Beradu Untung di Keremangan Danau

Panen Siluk di Danau Empangau
FAUZI Syahputra menyambar sepeda kayuh yang diparkirnya di pinggir danau. Ia kemudian memacu kendaraan itu, menyusul serombongan temannya yang bergegas pulang. Awan pekat mulai menurunkan gerimis disertai kilat sehingga mereka harus bergegas sampai di rumah agar tak kehujanan.

Fauzi bersama kawan-kawan sekampungnya baru saja usai menyiluk. Mereka berkerumun di pinggir Danau Lindung Empangau untuk menangkapi siluk ikan arwana jenis superred (Scleropages formosusdengan bermodalkan tangguk, dan lampu sorot di kepala. Suasana saat itu bak di pasar malam, riuh rendah. 

“Saya mencari siluk tapi belum pernah dapat,” ujar bocah berusia 14 tahun itu.

Menyiluk juga dilakoni Jodi Purnawan. Remaja berusia 16 tahun ini menyusuri danau dengan sampan kayuh. Jodi malam itu juga pulang dengan tangan hampa. “Tadi naik sampan berdua teman,”.   

Penyusuran malam itu memang belum berhasil tapi mereka tetap pulang dengan bergembira. Menyiluk dianggap seperti hiburan, sehingga mereka tidak pernah bosan mengulang peruntungan tersebut setiap malam. 

Rombongan anak-anak dan remaja hanya menyiluk hingga sekitar pukul 19.00 WIB. Ini berbeda dengan orang tua mereka yang bisa bertahan di danau hingga larut malam bahkan menjelang pagi.

Danau pun kembali hening sepeninggalan para remaja dan anak-anak. Hanya sesekali lampu disorotkan nelayan untuk memantau kondisi perairan. Riuh rendah baru terdengar manakala mereka melihat kilau kemerahan dari siluk yang berkelebat di permukaan danau. 

Para nelayan pun bergegas menghampiri sasaran untuk menangkapi anakan siluk. Tapi, seringkali tidak ditemukan anakan di sekililing induk siluk sehingga mereka tidak mendapatkan hasil apa pun. Seperti anak-anak mereka, nelayan juga mengunakan tangguk, lampu sorot di kepala, dan sampan kayuh saat menyiluk.

“Dilarang makai perahu motor karena siluk akan lari, dan (gelombangnya) juga bisa menenggelamkan sampan,” kata Agus, Ketua Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Perairan Desa Empangau dan Empangau Hilir.   

Menjaga kelestarian
Ada peraturan tertulis lain yang juga harus dipatuhi selama menyiluk. Nelayan, misalnya dilarang keras membawa alat tangkap selain tangguk berdiameter 25 sentimeter. Mereka pun dilarang menangkapi ikan lain, kecuali sekadar untuk lauk. Selain itu, menyiluk dihentikan selama tiga hari berturut-turut saat ada warga meninggal dunia.   

Peraturan juga memuat sejumlah hak atau kompensasi. Nelayan yang membantu nelayan lain berhak atas komisi sebesar Rp100 ribu untuk setiap ekor siluk yang ditangkap. Nominal yang sama juga mereka dapatkan dari kas pokmaswas karena menyelamatkan siluk yang terancam bahaya.      

Mereka pun berhak mendapat imbalan sebesar Rp1 juta dari kas pokmaswas apabila mengembalikan siluk yang terjaring di sungai. “Tidak hanya pokmaswas, seluruh warga pun terlibat aktif dalam mengawasi danau,” tegas Agus. 

Kas pokmaswas selain dari kontribusi sebesar Rp250 ribu untuk setiap siluk tangkapan yang terjual, juga dari penjualan kupon dalam arisan sungai. Arisan sungai merupakan mekanisme pengundian wilayah tangkapan nelayan di luar Danau Empangau. Sokongan terbesar juga bersumber dari dari panen raya ikan konsumsi di zona pemanfaatan terbatas.

“Panen raya tersebut hanya boleh dilakukan oleh pokmaswas atas persetujuan warga untuk menambah kas. Pemasukan dari panen raya pada September lalu sekitar Rp74,6 juta, sehingga total kas saat ini sekitar Rp118,79 juta,” jelas Agus.

Dana itu selanjutnya dialokasikan untuk subsidi pendidikan, bantuan sosial dan infrastruktur desa. 

Pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan di Empangau ini diapresiasi banyak kalangan. Sederet penghargaan pun diraih pokmaswas mereka mulai tingkat kabupaten hingga nasional. (Aries Munandar)

COMMENTS

Name

Beranda Negeri,34,Edukasi,12,Ekologi,55,Ekonomika,45,Inspirasi,34,Jelajah,20,Realitas,16,Riwayat,12,Tekno,11,Tradisi,58,
ltr
item
PeladangKata: Beradu Untung di Keremangan Danau
Beradu Untung di Keremangan Danau
https://4.bp.blogspot.com/-wq7hBl4OB2s/WJ4ISUJh2FI/AAAAAAAACuo/8cue2bjEgfQyYek5E2oC1ZcOX_q-G4vjQCLcB/s200/Memanen%2BSiluk.jpg
https://4.bp.blogspot.com/-wq7hBl4OB2s/WJ4ISUJh2FI/AAAAAAAACuo/8cue2bjEgfQyYek5E2oC1ZcOX_q-G4vjQCLcB/s72-c/Memanen%2BSiluk.jpg
PeladangKata
http://www.peladangkata.com/2017/02/beradu-untung-di-keremangan-danau.html
http://www.peladangkata.com/
http://www.peladangkata.com/
http://www.peladangkata.com/2017/02/beradu-untung-di-keremangan-danau.html
true
1600297275400218305
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy