirantai secara kejam sehingga berefek buruk terhadap kese hatannya,” kata Direktur Program YIARI Ketapang Karmele L Sanchez saat pelepasaliaran orang utan, Jumat (20/5).

Seperti Susi, Desi pun diselamatkan tim YIARI Ketapang dari pemeliharaan warga. Orang utan yang kini berusia 10 tahun itu dievakuasi dari Desa Pemangkat di Kecamatan Simpang Hilir, Ketapang, pada 2012.

Pemelihara membeli Desi pada 2010 seharga Rp50 ribu dari seorang warga yang menemukannya di lokasi perkebunan kelapa sawit. Kondisi Desi memang tidak setragis Susi, tapi tubuh mereka sama kurusnya. Desi juga kehilangan naluri alamiah akibat lama dipelihara.

“Mereka sama-sama kalem dan tidak agresif sewaktu di-rescue (evakuasi), tapi masih takut terhadap manusia,” jelas Staf Media dan Komunikasi YIARI Ketapang Heribertus Suciadi.

Desi akhirnya menyusul Susi menjalani rehabilitasi di Pusat Penyelamatan dan Konservasi Orang Utan di Ketapang, yang dikelola YIARI. Mereka menjalani proses penyembuhan dan pemulihan fisik maupun mental. 

Kedua orang utan betina itu juga dilatih memanjat, mencari makan, dan membuat sarang di pohon, serta berbagai kemampuan bertahan hidup di alam liar. Setelah dirawat dan diobati, kondisi Desi dan Susi semakin membaik.

Begitu pula kemampuan bertahan hidup mereka yang semakin terasah. Kemajuan ini membuat tim medis YIARI merekomendasikan Susi dan Desi untuk menjalani tahap prapelepasliaran pada 2013. Mereka dilepaskan di sebuah pulau khusus di kompleks pusat rehabilitasi tersebut.

Dalam pemantauan perkembangan, Susi dan Desi terbukti mampu menjalani tahap akhir dari proses rehabilitasi itu dengan baik. Mereka telah mahir memanjat dan mencari makan, serta membuat sarang di pohon. Kondisi ini membuat mereka siap menjalani kehidupan baru.

“Kami yakin mereka akan senang berada di rumah baru (di Gunung Tarak),” ujar Christine Nelson, dokter hewan di YIARI asal Amerika Serikat.

Perjalanan Susi dan Desi saat pelepasliaran dimulai pada Jumat dini hari. Mereka bertolak menuju Gunung Tarak bersama petugas dari YIARI dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) serta Dinas Kehutanan Ketapang. Perjalanan ditempuh selama 5 jam dengan kendaraan roda empat dan dilanjutkan berjalan kaki ke lokasi.

Susi dan Desi sempat tampak kebingungan sewaktu pintu kandang dibuka. Namun, akhirnya mereka berjalan menuju pohon dan memanjatinya. Keberadaan mereka pascapelepasliaran terus dipantau tim YIARI.

Habitat tergerus
Hutan lindung Gunung Tarak menempati areal seluas 32 ribu hektare. Kawasan itu memiliki fungsi vital sebagai daerah resapan dan tangkapan air. Hutan lindung Gunung Tarak juga menjadi habitat bagi tumbuhan dan satwa liar serta keanekaragaman hayati lainnya. Pakan alami bagi orang juga cukup berlimpah di kawasan konservasi itu.

Di situ, Susi dan Desi berjumpa dengan Helen, Prima, dan Peni, ketiga orang utan yang dilepasliarkan sejak dua tahun lalu. Perkembangan Helen, Prima, dan Peni pun terus dipantau tim YIARI hingga mereka dinilai mampu beradaptasi dengan lingkungan baru.

Selain Gunung Tarak, YIARI melepasliarkan orang utan di beberapa taman nasional dan kawasan konservasi lainnya. Tercatat ada 57 orang utan hasil rehabilitasi maupun translokasi yang dilepasliarkan YIARI dalam tujuh tahun terakhir. Rehabilitasi bisa berlangsung sekitar 7-8 tahun, sedangkan translokasi jauh lebih singkat.

“Beberapa orang utan terpaksa harus seumur hidup berada di pusat rehabilitasi karena terlampau lambat ditangani,” ungkap Karmele.

Saat ini ada lebih dari 100 orang utan yang masih menghuni Pusat Penyelamatan dan Konservasi Orang Utan di Ketapang. Penghuni tersebut diperkirakan terus bertambah sejalan dengan laju kerusakan hutan akibat alih fungsi dan kebakaran lahan. YIARI pun bahkan semakin sulit mencari lokasi ideal untuk pelepasliaran orang utan.

“Kami tidak bisa membayangkan bagaimana nasib orang utan karena habitat mereka hilang secepat ini,” keluh Karmele. (Aries Munandar)

COMMENTS

Name

Beranda Negeri,34,Edukasi,12,Ekologi,55,Ekonomika,45,Inspirasi,34,Jelajah,20,Realitas,16,Riwayat,12,Tekno,11,Tradisi,58,
ltr
item
PeladangKata: Setelah Naluri Satwa Terpulihkan
Setelah Naluri Satwa Terpulihkan
https://2.bp.blogspot.com/-iFQcZzCjiZA/WKMHRjPl7iI/AAAAAAAAC0U/lAhNLd-CgpkS6XPhzT_LU_VeNzCXu5gdQCLcB/s200/Ekologi_%2BKarantina%2BOrag%2BUtan.jpg
https://2.bp.blogspot.com/-iFQcZzCjiZA/WKMHRjPl7iI/AAAAAAAAC0U/lAhNLd-CgpkS6XPhzT_LU_VeNzCXu5gdQCLcB/s72-c/Ekologi_%2BKarantina%2BOrag%2BUtan.jpg
PeladangKata
http://www.peladangkata.com/2016/07/setelah-naluri-satwa-terpulihkan.html
http://www.peladangkata.com/
http://www.peladangkata.com/
http://www.peladangkata.com/2016/07/setelah-naluri-satwa-terpulihkan.html
true
1600297275400218305
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy