Keselamatan untuk Tamu Keberkatan buat Penghuni

Bedarak Nyambut Temuai Datai di Rumah Panjai
Aura negatif atau anasir jahat yang mungkin menyertai dan mengganggu selama di perjalanan diharapkan dapat sirna dengan ritual adat.

ARIES MUNANDAR

SEEKOR ayam diayun-ayunkan Manca,70, di atas hamparan sesaji. Mulutnya terus berkomat-kamit melantunkan mantera. Ayam betina cokelat itu diserahkan kepada rekan yang bersila di sampingnya. Lelaku serupa pun berlanjut hingga ayam tersebut disembelih untuk diambil darahnya sebagai pelengkap ritual. 

Manca menjadi salah satu pemimpin prosesi penyambutan tamu dalam adat Dayak Iban. Ritual ini berlangsung di rumah panjai di Dusun Kelayam, Desa Menua Sadap, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, Selasa (23/5). Rumah panjai ialah sebutan untuk rumah panjang atau betang dalam bahasa Iban.

Bedarak Nyambut Temuai Datai, demikian nama ritual yang mempersembahkan sesaji kepada penguasa alam gaib tersebut. Sesajinya berupa lemang, tumpi, rendai, dan telur ayam serta rokok daun, sirih-pinang dan tuak. Tumpi merupakan penganan sejenis lempeng dari ketan. Rendai dibuat dari ketan yang disangrai hingga menyerupai popcorn.

Setiap bahan sesaji ditempatkan pada piring beling dan disusun berderet sesuai dengan jenis masing-masing. Setiap deret terdiri atas tujuh piring berisi bahan sesaji serupa. Seusai dengan pembacaan mantera, sejumput dari setiap jenis sesaji tersebut dibungkus dengan pelepah pinang untuk diletakkan di muka tangga rumah panjai.

Satu per satu tamu dipersilakan menaiki rumah itu melalui tangga di pintu masuk. Sebelum menapaki anak tangga pertama, setiap tamu wajib menginjak bahan sesaji berbungkus pelepah pinang yang menyimbolkan sebuah kekuatan spiritual. “Ini untuk pengeras semangat. Makanya, disertakan sepotong besi di dalamnya, kata Novi Irwandi Lagi, 52, Tuai Rumah, sebutan untuk pemimpin rumah panjai.

Berharap berkat
Bedarak Nyambut Temuai Datai digelar untuk memohon perlindungan terhadap para tamu. Aura negatif atau anasir jahat yang mungkin menyertai dan mengganggu selama di perjalanan diharapkan sirna dengan ritual tersebut. Oleh karena itu, sesaji pun dipersembahkan kepada arwah para leluhur untuk membantu mengusir roh jahat.

“Jadi, semuanya (halangan dan gangguan) habis di situ. Dibuang melalui ritual adat,” jelas Novi.

Bedarak Nyambut Temuai Datai dibagi dalam dua rangkaian ritual, yakni saat sebelum dan sesudah memasuki rumah panjai. Prosesi dan jenis sesajinya tidak jauh berbeda, tapi ritual kedua lebih singkat dan sesajinya lebih banyak. Ritual kedua bertujuan memohon keberkatan bagi para tamu maupun penghuni rumah panjai. “Agar pulangnya nanti juga selamat, dan yang ditinggalkan (penghuni rumah panjai) dilimpahi rezeki,” lanjut Novi.

Mantan Kepala Desa Menua Sadap tersebut mengibaratkan ritual pertama sebagai upaya membuang atau menolak, sedangkan ritual kedua ialah penerimaan. Makna kata tersebut bertolak belakang, tapi berkaitan. Disebut membuang karena ritual pertama membersihkan dari hal negatif, sedangkan ritual kedua menerima segala kebaikan.

Bedarak Nyambut Temuai Datai juga dirangkai dengan tarian yang disuguhkan muda-mudi Iban. Tarian tersebut dipersembahkan di antara ritual pertama dan kedua. Para penari menghampiri tetamu yang memasuki rumah panjai, dan mengajak serta mengiringi mereka menyusuri ruai.

Tarian penuh semangat tersebut diiringi musik dari tabuhan gong, kendang, dan gamelan. Para pemusik juga ikut mendampingi tetamu mengitari ruai yang merupakan ruang utama di rumah panjai. Tarian penyambutan ini melengkapi ungkapan kesediaan dan penghormatan penghuni rumah panjai terhadap kedatangan para tamu.

Bedarak Nyambut Temuai Datai di Rumah Panjai

Destinasi wisata
Rumah panjai di Dusun Kelayam membentang sekitar 210 meter ke samping. Bangunan ini terdiri atas 25 bilik sebagai hunian keluarga. Setiap bilik berukuran lebar sekitar 5 meter dengan panjang bervariasi, yakni 10-15 meter. Beberapa bilik ada yang dibangun bertingkat atau dua lantai dan dihuni lebih dari satu keluarga.

Rumah itu relatif baru karena didirikan pada 2002. Ia dibangun untuk menggantikan rumah panjai sebelumnya yang dianggap sudah tidak layak untuk dihuni. Rumah panjai lama terakhir dipimpin Manca sebagai tuai rumah. Lokasinya berseberangan dengan sungai dan bangunan saat ini. (BACAPetunjuk Spiritual dalam Semangkuk Air)

Warga Iban di Kelayam merupakan generasi keempat yang mendiami Desa Menua Sadap. Leluhur mereka berasal dari perhuluan Sungai Besar di Serawak, Malaysia. Menua Sadap sebelumnya merupakan wilayah kekuasaan Dayak Tamambaloh dan diserahkan secara damai kepada Dayak Iban lebih dari seabad lalu. “Mereka meminta wilayah ini kepada pemimpin suku Tamambaloh. Permintaan itu disetujui dengan syarat orang Iban bisa bekerja sama dan saling membantu dengan orang Tamambaloh,” Kata Patih atau Ketua Adat Menua Sadap, Impen, 60.

Walaupun baru dan relatif modern, rumah panjai Kelayam tetap mempertahankan corak dan bentuk asli. Begitu pula beragam tradisi dan budaya leluhur, yang masih dilestarikan para penghuni. Selain penyambutan tamu dan ritual adat lainnya, mereka mengembangkan tradisi menenun dengan pewarna alami. (BACA: Sakralitas Tenunan Berwarna Alami

Kehidupan dan berbagai atraksi budaya di rumah panjai ini menjadi satu di antara objek wisata andalan di Kapuas Hulu. Keberadaannya juga sekaligus memperkuat posisi Menua Sadap yang telah ditetapkan sebagai desa wisata pada 2012. “Pengembangan pariwisata ikut memperkuat pelestarian budaya,” kata Direktur Komunitas Pariwisata Kapuas Hulu (Kompakh) L Radin.

COMMENTS

Name

Beranda Negeri,34,Edukasi,12,Ekologi,55,Ekonomika,45,Inspirasi,34,Jelajah,20,Realitas,16,Riwayat,12,Tekno,11,Tradisi,58,
ltr
item
PeladangKata: Keselamatan untuk Tamu Keberkatan buat Penghuni
Keselamatan untuk Tamu Keberkatan buat Penghuni
https://2.bp.blogspot.com/-6t0jvROqXIM/WTWVKlpKr2I/AAAAAAAADSg/qL4s86wHQisO1jjPTIcwQVrgxZ9PxfTvACLcB/s200/Tradisi_Bedarak_1.jpg
https://2.bp.blogspot.com/-6t0jvROqXIM/WTWVKlpKr2I/AAAAAAAADSg/qL4s86wHQisO1jjPTIcwQVrgxZ9PxfTvACLcB/s72-c/Tradisi_Bedarak_1.jpg
PeladangKata
http://www.peladangkata.com/2017/06/keselamatan-untuk-tamu-keberkatan-buat.html
http://www.peladangkata.com/
http://www.peladangkata.com/
http://www.peladangkata.com/2017/06/keselamatan-untuk-tamu-keberkatan-buat.html
true
1600297275400218305
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy