Membangun Kebun Mandiri yang Lestari

Kelapa Sawit Mandiri
SEORANG pekerja ditegur Suratno Warsito karena memanen kelapa sawit mengkal. Tandan buah segar yang baru saja diangkutnya masih dipenuhi berondolan berwarna kuning pucat sehingga belum layak dipanen. Suratno mengingatkan pekerja tersebut agar tidak mengulangi perbuatannya.
  
“Buah seperti ini harus dimusnahkan karena bisa memengaruhi kualitas CPO (minyak sawit mentah),” jelasnya.

Suratno ialah Ketua Koperasi Produksi Rimba Harapan. Dia pada sore itu, Selasa (19/12) tengah memantau kebun kelapa sawit di Desa Merarai I, Kecamatan Sungai Tebelian, Sintang, Kalimantan Barat. Kebun tersebut merupakan bekas plasma binaan perusahaan kelapa sawit setempat yang bergabung ke Rimba Harapan.

Rimba Harapan memberlakukan sistem pengawasan mutu internal secara ketat kepada setiap anggota. Mulai pembukaan lahan, penanaman dan perawatan tanaman hingga panen dan pascapanen. Petani atau pemilik kebun, misalnya harus menerapkan pemupukan berimbang dengan mengutamakan penggunaan bahan organik. 

Mereka juga wajib menerapkan teknik tanpa olah tanah dan tanpa bakar pada saat membuka lahan. Selain itu, petani dilarang membuka lahan di kawasan hutan lindung. “Ada anggota yang dikeluarkan (dipecat) karena melanggar aturan,” ungkap Suratno, yang karib disapa Ratno.                               

Mengembangkan model perkebunan kelapa sawit ramah lingkungan menjadi komitmen awal pembentukkan Rimba Harapan. Mereka ingin menyelaraskan kebutuhan ekonomi dengan daya dukung lingkungan sehingga keseimbangan ekosistem tetap terjaga. 

Pioner sawit lestari
Koperasi Rimba Harapan didirikan pada 2013 dengan 30 petani sebagai anggota awal. Keanggotaan mereka berkembang hingga menjadi 161 petani dengan total luas lahan sekitar 600 hektare, saat ini. Sebagian besar anggota berasal dari Kecamatan Tebelian dan Tempunak.

Anggota Koperasi Rimba Harapan merupakan petani kelapa sawit mandiri, baik swadaya maupun eks petani plasma. Petani swadaya membangun dan menjalankan usaha dengan modal sendiri. Sedangkan, eks plasma dibantu oleh perusahaan perkebunan sewaktu mereka masih bermitra.

“Eks plasma sebenarnya lebih mudah (berkembang). Tanaman sudah besar dan tumbuh dengan baik karena bibitnya dari perusahaan. Tinggal bergantung merawatnya,” ujar Ratno. 

Walaupun begitu, tidak ada perlakuan khusus bagi petani eks plasma. Mereka tetap harus patuh dengan aturan koperasi. Eks plasma, sebagaimana anggota lain juga melaporkan setiap aktivitas usaha mereka ke pengurus. Pelaporan berkala ini menjadi bagian dari mekanisme penilaian terhadap tingkat kepatuhan anggota.

Rimba Harapan menjadi koperasi petani satu-satunya yang mengembangkan kelapa sawit lestari di Sintang. Lembaga dampingan WWF-Indonesia ini kini tengah bersiap meraih sertifikat ramah lingkungan dari Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO). Untuk selanjutnya membidik sertifikat internasional, Roundtable Sustainable Palm Oil (RSPO).    

Proyek percontohan
Petani kelapa sawit lestari dipastikan bakal banyak bermunculan lagi di Sintang. Mereka mengadopsi praktik yang diterapkan Rimba Harapan melalui program Kemitraan Pertumbuhan Baik (GGP). Program tersebut merupakan kolaborasi WWF-Indonesia dengan Pemerintah Kabupaten Sintang.    

“Rimba Harapan menjadi tempat belajar (percontohan). Jadi, harapan kami dinas terkait dan LSM lain juga turut melakukan pendampingan,” kata Direktur Kebijakan Keberlanjutan dan Transformasi WWF-Indonesia Aditya Bayunanda, seusai peluncuran GGP di Sintang, Selasa (19/12).

GGP bertujuan memprakondisikan komitmen para pihak terhadap pembangunan berkelanjutan. Komitmen itu, di antaranya menegakkan aturan guna memastikan peruntukan tata ruang perkebunan sesuai dengan kondisi di lapangan.

“Pola penanaman juga harus ramah lingkungan. Misalnya, tidak membakar lahan dan menanami habis semua areal hingga ke riparian sungai,” lanjut Bayu. 

GGP disponsori Program Pembangunan PBB (UNDP) melalui skema penekanan deforestasi dari produksi komoditas berkelanjutan. Ini menjadi pengalaman baru bagi UNDP dalam mengurusi persoalan komoditas perkebunan di Indonesia. Selama ini mereka lebih sering mengeluti isu kemiskinan.

“Kami sudah memulainya di Kosta Rika dan Peru. Kami melihat pembangunan perkebunan bisa mengurangi kemiskinan karena komoditasnya berorientasi ekspor,” kata Pisca Tias dari UNDP. 

Sintang dipilih sebagai lokasi proyek karena menjadi salah satu sentra kelapa sawit di Kalimantan Barat. Tercatat ada sekitar 580 ribu hektare konsesi kelapa sawit di kabupaten ini, dan sekitar 177 ribu, di antaranya telah ditanami. GGP juga digulirkan selama tiga tahun di Sumatera Utara, Sumatera Selatan, dan Riau.    

Bupati Sintang Jarot Winarno mengakui pembangunan perkebunan berdampak besar terhadap persoalan lingkungan, apalagi yang tidak dikelola secara lestari. Untuk itu, mereka mendorong perusahaan menerapkan prinsip-prinsip berkelanjutan. Begitu pula terhadap perkebunan mandiri, yang luasnya sekitar 2.049 hektare di Sintang. 

“Sekitar 40% produksi kelapa sawit dunia dipasok dari small holder, sehingga mereka juga penting menerapkan prinsip kelestarian,” tegasnya. (Aries Munandar)

COMMENTS

Name

Beranda Negeri,34,Edukasi,12,Ekologi,55,Ekonomika,47,Inspirasi,34,Jelajah,23,Realitas,17,Riwayat,12,Tekno,11,Tradisi,60,
ltr
item
PeladangKata: Membangun Kebun Mandiri yang Lestari
Membangun Kebun Mandiri yang Lestari
https://2.bp.blogspot.com/-4B5aQ6z5EgU/Wn39FmW1AgI/AAAAAAAADxI/7C163QTcdz8IaGHK4LjMcV4rQmSzbe88QCLcBGAs/s200/Ekonomika_Sawit%2BLestari.JPG
https://2.bp.blogspot.com/-4B5aQ6z5EgU/Wn39FmW1AgI/AAAAAAAADxI/7C163QTcdz8IaGHK4LjMcV4rQmSzbe88QCLcBGAs/s72-c/Ekonomika_Sawit%2BLestari.JPG
PeladangKata
http://www.peladangkata.com/2018/02/membangun-kebun-mandiri-yang-lestari.html
http://www.peladangkata.com/
http://www.peladangkata.com/
http://www.peladangkata.com/2018/02/membangun-kebun-mandiri-yang-lestari.html
true
1600297275400218305
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy