Menyelamatkan Siluk Terakhir di Empangau

Panen Siluk di Danau Lindung Empangau
Bencana kemarau pada 1997 menjadi titik balik dalam pengelolaan Danau Lindung Empangau di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.

Aries Munandar

AIR pekat menghijau dan mengering. Ratusan ikan pun mati setiap hari akibat perubahan cuaca ekstrem. Kemarau panjang telah mengubah drastis wajah Danau Empangau sehingga seperti tidak terurus. Warga pun dirundung buram, seburam kabut asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan yang menyelimuti desa mereka.

Warga kehilangan mata pencarian akibat kondisi danau tidak lagi bisa diharapkan. Apalagi kemarau turut membinasakan sekitar 117 arwana alias siluk superred. Ikan bernama ilmiah Sclerophagus formusos selama ini menjadi primadona pendapatan warga Desa Empangau dan Empangau Hilir. 

“Air danau juga menjadi panas sehingga banyak siluk mati,” kenang anggota Badan Perwakilan Desa (BPD) Empangau Rozak, beberapa waktu lalu. 

Kejadian pada 1997 tersebut menjadi bencana bagi warga setempat. Ikan hias kebanggaan mereka kian terancam punah. Apalagi, perburuan di habitat alam semakin masif sehingga terjadi penangkapan berlebihan. Harga jual sebesar Rp3,5 juta untuk setiap anakan siluk memicu terjadinya eksploitasi. 

Namun, bencana itu sekaligus menjadi titik balik dalam pengelolaan Danau Empangau. Warga lantas bersepakat mengelolanya secara lestari untuk mengembalikan kejayaan siluk mereka. Wilayah pengelolaan pun dibagi menjadi tiga zonasi, yakni zona lindung, zona pemanfaatan terbatas, dan zona ekonomi. 

Zona lindung meliputi wilayah perairan yang hanya boleh dimanfaatkan setahun sekali untuk memanen siluk. Sementara itu, zona pemanfaatan terbatas boleh dimanfaatkan untuk kepentingan dana abadi atau kas kelompok nelayan. Adapun zona ekonomi bebas dimanfaatkan untuk kebutuhan masyarakat sehari-hari. 

Zonasi diikuti penerapan aturan secara ketat. “Dahulu belum ada aturan khusus, sehingga orang bisa semaunya menangkap ikan di zona inti, termasuk induk siluk,” jelas Rozak yang juga mantan anggota Pokmaswas Empangau.   

Melepas siluk
Zonasi dan aturan ketat ini perlahan menampakkan hasil. Populasi ikan konsumsi pun melejit hanya dalam kurun waktu sekitar empat tahun. Hal ini dibuktikan oleh riset dari Balai Riset Perikanan Perairan Umum Kementerian Kelautan dan Perikanan. Mereka merilis kerapatan stok ikan di danau ini meningkat dari 12 ribu pada 2005 menjadi 21.992 ekor per hektare pada 2009.

Danau seluas 124 hektare ini juga dikenal memiliki keragaman jenis ikan air tawar. Masih menurut Balai Riset Perikanan Perairan Umum Kementerian Kelautan dan Perikanan, ada sekitar 65 jenis ikan dari 19 familia yang hidup dan berkembang biak di Danau Empangau.

Tidak hanya ikan konsumsi, populasi siluk pun mengalami perkembangan berarti. Panen warga kembali meningkat setelah pelepasliaran induk siluk ke habitat alam alias restocking sejak 2000. Tercatat ada sembilan kali restocking siluk di Danau Empangau, dan terakhir dilakukan pada awal Maret lalu, yakni sebanyak 10 indukan. 

Restocking dilakukan secara swadaya maupun melalui bantuan Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu, dan organisasi lingkungan WWF. “Saat ini ada 49 induk siluk di Danau Empangau,” kata Agus, Ketua Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Perairan Desa Empangau dan Empangau Hilir, saat dihubungi pada Minggu (18/3). 

Untuk menjaga kemurnian genetis dan kualitas, induk siluk yang dilepasliarkan merupakan hasil pembesaran dari anakan asal Danau Empangau. Berdasarkan catatan pokmaswas setempat sedikitnya ada 628 anakan dipanen warga dari Danau Empangau dalam 11 kali musim panen siluk. 

Panen perdana siluk pasca-restocking terjadi pada 2004, yakni sebanyak 28 anakan. Sebanyak 27 anakan di antaranya diperoleh Abdul Jalil, 71. Kepala Adat Desa Empangau ini bak mendapat durian runtuh karena harga anakan siluk saat itu mencapai Rp7,5 juta seekor. “Saya pun bisa berangkat haji dari hasil menjual siluk tersebut,”.

Memberi Pakan Siluk

Aturan penangkapan    
Penangkapan saat panen siluk  diatur secara ketat. Hanya anakan berukuran panjang di bawah 5 sentimeter yang boleh ditangkap. Jika lebih, wajib dilepaskan kembali. Alat tangkap untuk memanen siluk pun hanya boleh berupa tangguk berdiameter tidak lebih dari 25 sentimeter. Ini untuk menjaga agar tidak ada siluk dewasa terjaring. 

Pemanenan siluk juga hanya boleh dilakukan pada saat musim menyiluk, yakni sekitar September hingga April. “Setiap hasil panen juga wajib dilaporkan ke pengelola danau (pokmaswas) supaya sama-sama enak, tidak sembunyi-sembunyi,” ujar Juhardi, 51, mantan Ketua Pokmaswas Perairan Desa Empangau dan Empangau Hilir.  

Aturan untuk melindungi populasi ikan endemik Kalimantan Barat ini juga diberlakukan di luar zona inti. Pemasangan pukat di zona ekonomi minimal berjarak 2 meter dari bibir danau sebelah barat, dan 25 meter di sebelah timur. Hal ini untuk melindungi wilayah perlintasan siluk. 

Pukat yang digunakan pun harus berlebar maksimal 4 meter dengan kerapatan mata jaring minimal 1,5 inci. Pukat beserta alat tangkap lainnya juga  wajib diangkat sebelum menjelang malam. “Walaupun ngumpulnya di zona inti, ada juga siluk yang berenang hingga ke zona lain,” pungkas Agus.

COMMENTS

Name

Beranda Negeri,34,Edukasi,12,Ekologi,54,Ekonomika,45,Inspirasi,34,Jelajah,20,Realitas,16,Riwayat,11,Tekno,11,Tradisi,59,
ltr
item
PeladangKata: Menyelamatkan Siluk Terakhir di Empangau
Menyelamatkan Siluk Terakhir di Empangau
https://2.bp.blogspot.com/-KdTUHW4dHIo/WODtiYjxRcI/AAAAAAAADJs/YEuiTDJftrw22DIXmtaJylakj2M6HFDaACEw/s200/Ekologi_Panen%2BSiluk.jpg
https://2.bp.blogspot.com/-KdTUHW4dHIo/WODtiYjxRcI/AAAAAAAADJs/YEuiTDJftrw22DIXmtaJylakj2M6HFDaACEw/s72-c/Ekologi_Panen%2BSiluk.jpg
PeladangKata
http://www.peladangkata.com/2017/04/menyelamatkan-siluk-terakhir-di-empangau.html
http://www.peladangkata.com/
http://www.peladangkata.com/
http://www.peladangkata.com/2017/04/menyelamatkan-siluk-terakhir-di-empangau.html
true
1600297275400218305
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy