Redupnya Zikir Nazam di Sambas

SAMBAS dikenal sebagai Serambi Mekah Kalimantan Barat (Kalbar). Ajaran dan berbagai tradisi Islam tumbuh dan berkembang di masyarakat sana. Dari situ juga lahirlah sejumlah ulama besar dan berpengaruh.

Salah satu tradisi keagamaan yang hingga kini masih dilestarikan masyarakat Sambas ialah zikir nazam. Itu sebuah tradisi yang berkembang bersamaan dengan penyebaran agama Islam di kabupaten yang berada di kawasan pantai utara Kalbar ini.

Zikir nazam merupakan seni bersyair dalam bahasa Arab yang dilantunkan dengan pelaguan tertentu. Kesenian itu dimainkan secara berkelompok dan diiringi dengan alat musik perkusi, semisal rebana, ketumba, dan tamborin.

Syair tersebut berpedoman pada kitab Barzanji karya Syekh Jafar Albarzanji, dan umumnya terdiri dari dua larik serangkap dengan jumlah kata empat hingga enam selarik. Skema syairnya berjenis monorima, yakni a-a, a-b, dan c-b, dengan beberapa variasi.

Selain mengandung pesan moral keagamaan dan ungkapan rasa syukur kepada sang Khalik, tradisi zikir nazam juga memperkuat hubungan sosial karena kerap dijadikan ajang silaturahim.

Zikir nazam sebenarnya berasal dari kesusastraan Arab-Persia kemudian menyebar ke Asia Tenggara hingga ke jazirah Melayu pada abad ke-16 Masehi. Tradisi itu pada mulanya dijadikan sebagai media penyebaran Islam oleh para ulama dan pedagang dari Arab.

Menurut pegiat zikir nazam Nasaruddin, tradisi ini pertama kali diperkenalkan dan dipopulerkan di Sambas oleh Syekh Ahmad Khatib Alsambasi. Seorang ulama besar asal Sambas yang mendirikan tarekat Qadariyah-Naqsabandiyah.

Tradisi ini biasanya digelar di surau atau rumah warga pada setiap Kamis malam. Namun, kerap pula dipertunjukkan pada acara pernikahan dan selamatan kelahiran anak (akikah).

Tradisi lisan itu kemudian berkembang dan menyebar ke sejumlah daerah lain di Kalbar melalui migrasi warga Sambas, yang dikenal gemar merantau tersebut.

Pemain dan penikmat zikir nazam saat ini didominasi kalangan generasi tua. Minat generasi muda terhadap tradisi ini terbilang minim. Mereka lebih tertarik memainkan dan menikmati musik modern ketimbang melestarikan seni yang diwariskan para leluhur. (Aries Munandar)

COMMENTS

Name

Beranda Negeri,35,Edukasi,13,Ekologi,55,Ekonomika,50,Inspirasi,36,Jelajah,23,Realitas,15,Riwayat,12,Tekno,13,Tradisi,64,
ltr
item
PeladangKata: Redupnya Zikir Nazam di Sambas
Redupnya Zikir Nazam di Sambas
https://1.bp.blogspot.com/-i8hwkAcTjAQ/Xe0C_marH6I/AAAAAAAAGm0/Dzi9Swq2G4wHhjd_YwNpLB6AEYrT5E7CgCLcBGAsYHQ/s320/Tradisi_Zikir%2BNazam-Pexels.jpeg
https://1.bp.blogspot.com/-i8hwkAcTjAQ/Xe0C_marH6I/AAAAAAAAGm0/Dzi9Swq2G4wHhjd_YwNpLB6AEYrT5E7CgCLcBGAsYHQ/s72-c/Tradisi_Zikir%2BNazam-Pexels.jpeg
PeladangKata
https://www.peladangkata.com/2010/02/redupnya-zikir-nazam-di-sambas.html
https://www.peladangkata.com/
https://www.peladangkata.com/
https://www.peladangkata.com/2010/02/redupnya-zikir-nazam-di-sambas.html
true
1600297275400218305
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy