Kekuatan Baru Menghadapi Tsunami Informasi

Media Alternatif
REVOLUSI teknologi informasi menginspirasi Anton Muhajir untuk mendirikan portal berita. Dia memilih jurnalisme warga sebagai corak atau platform untuk media barunya, BaleBengong.id. Anton menilai media massa masih sangat kurang memberi ruang bagi warga untuk bersuara.

Saat BaleBengong didirikan pada 10 tahun silam, pengguna dunia maya tengah menggandrungi webblog. Begitu pula di Bali, daerah tempat tinggal Anton. Tren ini pula yang turut memantik idenya untuk menciptakan kanal yang memproduksi berita di dunia maya. Beberapa blogger pun diajaknya untuk mengelola dan membesarkan BaleBengong sebagai media alternatif.

Mengikuti perkembangan zaman juga menjadi alasan Syam Terrajana membangun portal DeGorontalo pada 2014. Media daring dinilai lebih praktis dan efisien serta efektif dalam menjangkau audiens atau pembaca. Media berbasis di Gorontalo ini juga mengandalkan pewarta warga sebagai alternatif pemasok informasi.

Portal seperti BaleBengong, dan DeGorontalo sering pula disebut sebagai media alternatif atau independen. Mereka dikelola secara perorangan atau kelompok maupun perkumpulan atau lembaga nonprofit lainnya. Keberadaan mereka mirip indie label pada dunia rekaman atau underground dan alternatif dalam genre bermusik.

Syam melalui pesan instan seluler menyebut DeGorontalo.co diluncurkan sebagai bentuk perlawanan terhadap hegemoni media arus utama. Meskipun media lokal bertebaran di Gorantalo, kebanyakan mereka bermain di isu insidentil dan kerap mengabaikan konteks permasalahan. Begitu pula koresponden media nasional, kebanyakan dipaksa melihat isu lokal berdasarkan kacamata atau perspektif Jakarta.

Keberadaan media alternatif seperti mereka saat ini terus bermunculan di jagat maya. Beberapa di antaranya digagas dan dikelola oleh anggota Aliansi Jurnalis Independen (AJI). Mereka tersebar di berbagai kota di Sumatera, Kalimantan, Jawa, Bali, Sulawesi hingga Papua. Berdasarkan catatan penulis sedikitnya ada 20 media alternatif yang aktif dan dikelola oleh anggota AJI.

Perkembangan dan corak setiap media alternatif tersebut relatif beragam. Namun, rata-rata mengusung isu lokal dengan pengayaan konten dan konteks. Informasi itu diperoleh, diolah, dan dipublikasikan sesuai ragam, prinsip, dan standar jurnalistik.

Anton melalui surat elektroniknya memastikan BaleBengong selalu mengedepankan profesionalisme dan integritas dalam berkarya. Mereka sejak awal selalu mengaungkan prinsip kejujuran dalam bermedia. Media menurut Anton boleh saja berpihak asal menyatakan keberpihakan itu secara terbuka.

BaleBengong juga mewajibkan kontributor mereka mencantumkan identitas dalam setiap tulisan. Model by line tersebut merupakan salah bentuk pertanggungjawaban penulis dalam berkarya.

Peranan media alternatif
Peranan media alternatif juga tidak bisa dianggap enteng. Mereka pun turut membangun demokrasi politik, ekonomi dan alat kontrol serta perubahan sosial. DeGorontalo, misalnya banyak memproduksi berita penangkal hoax atau berita palsu, juga berita yang tidak menempatkan konteks secara benar. Beberapa pihak pun mengaku tertolong berkat konten DeGorontalo.

Pembaca DeGorontalo pernah tembus hingga 10 ribu orang padahal mereka hanya mengandalkan satu artikel terbit setiap hari. Pembaca terbanyak DeGorontalo saat ini berasal dari Jakarta, Makassar, dan Gorontalo. Akses keterbacaan mereka juga merambah India, Jepang, Amerika Serikat, dan Australia.

Tidak hanya DeGorontalo, berbagai isu yang diangkat oleh BaleBengong juga menarik perhatian warga. Seperti tradisi pernikahan di Bali yang mengharuskan lelaki mengikuti atau berdiam di rumah pihak perempuan. Isu ini mengundang perdebatan di kalangan pengunjung BaleBengong

BaleBengong juga getol mengampanyekan penolakan terhadap reklamasi Teluk Benoa melalui sejumlah artikel. Inilah yang dimaksud Anton sebagai bentuk keberpihakan media secara terbuka. Keberpihakan terhadap kepentingan publik dan hak masyarakat atas masa depan lingkungan yang berkwalitas.     

Fungsi media sebagai alat kontrol dan perubahan sosial juga dimainkan oleh Sudutruang.com, media alternatif di Bengkulu. Mereka kerap mengkritisi aktivitas dan rencana pembangunan yang merusak lingkungan dan tidak berpihak kepada masyarakat adat. Ada juga Jurnalistravel.com di Padang, dan Peladangkata.com di Pontianak yang kerap menyuarakan isu toleransi, keberagaman, dan kearifan lokal. 

Selain di dunia maya, beberapa pegiat media alternatif membangun gerakan literasi melalui pelatihan kepenulisan. Pelatihan ini melahirkan beberapa penulis yang aktif sebagai pewarta warga dan menjadi kontributor di media alternatif.

Para pengelola juga memanfaatkan perkembangan media sosial untuk berinteraksi dan berdiskusi serta bertukar informasi dengan pembaca. BaleBengong saat ini memiliki lebih dari 95 ribu pengikut di twitter, dan sekitar 3.300 pengikut di Instagram. Sementara itu, Facebook Fans Page mereka disukai oleh 4.000 lebih akun.

Integritas dan independensi yang dibangun media alternatif ini pun sejalan dengan prestasi mereka. Sederet penghargaan di tingkat lokal, nasional hingga internasional, misalnya diraih oleh BaleBengong karena kontribusi mereka dalam mengembangkan jurnalisme warga. Media ini bahkan dianggap sebagai referensi utama gerakan media alternatif atau jurnalisme warga di Tanah Air.

Penghargaan juga diraih oleh DeGorontalo dan JurnalisTravel di bidang jurnalistik. Seorang jurnalis DeGorontalo memenangi sebuah lomba penulisan dan foto bertemakan lingkungan di tingkat nasional pada 2015. Sementara itu, JurnalisTravel meraih Juara I Anugerah Karya Jurnalistik Isu Keberagaman 2017.
     
Keberadaan media alternatif bisa menjadi kekuatan baru di tengah tsunami informasi di dunia maya. Mereka mengembangkan genre slow journalism yang mengutamakan pengayaan konten dan perspektif serta kedalaman akurasi, yang sulit didapat pada media daring arus utama karena mengutamakan kecepatan.

Tulisan-tulisan di media alternatif lebih mengajak pembaca untuk berolah rasa dan berolah pikir tanpa bermaksud menggurui. Mereka tidak menjejali pembaca dengan judul bombastis dan berita sensasional hanya demi mengejar rating, klik atau trafficBukan pula mengharap banyak orang ikut menyebarkan sehingga menjadi viral, apalagi memohon diaminkan! (Aries Munandar)


* Artikel Opini ini ditulis sebagai satu di antara prasyarat mengikuti Uji Kompetensi Jurnalis (UKJ), Pontianak, 4-6 Agustus 2017. 

COMMENTS

Name

Beranda Negeri,34,Edukasi,12,Ekologi,54,Ekonomika,45,Inspirasi,34,Jelajah,20,Realitas,16,Riwayat,11,Tekno,11,Tradisi,59,
ltr
item
PeladangKata: Kekuatan Baru Menghadapi Tsunami Informasi
Kekuatan Baru Menghadapi Tsunami Informasi
https://1.bp.blogspot.com/-xzS5xmD8_LY/WdihU7-O05I/AAAAAAAADng/T6WHUDoLOYg-CBjtRJP3Uwvo5VYy89RRQCLcBGAs/s200/Jaringan.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-xzS5xmD8_LY/WdihU7-O05I/AAAAAAAADng/T6WHUDoLOYg-CBjtRJP3Uwvo5VYy89RRQCLcBGAs/s72-c/Jaringan.jpg
PeladangKata
http://www.peladangkata.com/2017/10/kekuatan-baru-menghadapi-tsunami.html
http://www.peladangkata.com/
http://www.peladangkata.com/
http://www.peladangkata.com/2017/10/kekuatan-baru-menghadapi-tsunami.html
true
1600297275400218305
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy