Menjodohkan Kambing Jomblo

Hutan Desa di Dusun Manjau
UNTUNG tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Ternak milik Salmah yang diharapkan beranak- pinak kini tinggal seekor pejantan. Pasangannya mati setelah diserang anjing kampung saat dilepaskan mencari rumput.

“Kepalanya dimakan (diterkam) anjing, dan langsung mati,” kenang perempuan 70 tahun ini dalam logat Melayu Ketapang.

Salmah menerima sepasang kambing muda dari Lembaga Desa Pengelola Hutan Desa (LDPHD) Manjau sekitar tiga bulan lalu. Bantuan ternak ini dari dana pemanfaatan insentif imbal jasa lingkungan. Bantuan serupa juga digulirkan kepada dua warga lain. Senasib dengan Salmah, mereka juga kehilangan seekor ternak karena diserang anjing kampung.

Satu di antara pemilik kambing itu kemudian menitipkan ternaknya kepada Salmah untuk dipelihara dan dikawinkan. Mereka bersepakat menerapkan sistem bagi hasil saat ternak itu beranak-pinak. “Kambing yang satu ini betina, punya Samayah. Dia minta peliharakan, dan siapa tahu bisa kawin dengan kambing saya,” ujar warga Dusun Manjau ini.

Dusun Manjau di Desa Laman Satong, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, memperoleh insentif imbal jasa lingkungan dari International Catholic Church Organization (ICCO). Insentif diperoleh lantaran desa ini mengelola kawasan hutan Manjau secara lestari. (BACA: Menjaga Hutan Manjau Tetap Berkelanjutan)

Lembaga nirlaba berkedudukan di Belanda tersebut berkomitmen menggelontorkan insentif sebesar Rp600 juta secara bertahap selama empat tahun untuk Laman Satong. “Tahap pertama sudah dicairkan sebesar Rp150 juta, dan sekarang sedang dipersiapkan untuk pencairan tahap kedua,” kata Ketua LDPHD Manjau Yohanes Heriyono Dogol.

Pembayaran imbal jasa lingkungan bergantung kepada konsistensi warga dalam memproteksi hutan mereka. Insentif dibayar penuh apabila pembukaan hutan tidak lebih dari 2,2 hektare per tahun. Jika lebih dari 2,2 hektare setahun, intensif hanya dibayar separuh. Sementara itu, apabila pembukaan hutan melebihi 4,4 hektare setahun, insentif tidak dibayar.

Bonus perjuangan
Imbal jasa lingkungan untuk hutan Desa Manjau mereplikasi skema reduksi emisi dari deforestasi dan degradasi hutan (REDD) dengan sistem pasar sukarela. Sementara itu, penilaiannya mengacu pada standar Plan Vivo. Standar internasional ini banyak digunakan di Amerika Latin, Afrika, dan Asia.

Ada 654 dari 1.070 hektare wilayah hutan Desa Manjau yang dinilai dalam komitmen hijau tersebut. “Tapi, bukan berarti wilayah lain dibiarkan, tetap kami jaga juga sebab kerusakannya pasti akan berdampak terhadap keseimbangan ekosistem kawasan,” tegas Dogol yang berprofesi sebagai guru kontrak itu. (BACA: Wakaf Belantara untuk Menjaga Suhu Bumi)

Dana imbal jasa lingkungan dikelola LDPHD dan didistribusikan ke berbagai kegiatan konservasi dan pemberdayaan masyarakat. “Sustainability tidak hanya dinilai dari kawasan, juga masyarakat pengelola hutan,” imbuh Lorens, Pimpinan Fauna & Flora International (FFI) Proyek Ketapang, lembaga yang mendampingi warga.

Selain bantuan ternak, dana imbal jasa yang diterima warga, di antaranya dalam bentuk santunan sosial, bantuan pendidikan, dan usaha ekonomi produktif. LDPHD memanfaatkan gelontoran hibah tersebut sebagai modal untuk usaha air mineral isi ulang, di samping untuk operasional lembaga, patroli hutan, dan kegiatan konservasi.

Usaha air mineral isi ulang memanfaatkan sumber air di hutan Manjau. Rata-rata 600 galon habis terjual setiap pekan. Pelanggan mereka ialah pemilik kantin, karyawan perusahaan perkebunan kelapa sawit, dan pekerja proyek pemerintah.

Selain dari ICCO, hutan Manjau sebelumnya juga menerima insentif sebesar Rp100 juta dari Walt Disney. Hutan Manjau menjadi hutan desa pertama di Kalimantan Barat yang memperoleh imbal jasa lingkungan. 

Dogol menilai imbal jasa lingkungan merupakan kehormatan dan pengakuan masyarakat global terhadap perjuangan mereka. Dia mengibaratkan insentif tersebut seperti upah yang diterima seseorang karena telah menjaga rumahnya sendiri.

“Kami juga yang menikmati langsung manfaat pelestarian hutan. Insentif itu hanya bonus. Penyemangat saja,” pungkasnya. (Aries Munandar)

COMMENTS

Name

Beranda Negeri,34,Edukasi,12,Ekologi,55,Ekonomika,45,Inspirasi,34,Jelajah,20,Realitas,16,Riwayat,12,Tekno,11,Tradisi,58,
ltr
item
PeladangKata: Menjodohkan Kambing Jomblo
Menjodohkan Kambing Jomblo
https://1.bp.blogspot.com/-PND_yYuKag0/WOUQRuD5naI/AAAAAAAADK0/Jjz3B1pd6G0PJxLPX8sdE5gveznYEl2mwCLcB/s200/Ekologi_Hutan%2BDesa%2BManjau_3.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-PND_yYuKag0/WOUQRuD5naI/AAAAAAAADK0/Jjz3B1pd6G0PJxLPX8sdE5gveznYEl2mwCLcB/s72-c/Ekologi_Hutan%2BDesa%2BManjau_3.jpg
PeladangKata
http://www.peladangkata.com/2016/09/menjodohkan-kambing-jomblo.html
http://www.peladangkata.com/
http://www.peladangkata.com/
http://www.peladangkata.com/2016/09/menjodohkan-kambing-jomblo.html
true
1600297275400218305
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy