Menghentikan Pembantaian Penyu di Sambas

Konservasi Penyu di Paloh
PERISTIWA tragis kembali harus disaksikan Hermanto saat bertugas. Pagi itu ia menemukan lagi penyu yang mati dengan kondisi terbelit tali pancing dan perut tersayat. Hermanto pun nyaris tidak kuasa membendung emosi saat melihat itu. “Saya tidak tega. Rasa mau menangis melihatnya,” akunya soal kejadian pada Jumat (22/9).

Anggota sebuah kelompok masyarakat pengawas (pokmaswas) bernama Kambau Borneo itu menemukan penyu tersebut di Pantai Paloh, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Kambau Borneo menjadi mitra WWF-Indonesia dalam pelestarian penyu di Paloh.

Penyu yang ditemukan Hermanto diduga mati karena dibantai pemburu. Mereka tidak sabar menunggu telur keluar sehingga membunuh dan membelah induk penyu. Satwa langka dan dilindungi itu sempat tersangkut kail sebelum akhirnya dibunuh.

“Padahal, penyu itu belum bisa bertelur karena belum dewasa,” kata Dwi Suprapti, yang mengidentifikasi penyebab kematian penyu tersebut.

Kejadian seperti ini bukan baru pertama di Paloh. Sepekan sebelumnya, seekor penyu juga ditemukan dalam kondisi serupa. Temuan ini pertama kali terpantau oleh tim WWF Indonesia ketika mengobservasi kondisi Pantai Paloh melalui wahana tanpa awak (drone). Penyu tersebut pun diduga menjadi korban pembantaian para pemburu telur
.
“Kejadiannya terus berulang sampai saat ini. Rata-rata ada enam hingga tujuh kasus dalam setahun,” ungkap Hermanto, yang karib disapa Pak Tam.

Penjarahan dan penyelundupan
Pantai sepanjang 63 kilometer di pesisir Paloh merupakan habitat pendaratan terbesar penyu di Kalimantan Barat. Sekitar 50 penyu betina mendarat dan bertelur setiap malam selama Mei-Juli yang merupakan puncak musim peneluran.

Setiap induk penyu mampu bertelur sebanyak 7-8 kali dalam satu siklus dengan interval waktu sekitar dua minggu. Sekali bertelur, seekor penyu bisa mengeluarkan 114 butir. Walaupun begitu, tidak semua telur bisa menetas dan menghasilkan anak penyu alias tukik.

Pencurian telur menjadi ancaman terbesar bagi regenerasi penyu di Paloh. Selain membedah induk penyu, para pemburu masih mengincar telur lain yang dierami di sarang. Mereka pun membongkar bekas lubang pasir yang telah ditimbun kembali oleh penyu selepas bertelur.

Aksi pembunuhan dan penjarahan semakin marak saat musim penyu bertelur. Telur penyu diincar para pemburu untuk diperjualbelikan di pasaran lokal bahkan diselundupkan ke Malaysia. Di Malaysia sebutir telur penyu bisa mencapai 2-3 kali lipat dari harga lokal.

“Sebelum 2010 hampir seluruh telur penyu di Pantai Paloh dijarah. Kasus tersebut ditekan hingga 70% sejak delapan tahun terakhir berkat pengawasan yang melibatkan masyarakat,” jelas Dwi yang juga koordinator Konservasi Spesies Laut WWF-Indonesia.

Upaya pengawasan tersebut membuat pemburu telur tidak lagi leluasa beraksi. Celakanya, para pemburu justru memilih jalan pintas yang sadis, yakni membedah perut induk penyu untuk direngut telurnya. 

Selain menghindari petugas, mereka melakukan itu untuk menghindari intaian dari sesama pemburu. Ada semacam aturan tidak tertulis bahwa setiap pemburu wajib membagi hasil buruan mereka kepada pemburu lain yang singgah atau berada di lokasi.

Konservasi Penyu di Paloh

Perlindungan kawasan
Personel WWF dan Kambau Borneo kerap harus kucing-kucingan dengan pemburu. Wilayah utama pengawasan yang membentang sepanjang 19,3 kilometer tidak sepadan dengan jumlah personel. Mereka hanya memiliki sekitar tiga petugas yang secara bergantian mengawasi lokasi pendaratan penyu dari awal malam hingga pagi.

“Awalnya (pengawasan) melibatkan 26 anggota Kambau Borneo secara bergantian. Belakangan hanya tiga anggota yang bisa dilibatkan karena keterbatasan dana operasional,” ungkap Dwi yang lama bertugas di Paloh.

Tidak hanya populasi, habitat penyu di kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia ini juga terancam. Beberapa lokasi pendaratan mereka mulai tergerus oleh aktivitas konversi lahan untuk pengembangan wilayah. Klaim kepemilikan pribadi pun bermunculan sehingga lahan rentan diperjualbelikan atau beralih tangan ke investor.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat kemudian mengeluarkan kebijakan untuk melindungi kawasan tersebut. Melalui Surat Keputusan (SK) Nomor 193/DKP/2017, Gubernur Kalimantan Barat Cornelis mencadangkan sekitar 105.252 hektare lahan di pesisir beserta pulau-pulau kecil di Paloh sebagai kawasan konservasi.

Direktur WWF-Indonesia Program Kalimantan Barat Albertus Tjiu menilai habitat penyu di Paloh belum sepenuhnya aman. Hal itu disebabkan kawasan konservasi tersebut hanya mencakup pulau-pulau kecil dan wilayah perairan hingga pesisir sejauh 130 meter dari bibir pantai.

“Ada kawasan hutan di daratan Paloh yang belum terlindungi. Statusnya masih hutan produksi dan hutan produksi terbatas,” ujarnya.

Albertus khawatir suatu saat kawasan penyangga itu dikonversi sehingga berdampak terhadap habitat penyu dan ekosistem perairan. Dia berharap Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menjadikan kawasan yang juga sebagai sumber air bersih bagi warga tersebut sebagai area konservasi. (Aries Munandar)

COMMENTS

Name

Beranda Negeri,34,Edukasi,12,Ekologi,55,Ekonomika,45,Inspirasi,34,Jelajah,20,Realitas,16,Riwayat,12,Tekno,11,Tradisi,58,
ltr
item
PeladangKata: Menghentikan Pembantaian Penyu di Sambas
Menghentikan Pembantaian Penyu di Sambas
https://1.bp.blogspot.com/-0zWJtEajm5Y/WeI6SmP01sI/AAAAAAAADn8/oNHKjH_l784LZ2YcEi3pILFXNNYMnRVYACLcBGAs/s200/Ekologi_Menghentikan%2BPembantaian%2BPenyu_1.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-0zWJtEajm5Y/WeI6SmP01sI/AAAAAAAADn8/oNHKjH_l784LZ2YcEi3pILFXNNYMnRVYACLcBGAs/s72-c/Ekologi_Menghentikan%2BPembantaian%2BPenyu_1.jpg
PeladangKata
http://www.peladangkata.com/2017/10/menghentikan-pembantaian-penyu-di-sambas.html
http://www.peladangkata.com/
http://www.peladangkata.com/
http://www.peladangkata.com/2017/10/menghentikan-pembantaian-penyu-di-sambas.html
true
1600297275400218305
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy