Srikandi Perawat Trah Leluhur

Parade Tatung Cap Go Meh Singkawang
Para perempuan muda mengabdikan diri menjadi tatung, untuk memenuhi panggilan suci dewa dan dewi. Tatung dianggap sebagai sosok alim dan menjadi anutan.
.
ARIES MUNANDAR

TUBUH Chia Su Sian mendadak gemetaran. Tatapannya kosong dan mendelik hingga bola matanya nyaris tidak kelihatan. Sekejap kemudian dia meliuk seperti menari. Gerakannya gemulai dengan pandangan dan posisi tangan menjura ke langit. Su Sian larut dalam suasananya.

Perempuan muda itu baru tersentak setelah pengiring menepuk-nepuk punggungnya sembari membisikan nama. Su Sian pun kembali gemetaran sesaat sebelum siuman. Dia seperti bangkit dari tidur dan perlahan mencoba menguasai keadaan. Ibu beranak dua ini pun kemudian melebur bersama keramaian di sekelilingnya.

Su Sian karib di sapa Ivie. Dia salah seorang tatung yang berparade pada perayaan Tahun Baru Imlek dan Cap Go Meh di Singkawang, awal Maret. Lalu mereka berkeliling kota sembari memamerkan beragam aksi kekebalan tubuh. Duduk dan berdiri di tandu beralaskan senjata tajam hingga menusuk tubuh dengan benda tajam lainnya. 

Ivie baru empat hari menjadi tatung. Dia masih harus beradaptasi dengan roh dewa dan dewi yang silih berganti merasuki raganya. Sesaat ia kerasukan dan sekejap kemudian siuman, begitu seterusnya. Kondisi itu hanya berjeda sekitar 10-15 menit. Ivie pun tidak lupa menjura sembari berdoa ke altar di tandu sesaat dan setelah kerasukan.

“Saat dewa atau dewi mau masuk tubuh terasa tidak enak, seperti merinding, pusing, dan serasa melayang. Setelah itu, saya tidak ingat apa-apa lagi,” kata Ivie, di sela-sela parade tatung di Singkawang, Kalimantan Barat, Jumat (2/3) lalu. 

Masa kerasukan memang relatif tidak lama, tetapi bagi Ivie sangat menguras energi. Dia seakan habis berkelana dari tempat jauh. Tubuhnya lemas dan wajah berkeringat. Berparade di bawah terik matahari dengan kondisi nyaris berdesakan semakin menguras staminanya.

Karena baru, penampilan Ivie berbeda dengan tatung lain saat berparade. Dia tidak berbusana ala dewa-dewi, panglima perang atau pakaian kebesaran lain, sesuai ruh yang merasuki. Ivie hanya membalut tubuhnya dengan busana kasual, jins biru dipadu kaus berkerah dan manset hitam. “Bajunya belum bikin karena baru jadi tatung.”

Keluarga tatung
Walaupun terbilang langka, Ivie bukan perempuan satu-satunya yang menjadi tatung. Di keluarganya saja, ada 7 dari 14 saudara yang menjadi tatung, dan 4 di antaranya perempuan. Mereka lebih duluan menjadi tatung ketimbang Ivie. Trah tatung menitis ke Ivie bersaudara dari leluhur melalui Chi Sun Kong, 77, ayah mereka.

Ivie yang pernah menetap di Hong Kong ini awalnya menolak menjadi tatung karena malu. Namun, dia akhirnya tidak kuasa menolak. Ada konsekuensi berat yang harus ditanggung apabila mengabaikan panggilan suci tersebut. Itu diungkapkan Sun Kong sewaktu Ivie mengutarakan keberatannya. “Ini yang masuk roh baik. Kalau ditolak, nanti masuk malah yang jahat,” kata Ivie menirukan pesan ayahnya yang juga tatung.

Trah leluhur itu pula yang membuat Su Cin, Kakak Ivie, tetap menjadi tatung walaupun menetap di Hong Kong. Begitu pun Su San, adik bungsu mereka yang bermukim di Singapura. Su Cin dan Su San selalu pulang kampung untuk melakoni tradisi pada perayaan Cap Go Meh tersebut.

“Mereka juga punya pekong (altar persembahyangan) di sana untuk memuja leluhur dan dewa,” ujar Chia Fui Chu, 44, kakak Ivie lainnya yang juga seorang tatung.

Keseharian para tatung tidak berbeda dengan warga lain. Tidak ada pula lelaku atau kewajiban khusus yang harus dijalani. Mereka hanya diminta menjaga sikap dan perilaku karena tatung dianggap sebagai sosok alim dan menjadi anutan. Warga biasa mengonsultasikan berbagai permasalahan kepada tatung kepercayaan mereka.

“Kalau itu, bapak yang sering lakukan. Dia tatung yang bisa mengobati berbagai penyakit,” jelas Fui Chu.

Fui Chu bersaudara menjadi tatung hanya di waktu tertentu. Mereka menjelma pada saat ulang tahun dewa dan kelenteng, selain perayaan Cap Go Meh. Kelenteng keluarga ini berada di halaman depan kediaman mereka di Jalan Pulau Belitung, Singkawang Barat.

Parade Cap Go Meh yang menjadi puncak perayaan Tahun Baru Imlek di Singkawang diikuti sebanyak 1.129 tatung. Museum Rekor Indonesia (Muri) pun mendaulatnya sebagai parade dengan tatung terbanyak di Tanah Air.

Penampilan tatung perempuan cenderung tidak seatraktif tatung lelaki saat berparade. Busana yang dikenakan pun didominasi warna lembut, seperti merah muda dan putih. Walaupun begitu, kemahiran mereka tidak kalah dengan tatung lain. Menembuskan besi tajam ke pipi menjadi satu di antara atraksi andalan mereka.

“Tingkah tatung bergantung yang merasukinya. Dewa itu juga seperti manusia, punya sifat dan perilaku tertentu,” jelas Bong Khin Jung, alias Ajung, 66.

Ajung termasuk tatung senior di Singkawang. Dia telah malang-melintang hingga beberapa daerah di luar wilayah Kalimantan Barat. “Kekebalan tubuh itu semacam pengikat supaya saat kerasukan tidak ditinggal pergi dewa,” kata Ajung menjelaskan makna atraksi tatung.

Ajung juga berkeluarga tatung. Sebanyak 10 dari 13 anaknya menjadi tatung, dan 5 di antaranya perempuan. Dia pun meyakinkan tidak ada perlakuan khusus atau perbedaan untuk tatung perempuan saat beraksi. “Hanya pakaiannya dijaga. Jangan (tampil) seksi dan mengenakan rok, tetapi celana panjang dengan (dalaman) pop,” pungkasnya. 

COMMENTS

Name

Beranda Negeri,34,Edukasi,12,Ekologi,55,Ekonomika,47,Inspirasi,34,Jelajah,23,Realitas,17,Riwayat,12,Tekno,11,Tradisi,60,
ltr
item
PeladangKata: Srikandi Perawat Trah Leluhur
Srikandi Perawat Trah Leluhur
https://4.bp.blogspot.com/-60MeWsc6cLw/WsUYyfLbn7I/AAAAAAAADzI/d8H0vz-johcuWD-CUxBcDQpTe3K2q2tFACLcBGAs/s320/Tradisi_Tatung%2BPerempuan.jpg
https://4.bp.blogspot.com/-60MeWsc6cLw/WsUYyfLbn7I/AAAAAAAADzI/d8H0vz-johcuWD-CUxBcDQpTe3K2q2tFACLcBGAs/s72-c/Tradisi_Tatung%2BPerempuan.jpg
PeladangKata
http://www.peladangkata.com/2018/04/srikandi-perawat-trah-leluhur.html
http://www.peladangkata.com/
http://www.peladangkata.com/
http://www.peladangkata.com/2018/04/srikandi-perawat-trah-leluhur.html
true
1600297275400218305
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy