Predator Pertama yang Terus Diburu

Kukang
DALAM bahasa lokal, kukang dikenal dengan nama malu-malu. Satwa yang aktif pada malam hari ini berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Mereka menjadi predator pertama dalam rantai makanan serta membantu penyerbukan dan penyebaran tumbuhan di alam. Kukang juga pengendali alamiah hama.

Di Indonesia, keberadaan satwa itu dilindungi Undang-Undang No 5/1999 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Berdasarkan Konvensi Internasional mengenai Perdagangan Satwa Liar (CITES), kukang juga masuk daftar satwa yang dilarang diperdagangkan dalam bentuk apa pun (apendiks I).

Walaupun begitu, populasi kukang di alam saat ini semakin terancam. Perdagangan untuk tujuan pemeliharaan menjadi faktor utama yang mendorong kepunahan mereka. (BACA: Si Mungil Bernasib Getir)

“Sekitar 30% kukang hasil perburuan mati saat dalam perjalanan menuju lokasi perdagangan (transaksi),” ungkap Risanti dari Pusat Penyelamatan dan Rehabilitasi Satwa YIARI Bogor saat dihubungi pada Jumat.

Menurut Risanti, kematian itu dipicu stres, dehidrasi, dan terluka akibat pengangkutan yang buruk. Ancaman kematian juga terjadi setelah di tangan pedagang atau penampung. Kukang bisa menderita infeksi mulut yang berujung pada kematian akibat pemotongan taring. “Rata-rata hanya mampu bertahan hidup selama enam bulan di pemeliharaan.”

Perilaku unik dan tubuh yang mungil membuat kukang menjadi incaran para pemelihara. Penjualan satwa ini kerap dilakukan secara terbuka, termasuk di media sosial. Harganya berkisar Rp350 ribu hingga Rp500 ribu per ekor. Perputaran uang dari bisnis gelap ini diperkirakan lebih dari Rp500 juta setahun.

Data Pusat Penyelamatan dan Rehabilitasi Satwa YIARI pada 2015 menyebut sekitar 200-250 kukang diperdagangkan di tujuh pasar di empat kota besar di Indonesia. Sementara itu, dari hasil pemantauan di dunia maya, terdapat 400 kukang dipelihara para pemilik media sosial.

YIARI juga menemukan sebanyak 625 kukang diperdagangkan di 50 grup jual-beli di Facebook pada 2016. Selain itu, terdapat sekitar 500 kiriman (unggahan) negatif mengenai satwa yang bergerak lamban ini di Instagram. “Konten negatif tersebut berupa foto atau video yang memamerkan kukang peliharaan, dan selfie (swafoto) bareng kukang,” jelas Risanti.

Berdasarkan penelusuran, lanjutnya, angka perburuan kukang sebenarnya jauh lebih besar daripada angka resmi. Jumlahnya bisa sekitar 30% lebih banyak jika dibandingkan dengan yang diperdagangkan atau dipelihara. Ini berarti ada lebih dari 1.500 kukang yang diambil paksa dari habitat alam selama 2015-2016. (Aries Munandar)

COMMENTS

Name

Beranda Negeri,34,Edukasi,12,Ekologi,55,Ekonomika,45,Inspirasi,34,Jelajah,20,Realitas,16,Riwayat,12,Tekno,11,Tradisi,58,
ltr
item
PeladangKata: Predator Pertama yang Terus Diburu
Predator Pertama yang Terus Diburu
https://3.bp.blogspot.com/-QxoAjMIbz04/WRniIMFnDfI/AAAAAAAADRM/DjuZFrn8c201gxbZ-1usi6A2s2fNhk6EwCLcB/s200/Ekologi_Kukang_2.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-QxoAjMIbz04/WRniIMFnDfI/AAAAAAAADRM/DjuZFrn8c201gxbZ-1usi6A2s2fNhk6EwCLcB/s72-c/Ekologi_Kukang_2.jpg
PeladangKata
http://www.peladangkata.com/2017/05/predator-pertama-yang-terus-diburu.html
http://www.peladangkata.com/
http://www.peladangkata.com/
http://www.peladangkata.com/2017/05/predator-pertama-yang-terus-diburu.html
true
1600297275400218305
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy